Rekan2 Milis,
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bagi rekan2 yg berminat utk studi lanjut di Korea Selatan (S2, S3) atau pun ambil riset utk 6 bln atau 1 thn. Silahkan kunjungi website berikut di : http://www.ied.go.kr
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Feri
Kuliah Ke Luar Negeri
Program Pendidikan
PENGUMUMAN
Nomor : KM.01.03.6.2.1884/2008
PROGRAM PENEMPATAN PERAWAT INDONESIA KE JEPANG
Sebagai realisasi dari kesepakatan G to G antara Pemerintah Indonesia dan Jepang dalam kerangka IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) yang telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 19 Mei 2008, maka Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan RI membuka kesempatan bagi perawat Indonesia untuk bekerja sebagai Perawat (Kangoshi) di Jepang.
Bagi perawat yang lulus seleksi (diharapkan 240 orang perawat) akan diberangkatkan ke Jepang pada bulan Agustus 2008 dengan masa kontrak kerja selama 3 tahun dengan starting salary sekitar 200.000-250.000 yen atau Rp 17,9 juta.
Persyaratan dan prosedur pendaftaran :
1. Perawat Indonesia, laki-laki dan wanita, usia 21 á~ E35 tahun, lulusan D-3 /S-1 Keperawatan tahun 2005 atau sebelumnya dengan pengalaman kerja di klinik/RS sebagai perawat min 2 tahun.
2. Berkas yang diperlukan (masukkan dalam 1 map berwarna merah) :
a. Fotocopy Ijazah dan transkrip nilai akademik yang sudah dilegalisir (bahasa Indonesia) dan yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris (dari institusi pendidikannya atau penterjemah resmi)
b. Fotocopy surat keterangan pengalaman kerja minimal 2 tahun dalam bahasa Indonesia dan terjemahan dalam bahasa Inggris.
c. Fotocopy KTP, Surat Keterangan Catatan Kepolisian/SKCK (asli), Kartu tanda pencari kerja/Kartu kuning (asli dan fotocopy yang dilegalisir oleh Disnakertrans).
d. Surat Ijin dari suami/istri/orangtua/wali yang diketahui oleh Ketua RW/Lurah/Kepala Desa.
e. Pasfoto terbaru latar belakang biru ukuran 3x4 cm = 4 lembar.
f. Good performance (bagi wanita tidak dalam keadaan hamil, bagi pria tidak bertindik, dan baik pria maupun wanita tidak boleh bertato).
g. Mengisi formulir 5 di tempat pendaftaran.
3. Waktu dan tempat pendaftaran : 27 Mei s/d 3 Juni 2008 di Puspronakes LN Depkes RI, Jln.Wijaya Kusuma Raya 48,Cilandak Jakarta Selatan,tlp 021 75914747 pswt 115 dan 021 7691531
4. Uji kompetensi tanggal : 5 Juni 2008 di Puspronakes LN Depkes RI Jakarta, biaya Rp 250.000,-. 5. Pengumuman kelulusan uji kompetensi : 6 Juni 2008 dan akan diterbitkan Surat Tanda Registrasi (STR) Keperawatan dalam bahasa Indonesia dan Inggris oleh Depkes RI. 6. Bagi yang lulus akan mengikuti test kesehatan / Medical Check Up tanggal 6-7 Juni 2008
7. Finalisasi nama peserta yang lulus seleksi Depkes RI : 8 Juni 2008, penyerahan berkas ke BNP2TKI tanggal 9 Juni 2008.
8. Prosedur seleksi selanjutnya akan dilaksanakan oleh BNP2TKI dan JICWELS (Japan International Corporation of Welfare Services) meliputi :
a. Tanggal 9-11 Juni 2008 :kelengkapan berkas administrasi meliputi persyaratan, keaslian dokumen, dan pemberitahuan jadual psiko test dan wawancara.
b. Tanggal 16-20 Juni 2008 : psikotest dan wawancara
c. Dilanjutkan dengan penyelesaian proses administrasi selanjutnya dan direncanakan dapat berangkat ke Jepang antara tanggal 3-9 Agustus 2008.
Sosialisasi program ini akan dilaksanakan oleh Depkes pada :
1. Tanggal 27 Mei 2008 jam 10.00 di Puspronakes LN Depkes RI Jakarta, tlp 021-75914747 pswt 115.
2. Tanggal 27 Mei 2008 jam 10.00 di Dinkes Prov Sumut di Medan, tlp 061-4524550, 4530406
3. Tanggal 28 Mei 2008 jam 10.00 di Dinkes Prov Jatim di Surabaya, 031-8294748
4. Tanggal 28 Mei 2008 jam 09.00 di Poltekkes Yogyakarta,tlp 0274-617679.
5. Tanggal 29 Mei 2008 jam 10.00 di STIKES YARSI Cirebon, tlp 0231-3387122
PADAMU KU TITIP CINTA.....
Entah kenapa dan sejak kapan ada sesuatu yang terasa indah bermain-main dalam hatiku.
Aku sendiri terlambat menyadarinya. Saat rasa itu hadir, terus terang aku menjadi bingung untuk bersikap, aku tak tahu harus bagaimana. Namun kepergianmu membuatku yakin, bahwa ini sudah menjadi keputusanNya.
Aku merasa telah mengotori cintaku padaNya dengan meghadirkan sesuatu yang lain, padahal aku berusaha untuk menjadi orang yang senantiasa hidup dengan kemuliaan dan mati dalam kesyahidan. Maafkanlah aku yang terlalu jujur mengungkapkan ini semua, tapi utuk mengingatkanku sendiri bahwa hanya ada satu cinta, cinta kepada Sang Kholiq, cinta yang indah, cinta abadi, dan bukan sekedar cinta yang semu.
Ku berharap dengan semua rasa ini, tidak menjadikanku orang yang sentimentil, dan meninggalkan semua amanah ini. Aku akan berusaha tegar dan memahami akan hal ini.
Medan dakwah memang menuntutku untuk mempersiapkan diri terutama hati ini dengan lebih baik.
Sesunggunya akupun tak menghendaki dan tak sanggup menghilangkannya. ku hanya mencoba memahami, bagaimana membingkainyaagar tidak menjadi pelanggran dan kefatalan. Aku yakin aku bisa keluar dari kondisi ini, Ada satu untaian yang membekas dan menguatkan dalam hatiku yaitu "dalam hati anak adam, tidak boleh ada dua cinta, Karna Allah akan murka dan cemburu".
Hanya, jika seseorang menetapkan cinta itu untuk Allah, maka Allah akan memberikan balasan kepadanya dengan yang lebih suci. Para malaikat akan senantiasa mendoakan.
darinya Allah memberikan keturunan yang menjadi penghibur baginya di dunia. cinta itu menjadi cahaya baginya di alam kubur dan menjadi kebahagiaan baginya di akhirat kelak.
bukankah itu adalah cita-cita setiap insan?? Semoga aku dapat mengerti.
Sahabat, kepergianmu meninggalkan sejuta rasa, bahagia, duka,dan... aku malu.. malu padamu, aku iri padamu yang kini telah mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Sang Kekasih, dan kau telah mendapatkan kemuliaanNya. Sedangkan aku? menghadapi mautpun aku masih takut. Terimakasih ya Allah, Kau telah tunjukan jalanya. hamba mohon luruskan dan bersihkan 'cinta' itu didalam diri hamba.
Ada pepatah mengatakan "CINTA ITU FITRAH, DAN JANGAN KAU BUNUH CINTA ITU"
Jika demikian, biarkan ini bersemayam demi cintaku padaMu.
Sahabat, kepadamu cinta ini ku titipkan, Cinta suci kepada sang pencipta. Selamat jalan, Semoga Allh menyatukan kita dalam barisan orang-orang yang teguh dalam perjuangan
Diposting oleh Alumni HARISMA
Label: asal-muasal, bandung, berita, dakwah, sekolah
BERSAHABAT DENGAN BUKAN MUHRIM
Masalah bergaul dengan anak laki-laki itu boleh saja, asal Ukhti pandai menjaga diri dan menjaga jarak. Tidak usah terlalu dekat sehingga ada kesan memberi harapan sebab, sekalipun ukhti menganggap biasa seperti kakak sendiri, tapi itu khan menurut ukhti??
Tapi menurut si dia belum tentu demikian.
Banyak terjadi, orang yang dianggap seperti tidak ada apa-apa, ternyata malah menjadi sumber bencana. Oleh karena itu klo memang bukan muhrim, tidak usah terlalu akrab apalagi kaloo kelewat percaya.
Ingat, banyak pagar makan tanaman. Masalah muhrim, untuk lebih jelasnya lihat QS. Annur ayat 31. Semoga ukhti bisa memahami....
Kumpulan Alumni
Assalamualaikum Wr.Wb
Sahabat,pa kabar? mudah-mudahan sehat y...
oia saya mendapatkan amanah dari sahabat melalui sms,yang berisi berita akan ada kumpulan di antara anggota Harisma dan Alumni Harisma dan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2008 bertempat di Sekolah SMA Negeri 3 Tasikmalaya, Jl. Letkol Basyir Surya No.89 Telp. 0265-334889 Tasikmalaya
Hasil dari Kumpulan tersebut bisa sahabat kirim ke lembah.alvaras@gmail.com
Insyaallah akan saya tampilkan di blog...
Diposting oleh Alumni HARISMA
Label: asal-muasal, berita, sekolah
Surat dari Saudara kita yang tertindas.....
Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri. Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diselundupkan keluar dari penjara Abu Gharib, surat ini menggambarkan penderitaan para tawanan wanita akibat perbuatan terntara AS. Segera surat ini tersebar dan menghebohkan kota Baghdad , mengirimkan gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh Iraq .
Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan surat tersebut.
Bismillahirrahmanir rahiim. *Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him.* [Qur*an, Surat 112 *al-Ikhlas*]
Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman. Saudaraku mujahidin di jalan Allah* Apa yang dapat kukatakan padamu? Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu. Mereka telah menodai tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk digantungkan ke leher-leher kami. Allahu Akbar. Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidak tahu ini terjadi pada kami?
Kami saudaramu, dan Allah akan meminta tanggungjawabmu tentang kejadian ini kelak.
Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara ini kecuali mereka mendatangi salah satu dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya. Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada Allah. Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka! Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di sini agar mereka bisa bersenang-senang memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan urusan kami. Biarkan (jangan serang) tank dan pesawat mereka. Datanglah pada kami di penjara Abu Ghurayb. Saya saudaramu karena Allah. Mereka memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu hari. Bisakah kau bayangkan? Bayangkan salah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis, semuanya belum menikah. Semuanya telah diperkosa didepan mata kami semua. Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil pakaian kami, dan membiarkan kami telanjang. Saat surat ini saya tulis, seorang diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di dada dan paha setelah memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudian bunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke tembok penjara, karena dia sudah tidak sanggup menerima ini. Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, saya memaklumi perbuatannya* Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Saudaraku, saya katakan padamu lagi, takutlah pada Allah. Hancurkan kami bersama para tentara itu, agar kami bisa beristirahat dalam damai.
Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami*
Waa Mu*tasimah!.
Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya dan para muslimah belum berakhir. Hatta mataa haadza s-sukuut !! Ini yang sudah kesekian kalinya terjadi..
Entah berapa lagi akan segera menyusul Kemaren, hari ini dan besok Begitu seterusnya..
Ya Rabb nasyku ilaika da’fa quwwatina Wa qillata hiilatina Allahumma n-shurna nashran adziima Allahuma ‘alaika bil haaula l-kuffar Allahuma ‘alaika biman adzaa l-muslimin.
catatan: sebarkan agar semuanya bisa mengetahui keadaan ini.
Wajazaakallahu khairan.
DETIK-DETIK AKHIR KEHIDUPAN
Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Rabbmulah kamu akan dikembalikan. (As-Sajdah:11)
Hari demi hari, bulan demi bulan, bulanpun berganti tahun. Berpuluh tahun yang lalu, waktu itu kita masih dalam rahim ibunda, kemudian terlahir menjadi bayi mungil yang menggemaskan, lalu tumbuh menjadi balita yang lucu, dilanjutkan dengan menjadi anak-anak, kemudian remaja dan jadilah seperti sekarang yaitu menjadi dewasa, menjadi orang tua anak-anaknya ataupun sudah mempunyai cucu. Karena sunnatullah, sebuah ketetapan dari Allah Subhanahu wa ta'ala seiring dengan berjalannya waktu kita manusia pasti akan berubah menjadi tua dan kemudian mati.
Begitu kira-kira gambaran sederhana tentang siklus hidup manusia di dunia. Dalam perjalanannya, kadang-kadang ada orang yang melewati hidupnya sampai ia berumur seratus tahunan lebih, 80an, 60an, atau rata-rata manusia dapat bertahan hidup. Ada pula yang hanya menikmati kehidupan hanya separuh abad. Namun tak jarang pula, yang masih muda, badan terlihat sehat dan sempurna, tidak sedikit yang sudah meregang nyawa, tentu dengan cara dan jalan yang berbeda-beda. Dan banyak pula cerita tentang bayi yang masih dalam kandungan yang belum sempat merasakan hidup di dunia, dan belum sempat merasakan hangat pelukan Ibunya, dibunuh (aborsi) oleh ibunya sendiri lantaran kehadirannya tidak dikehendaki, karena kehamilannya buah dari hubungan yang terlarang yang bisa membawa aib bagi diri dan keluarganya, na'udzubillah min dzalik.
Karena ajal memang tak pernah memilih kita sudah tua atau muda, masih panjangkah jatah waktu kita hidup ataukah sudah habis masa untuk berpijak di bumi ini. Dan kebanyakan dari manusia melupakan akan datangnya kematian, mereka lupa kalau ajal selalu mengintai di manapun mereka berada. Mereka terlupakan oleh ramainya dunia, terlena dengan manisnya syahwat, silau dengan gemerlapnya harta. Terlalu sibuk dengan keinginan-keinginan yang belum kita capai. Adalah baik ketika keinginan atau cita-cita kita adalah hal yang berorientasikan akherat, tapi kebanyakan dari kita dilenakan oleh keinginan-keinginan yang bersifat kesenangan semu belaka.
Sampai-sampai kita lupa bahwa kematian sudah sampai di pelupuk mata. Semua terperdaya oleh hingar-bingarnya dunia ini. Kebanyakan waktu hidupnya digunakan untuk sibuk kesana-kemari menggali, mengelola dan menumpuk harta. Dan saat-saat ketika sakaratul maut itu datang menghampiri barulah ia sadar betapa kehidupan di dunia amatlah singkat, dan merataplah ia dengan penyesalan yang sangat ketika menyadari bahwa umurnya telah habis untuk urusan-urusan pangkat, syahwat dan harta. Tinggallah kini menunggu kedatangan malaikat maut dan merasakan betapa tersiksa dan sakitnya saat sakaratul maut. Sakit yang tak dapat dikira karena amat terasa sakitnya.
Sebagian ulama menegaskan bahwa rasa sakit pada sakaratul maut hanya diketahui hakikatnya oleh orang yang sudah merasakannya. Orang yang belum merasakannya tentu hanya bisa mengetahuinya sekedar berdasarkan analogi dengan berbagai rasa sakit yang pernah dirasakan.
Rasa sakit pada sakaratul maut langsung menghunjam ruh itu sendiri sehingga menerobos seluruh organ-organ tubuhnya, seluruh jaringan sarafnya, seluruh urat-urat. di tubuhnya, bahkan juga seluruh persendian tubuhnya, hingga merambati akar rambut dan kulit dari atas kepala hingga ujung kaki
Jangan tanyakan rasa sakitnya. Sehingga sebagian orang mengatakan bahwa Kematian itu lebih menyakitkan daripada sabetan pedang, daripada gigitan gergaji dan sayatan gunting, karena rasa sakit akibat sabetan pedang, gigitan gergaji, dan sejenisnya hanya dirasakan karena adanya ruh atau nyawa. Bagaimana pula apabila yang dicabut adalah ruh sendiri ? Orang yang ditebas pedang masih dapat berteriak minta tolong karena masih tersisa kekuatan dalam hati dan pada lisannya. Akan tetapi orang yang menghadapi sakaratul maut sudah kehilangan suara dan teriakannya, kekuatannya sudah melemah, dan energi tubuhnya sudah musnah. Hal ini karena musibah sakaratul maut terkadang terlalu berat sehingga menguasai hati dengan rasa sakit yang dahsyat sehingga melumpuhkan seluruh anggota tubuh, mengguncang seluruh organ tubuh, dan melemahkan seluruh jengkal bagian tubuh, sehingga tidak tersisa lagi kekuatan untuk meminta pertolongan.
Bahkan, akal sekalipun telah tertutupi dan terganggu pula karena rasa sakit sakaratul maut; sementara lidah tiba-tiba menjadi bisu. Seluruh anggota tubuh menjadi lemah. Orang yang berada sakaratul maut berharap untuk dapat beristirahat sejenak melalui erangan dan teriakan atau melalui cara lain. Akan tetapi ia tidak mampu melakukannya. Kalaupun masih tersisa kekuatan, pasti saat ruh dicabut dan diangkat dari dalam tubuh akan terdengar gerengan dan suara kerongkongan dan dadanya. Namun, saat itu warna tubuhnya sudah berubah dan rasa sakit sudah menyerang seluruh tubuhnya, bagian luar maupun bagian dalamnya. Hingga akhirnya bagian hitam matanya naik sampai menyentuh kelopak mata, sementara lidah tertarik ke dalam hingga pangkalnya dan jari jemari juga menjadi kaku.
Maka, jangan ditanya lagi kondisi orang tersebut tatkala urat-uratnya seperti tercabut satu persatu. Masing-masing anggota tubuh kemudian mulai menjadi mati secara bertahap. Mulanya kedua kaki menjadi dingin, lalu kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Masing-masing anggota tubuh mengalami sakaratul maut dan mengalami musibah rasa sakit pada saat itu, hingga nyawa sampai di kerongkongan. Pada saat itulah pandangannya terhadap dunia dan penghuninya mulai sirna, dan pintu tobat pun sudah tertutup baginya. Dan tinggallah penyesalan dan kekecewaan yang mendalam menggelayuti dirinya.
Saudaraku tercinta, tidakkah engkau mengetahui bahwa kunjungan malaikat maut itu adalah sesuatu yang pasti ? telah ditakdirkan semenjak masa azali, panjang ataupun pendek umur kita ? Tidakkah kita menyadari bahwa kita semua hanya musafir yang akhirnya akan sampai tujuan dan meninggalkan perjalanannya ? Tidakkah kita menyadari bahwa perputaran hidup ini pasti berhenti, dan perputaran usia semakin mendekati penghujungnya ?.
Tidakkah kita menyadari bahwa setelah kunjungannya kita tidak akan mampu lagi melakukan satu kebajikan sekalipun ? kita tidak akan mampu shalat dua rokaat sekalipun ? Kita tidak akan mampu membaca al-Qur'an satu ayatpun ? Kita tidak akan mampu bertasbih, bertahmid, bertahlil, atau beristighfar satu kalipun. Kita tidak akan mampu berpuasa seharipun, atau bersedekah meski sepeserpun. Kita tidak akan mampu melakukan haji ataupun umroh lagi. Waktu beramal telah berlalu, yang tertinggal adalah hisab dan pembalasan terhadap kebajikan atau dosa-dosa.
Rasulullah solallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
"Perbanyaklah olehmu mengingat penghancur kenikmatan yaitu : mengingat kematian". HR. Tirmidzi dan Nasa'i dan Ibnu Hibban menshohihkannya.
Saudaraku...Manakah persiapan kita untuk berjumpa dengan malaikat maut ? Manakah persiapan kita untuk menghadapi hal-hal dahsyat sesudah kematian ? Dalam kubur, saat ditanya oleh dua malaikat, saat di Padang Mahsyar, saat hisab, saat dibukanya lembaran catatan amal perbuatan, saat meniti jembatan Ash-Shiroth, dan saat berdiri di hadapan Allah 'Aza wa Jalla.
Di waktu yang baik, sehabis shalat, sebelum tidur, saat mentadaburi ayat-ayat-Nya ataupun di penghujung malam ketika kita bersimpuh pasrah di hadapan-Nya, pernahkah terbayang seandainya saja kita mati dalam keadaan yang buruk, mati dalam kubangan lumpur kemaksiatan, mati dalam keadaan su'ul khatimah, sedangkan kita belum sempat untuk bertobat ? dan siapkah kita menanggung azab kubur yang mengerikan ? na'udzubillah min dzalik wallahu a'lam bisshowab.¨Ibnu Zainudin
(http://dudung.net)
I am The Winner (motifasi menghadapi ujian atau UAN)
Seorang pecundang akan berkata “Ini mungkin, tapi sulit” sedangkan seorang pemenang akan berkata “Ini sulit, tapi mungkin”
Sekarang kita tinggal memilih, kita akan menjadi siapa? Seorang pecundang atau seorang pemenang? Seorang pecundang yang hanya dengan melihat saja sudah menyerah, pasang kuda – kuda dan dalam hitungan ketiga lari menjauh. Seorang pecundang yang patah semangat, hilang kepercayaan diri, takut, dan percaya bahwa apa yang dilakukan akan percuma saja bahkan gatot (gagal total). Ataukah seorang pemenang, seorang pemenang yang percaya bahwa dia akan berhasil, dengan semangat, usaha, kerja keras, dan do’a dia percaya mampu menaklukkan dunia. Selanjutnya? Terserah anda!
Penulis yakin bahwa semua akan memilih menjadi seorang pemenang, karena memilih menjadi pemenang atau pecundang tidak sulit, sangat mudah hanya dengan memilih. Namun dalam pelaksanaan sulit untuk diterapkan.
Hidup adalah sumber masalah, pertempuran atau bahakan medan perang yang tidak akan pernah berhenti. Sejak kita lahir hingga membaca tulisan ini, semuanya pertempuran. Pertempuran melawan ketidakmampuan, ketidakberdayaan, dan juga pertempuran melawan ketidak maha tahuan kita.
Kita tercipta menjadi seorang pemenang sayangnya kita sendiri menjadikan diri kita seorang pecundang. Bagaimana tidak waktu kita kecil kita tidak mampu berbuat apa – apa, yang bisa kita lakukan hanya menangis. Lihatlah diri kita sekarang, kita bisa berjalan bahkan berlari, kita bisa makan bahkan membuat makanan, kita bisa berbicara bahkan bernyanyi. Coba banyangkan apa yang akan terjadi apabila sejak kita terlahir kita menjadi seorang pecundang yang takut belajar berjalan karena takut jatuh, yang takut makan sendiri karena takut belepotan dan ketakutan – ketakutan yang lain. Mungkin manusia akan punah karena tak mampu berbuat apa – apa.
Apabila kita tercipta menjadi seorang pemenang, mengapa kita rubah diri kita menjadi seorang pecundang. Pecundang yang mencari kambing hitam atas kesalahannya, pecundang yang bila diberi penghalang akan berbalik arah, pecundang yang selalu mencari jalan pintas atas semua kesulitan, pecundang yang ingin sukses tanpa kerja keras dan pecundang yang selalu menunggu keajaiban turun dari langit.
Salah satu rintangan akan kita hadapi [UAS, UAN, Ujian semester], satu rintangan yang sangat mudah dibandingkan rintangan – rintangan yang akan kita hadapi dihari yang akan datang. Inilah saatnya kita menentukan menjadi siapakah kita? Seorang pecundang atau menjadi seorang pemenang? Pemenang yang dengan sepenuh hati percaya bahwa dia akan menang, pemenang yang sadar bahwa keajaiban tidak datang dengan sendirinya melainkan dengan usaha dan kerja keras, pemenang yang tidak akan berbalik arah hanya karena ada penghalang didepannya, pemenang yang tidak akan bingung tuk mencari jalan pintas karena dia tahu dia berada di jalan yang benar, pemenang yang selalu menambah bekalnya untuk menemani perjalanannya, dan pemenang yang tidak akan membohongi diri sendiri dan orang lain tuk berbuat curang.
Jika kita memilih menjadi pemenang, masih ada waktu tuk menyiapkan semua bekal, masih ada waktu tuk menyingkirkan semua rintangan, masih ada waktu tuk mengubah pikiran kita terutama tentang apa yang kita pikirkan tentang diri kita.
And the last:
U ar what u think! So, u must believe that u ar the winner!! If u believe it, u’ll be the big winner!!
S’mangat!!
(http://www.dudung.net)
Jenis Hukuman Buat Wanita Di Akhirat
Sayidina Ali ra menceritakan suatu
ketika melihat Rasulullah menangis
maka dia datang bersama Fatimah. Lalu
keduanya bertanya mengapa Rasul
menangis.
Baginda menjawab, "Pada malam aku
di-isra'-kan. Aku melihat
perempuan-perempuan yang sedang disiksa
dengan berbagai siksaan. Itulah
sebabnya mengapa aku menangis. Kerana,
menyaksikan mereka yang sangat berat
dan
mengerikan siksanya.
Puteri Rasulullah kemudian menanyakan
apa yang
dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada
perempuan
digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung lidahnya,
tangannya diikat ke belakang dan
timah cair dituangkan ke dalam
tengkoraknya.
Aku lihat perempuan tergantang kedua
kakinya
dengan terikat tangannya sampai ke
ubun-
ubunnya, diulurkan ular dan kala
jengking.
Dan aku lihat perempuan yang memakan
badannya
sendiri, di bawahnya dinyalakan api
neraka. Serta
aku lihat perempuan
yang bermuka hitam, memakan tali
perutnya
sendiri. Aku lihat perempuan yang
telinganya
pekak dan matanya buta, dimasukkan ke
dalam peti yang dibuat dari api neraka,
otaknya
keluar dari lubang hidung, badannya
berbau busuk
karena penyakit sopak dan kusta.
Aku lihat perempuan yang kepalanya
seperti bab* dan
badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.
Aku lihat
perempuan yang rupanya seperti anjing,
sedangkan
api masuk melalui mulut dan keluar dari
duburnya
sementara malaikat memukulnya dengan
pentung
dari api neraka," kata Nabi.
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan
mengapa
mereka disiksa seperti itu?
*Rasulullah menjawab, "Wahai puteriku,
adapun
mereka yang tergantung rambutnya hingga
otaknya mendidih adalah wanita yang
tidak
menutup rambutnya sehingga terlihat
oleh
laki-laki
yang bukan muhrimnya.
*Perempuan yang digantung susunya
adalah
isteri
yang 'mengotori' tempat tidurnya.
*Perempuan yang tergantung kedua
kakinya
ialah
perempuan yang tidak taat kepada
suaminya, ia
keluar rumah tanpa izin suaminya, dan
perempuan
yang tidak mahu mandi suci dari haid
dan
nifas.
*Perempuan yang memakan badannya
sendiri
ialah
kerana ia berhias untuk lelaki yang
bukan
muhrimnya dan suka mengumpat orang
lain.
*Perempuan yang memotong badannya
sendiri
dengan gunting api neraka kerana
ia memperkenalkan dirinya kepada orang
yang
kepada orang lain bersolek dan berhias
supaya
kecantikannya dilihat laki-laki yang
bukan
muhrimnya.
*Perempuan yang diikat kedua kaki dan
tangannya
ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan
kala jengking padanya kerana dia
shalat tapi
tidak mengamalkannya dan tidak mahu
mandi junub.
*Perempuan yang kepalanya seperti bab*
dan
badannya seperti himar ialah tukang
umpat dan
pendusta. Perempuan yang menyerupai
anjing
ialah perempuan yang suka memfitnah dan
membenci suami."
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah
Az-Zahra
pun turut menangis.
Dan inilah peringatan kepada kaum
perempuan.
Diposting oleh Alumni HARISMA
Label: asal-muasal, berita
Demam Friendster Melanda
Jakarta - Laiknya epidemi, tua maupun muda, pria wanita, karyawan, pelajar atau mahasiswa yang aktif menggunakan internet di Indonesia kini keranjingan Friendster (www.friendster.com). Ini adalah jaringan pertemanan online yang didesain untuk menghubungkan orang melalui teman-temannya.
Friendster, sebuah situs jaringan bisa membuat orang menampilkan profil beserta fotonya dan melakukan hubungan dengan teman, temannya teman atau temannya temannya teman. Pengguna bisa menambah daftar teman dengan mengirim semacam e-mail undangan meminta temannya bergabung. Pengguna juga bisa mencari kawan yang mempunyai hobi atau asal sekolah yang sama.
Dari jalinan ini terkadang sering dijumpai pertemuan dengan teman lama yang terhubung melalui temannya-teman. "Kita bisa ketemu sama teman-teman lama yang sudah lama banget nggak ketemu. Dari testimonial, kita bisa tahu juga teman-teman kita itu sebenarnya gimana," kata Yorde, 22 tahun, mahasiswa sebuah PTN di Jakarta, Jumat (2/4/2004).Yorde mengaku kecanduan untuk membuka situs Friendster setiap harinya. "Setiap hari bisa buka lebih dari 4 kali. Setiap buka paling cepet satu jam. Nyandu deh pokoknya," kata Yorde yang mengaku mengenal Friendtster sejak Februari lalu dan sudah mengumpulkan puluhan teman. "Satu jam sekali saya buka untuk melihat bulletin board," kata Mashimaro, mahasiswa di sebuah PTN yang berlokasi di Depok.
Yorde tidak sendirian menjadi pecandu Friendster. Kalangan remaja di Indonesia sudah menganggap situs ini sebagai aplikasi baru yang paling menarik ditawarkan internet. Bahkan gemanya juga mewabah di tempat-tempat kerja. "Lumayan lah, sekarang buka internet tidak melulu chatting, bisa main Friendster," kata Rima, karyawan yang berkantor di Thamrin.
Malah, dalam sebuah acara bincang-bincang di radio swasta, pernah suatu kali seorang karyawan menyampaikan keluhannya kepada penyiar tentang diblokirnya akses internet dari kantornya ke situs Friendster. "Kantor menganggap waktu kami banyak terbuang gara-gara bermain Friendster," ujar karyawan itu.
Seperti halnya instant messaging, jaringan sosial secara online adalah sebuah teknologi yang kini sedang hangat-hangatnya. Teknologi ini pada intinya membangun jaringan dengan menampung database kontak nama, ketertarikan pada suatu hal tertentu atau informasi lain yang bisa menjadi penghubung.
Fenomena Friendster sendiri memang luar biasa. Sejak meluncur mulai Maret tahun lalu, hingga November 2003 sudah memiliki 2 juta pengguna. Padahal situs itu masih beroperasi dalam model beta yang berarti masih berada dalam tahap percobaan. Banyak pihak yang kecanduan mengeluhkan lambatnya koneksi saat membuka Friendster waktu itu.
Harap maklum, saat itu si pendiri Friendtser, Jonathan Abrams masih belum menemukan perangkat yang mutakhir untuk memenuhi keinginan pengunjung Friendster. Karyawan mereka pun jumlahnya kurang dari sepuluh yang bekerja di dua kantor di Sunny Vale dan Mountain View.
Pendirian Friendster bermula karena Jonathans Abrams, CEO dan pendiri situs ini merasa situs kencan yang ada di internet adalah bohong-bohongan dikarenakan sifatnya yang anonim. Dengan Friendster, orang bisa melihat profile orang lain dan membaca testimoni.
Dalam perjalanan waktunya Friendster makin membesar hingga kini penggunanya di seluruh dunia sudah mencapai angka lima juta. Keberadaannya menarik perhatian media hingga pernah menyabet gelar "Time Magazine Coolest Inventions of 2003."
Sebagai dampak popularitasnya, Frienster kini mempunyai banyak pesaing. Diantaranya adalah Meetup, Myspace, Ryze dan LinkedIn. Kloning Friendster di berbagai negara juga muncul macam MyFriends di Jerman dan Friends4Friends di Inggris Raya.
( tis )
ASAL-USUL MANUSIA

Menurut Bibel, Al-Quran, Sains
Dr. Maurice Bucaille
Penerbit Mizan, Cetakan VII, 1994
------------------------------------------------------------
DAFTAR ISI
------------------------------------------------------------
DAFTAR ISI
19. ASAL-USUL DAN KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN
Asal-Usul Kehidupan
Keberlangsungan Kehidupan
20. ASAL-USUL MANUSIA DAN TRANSFORMASI-TRANSFORMASI BENTUK
MANUSIA SEPANJANG ZAMAN
Makna Spiritual Mendalam Penciptaan Manusia dari Tanah
Komponen-Komponen Bumi (Tanah) Dan Pembentukan Manusia
Transformasi-Transformasi Manusia Sepanjang Berabad-Abad
21. REPRODUKSI MANUSIA: AKIBAT-AKIBATNYA ATAS TRANSFORMASI-
TRANSFORMASI SPESIES
Pengingat Gagasan-Gagasan Tertentu Mengenai Reproduksi
Manusia
Pernyataan-Pernyataan dalam Al-Quran
Sejumlah Cairan Yang Dibutuhkan Untuk Pembuahan
Kompleksitas Cairan Pembuah
Penanaman Telur Dalam Organ-Organ Kemaluan Wanita
Evolusi Embrio di Dalam Rahim
Transformasi-Transformasi Bentuk Manusia Sepanjang Abad
dan Perkembangan Embrionik
19. ASAL-USUL DAN KEBERLANGSUNGAN KEHIDUPAN
------------------------------------------------------------
Salah satu sifat asli Al-Quran, yang membedakannya dari
Bibel sebagaimana disebutkan di atas, adalah bahwa untuk
mengilustrasikan penegasan yang berulang-ulang tentang
ke-Mahakuasaan Tuhan, Kitab tersebut merujuk kepada suatu
keragaman gejala alam. Dalam hal sejumlah besar fenomena ini
ia juga memberilan suatu uraian terinci tentang cara
fenomena-fenomena itu berevolusi -penyebab-penyebab dan
akibat-akibatnya. Kesemua rincian ini pantas untuk
diperhatikan. Pernyataan-pernyataan yang dikandung oleh
Al-Quran tentang manusia, adalah di antara yang paling
mengejutkan saya ketika saya membaca kitab tersebut untuk
pertama kalinya dalam bahasa Arab aslinya. Hanya yang
aslinya sajalah yang bisa menjelaskan makna sejati
pernyataan-pernyataan yang amat sering disalahterjemahkan
disebabkan alasan-alasan yang disebut di atas.
Yang menjadikan penemuan-penemuan ini sangat penting adalah
bahwa kesemuanya itu merujuk pada banyak pengertian yang
belum dikenal pada saat-saat Al-Quran diwahyukan kepada
manusia dan yang -baru empat belas abad kemudian- terbukti
sepenuhnya selaras dengan sains modern. Dalam konteks ini
sama sekali tak perlu mencari-cari penjelasan-penjelasan
palsu yang cenderung muncul di beberapa publikasi dan bahkan
di dalam sejarah-sejarah ilmu kedokteran yang di dalamnya
Muhammad dianggap sebagai memiliki kemampuan-kemampuan
kedokteran (sebagaimana juga Al-Quran disebut-sebut sebagai
mengandung resep-resep kedokteran, suatu gagasan yang
sepenuhnya tidak tepat).[1]
Asal-Usul Kehidupan
------------------------------------------------------------
Al-Quran memberikan jawaban yang amat jelas pada pertanyaan:
Pada titik manakah kehidupan bermula? Dalam bagian ini, saya
akan mengajukan ayat-ayat Al-Quran yang di dalamnya
dinyatakan bahwa asal-usul manusia adalah (bersifat) air.
Ayat pertama di bawah ini juga menunjuk kepada pembentukan
alam semesta.
[Tulisan Arab]
"Tidakkah orang-orang kafir itu melihat bahwa lelangit dan
bumi disatukan, kemudian mereka Kami pisahkan dan Kami
menjadikan setiap yang hidup dari air. Lantas akankah mereka
tak beriman?" (QS 21:30)
Pengertian 'menghasilkan sesuatu dari sesuatu yang lain'
sama sekali tidak menimbulkan keraguan. Ungkapan tersebut
bisa juga berarti bahwa setiap sesuatu yang hidup dibuat
dari air (sebagai komponen pentingnya) atau bahwa semua
benda hidup berasal dari air. Kedua makna itu sepenuhnya
sesuai dengan data saintifik. Pada kenyataannya, kehidupan
berasal dari yang bersifat air dan air adalah komponen yang
paling penting dari seluruh sel-sel hidup. Tanpa air hidup
menjadi tidak mungkin. Jika kemungkinan kehidupan pada
planet lain diperbincangkan, maka pertanyaan yang pertama
selalu: Adakah cukup air untuk mendukung kehidupan di tempat
tersebut?
Data modern membawa kita untuk berpikir bahwa wujud hidup
yang paling tua barangkali termasuk dalam dunia
tumbuh-tumbuhan: ganggang telah ditemukan sejak periode
pra-Cambria yaitu saat dikenalinya daratan yang paling tua.
Organisme yang termasuk dalam dunia hewan barangkali muncul
sedikit lebih kemudian: mereka muncul dari laut.
Kata yang di sini diterjemahkan sebagai 'air' pada
kenyataannya adalah ma'[2] yang berarti baik air di langit
maupun air di lautan atau segala jenis cairan. Dalam arti
yang pertama air merupakan unsur yang penting bagi seluruh
kehidupan tumbuh-tumbuhan:
[Tulisan Arab]
"(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka
Kami[3] tumbuhkan (dari air itu) berpasang-pasang
tumbuh-tumbuhan yang berbeda-beda." (QS 20:53)
Inilah perujukan pertama kepada suatu 'pasangan'
tumbuh-tumbuhan. Nanti kita akan kembali kepada pengertian
ini.
Dalam arti keduanya yang merujuk pada segala jenis cairan,
kata tersebut dipergunakan dalam bentuk tak-tentunya untuk
menunjukkan zat yang berada pada dasar pembentukan seluruh
kehidupan hewan:
[Tulisan Arab]
"Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air."
(QS 24:45)
Sebagaimana akan kita lihat nanti, kata tersebut juga bisa
diterapkan pada cairan mani.[4]
Jadi, pernyataan-pernyataan dalam Al-Quran tentang asal-usul
kehidupan, apakah itu merujuk kepada kehidupan secara umum,
unsur yang melahirkan tumbuh-tumbuhan di dalam tanah ataupun
benih hewan-hewan, seluruhnya sepenuhnya sesuai dengan data
saintifik modern. Tak satu pun mitos tentang asal-usul
kehidupan yang lazim dianggap benar oleh orang pada saat
Al-Quran diwahyukan kepada manusia disebutkan dalam teks
tersebut.
Keberlangsungan Kehidupan
------------------------------------------------------------
Al-Quran merujuk pada banyak aspek kehidupan di dalam dunia
hewan dan tetumbuhan. Saya telah menguraikan kesemuanya itu
dalam karya saya sebelum ini yang diterbitkan pada tahun
1976 (edisi bahasa Inggris, 1978). Dalam studi ini saya
ingin memusatkan perhatian pada ruang yang diberikan dalam
Al-Quran kepada tema keberlangsungan kehidupan.
Berbicara secara umum, komentar-komentar yang diberikan atas
pembiakan (reproduksi) dalam dunia tumbuh-tumbuhan bersifat
lebih panjang daripada yang merujuk kepada pembiakan dalam
dunia hewan. Meskipun demikian, ada banyak pernyataan yang
menggarap tema reproduksi manusia, sebagaimana akan kita
lihat di bawah ini.
Sudah merupakan suatu pengetahuan yang diakui bahwa ada dua
metode reproduksi di dalam dunia tumbuh-tumbuhan: yaitu yang
bersifat seksual dan aseksual (contohnya, pelipatgandaan
spora-spora atau proses menyetek yang merupakan kasus-khusus
pertumbuhan). Perlu kita perhatikan, bahwa Al-Quran merujuk
kepada bagian-bagian jantan dan betina tetumbuhan tersebut:
[Tulisan Arab]
"(Tuhan sajalah) yang telah menurunkan air dari langit. Maka
Kami tumbuhkan (dari air itu) berpasang-pasang
tumbuh-tumbuhan yang saling terpisah." (QS 20:53)
"Satu dari sepasang" merupakan penerjemahan dari kata zauj
(jamaknya azwaj) yang arti aslinya adalah "yang bersama-sama
dengan yang lainnya membentuk satu pasangan." Kata tersebut
bisa juga langsung diterapkan pada pasangan kawin (artinya,
manusia), sebagaimana juga pasangan sepatu.
[Tulisan Arab]
"Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-
pasangan." (QS 13:3)
Pernyataan ini berarti kemaujudan organ-organ jantan dan
betina dalam seluruh beragam spesies buah-buahan. Hal ini
sepenuhnya sesuai dengan data yang ditemukan pada kurun
waktu yang jauh lebih kemudian berkenaan dengan pembentukan
buah, karena seluruh tipe berasal dari tetumbuhan yang
memiliki organ-organ seksual (sekalipun beberapa varietas,
seperti pisang, berasal dari bunga-bungaan yang tidak
dibuahi).
Pada umumnya, reproduksi seksual di dunia hewan hanya
digarap secara ringkas dalam Al-Quran. Pengecualian dalam
hal ini adalah berkenaan dengan manusia. Karena, seperti
yang akan kita lihat kemudian dalam bab berikut ini,
pernyataan-pernyataan mengenai topik ini berjumlah banyak
dan sangat terinci.
------------------------------------------------------------
20. ASAL-USUL MANUSIA DAN TRANSFORMASI-TRANSFORMASI BENTUK
MANUSIA SEPANJANG ZAMAN
------------------------------------------------------------
Beberapa ayat di dalam Al-Quran berikut ini tidak mengandung
sesuatu pun kecuali makna spiritual mendalam. Yang lainnya,
dalam pandangan saya, merujuk kepada
transformasi-transformasi yang tampaknya menunjukkan
perubahan-perubahan di dalam morfologi manusia. Yang
terkemudian ini menguraikan fenomena yang sepenuhnya
bersifat material, yang terjadi di dalam berbagai fase tapi
selalu dalam susunan yang tepat. Campur tangan kehendak
Tuhan, yang mengatasi segalanya, disebutkan beberapa kali
dalam ayat-ayat ini. Hal tersebut tampak dimaksudkan untuk
mengarahkan transformasi-transformasi yang terjadi selama
suatu proses yang hanya bisa diuraikan sebagai suatu
'evolusi.' Di sini, kata tersebut dipergunakan dengan maksud
untuk menunjukkan satu rangkaian modifikasi-modifikasi yang
tujuannya adalah untuk sampai kepada satu bentuk definitif
(tetap). Tambahan pula, penekanan diberikan kepada gagasan
bahwa ke-Mahakuasaan Tuhan tampil pada kenyataan bahwa Ia
memusnahkan populasi manusia untuk memberi jalan bagi
populasi baru lainnya: hal ini tampak bagi saya sebagai
tema-tema utama yang muncul dari himpunan ayat Al-Quran yang
disatukan di dalam bab ini.
Tak syak lagi, para pengulas terdahulu tidak mampu melihat
adanya gagasan bahwa bentuk manusia bisa jadi telah
mengalami transformasi. Meskipun demikian, mereka
berkehendak untuk mengakui bahwa perubahan-perubahan mungkin
saja benar-benar telah terjadi dan mereka mengakui
kemaujudan tahapan-tahapan di sepanjang perkembangan
embrionik -suatu gejala yang biasa teramati pada seluruh
kurun waktu dalam sejarah. Meskipun demikian, hanya pada
masa kita inilah, sains modern mengizinkan kita untuk
sepenuhnya memahami arti ayat-ayat Al-Quran yang menunjuk
kepada tahapan-tahapan berturutan dari perkembangan
embrionik di dalam rahim.
Pada saat ini kita memang bisa bertanya-tanya apakah
perujukan-perujukan di dalam Al-Quran kepada tahap-tahap
yang berurutan dari perkembangan manusia, paling tidak pada
beberapa ayat, tidak melampaui sekadar pertumbuhan embrionik
sedemikian sehingga mencakup transformasi-transformasi
morfologi manusia yang terjadi selama berabad-abad.
Kemaujudan perubahan-perubahan seperti itu telah secara
resmi dibuktikan oleh paleontologi dan buktinya sangat
banyak sehingga tak perlu lagi untuk mempertanyakannya.
Para penafsir Al-Quran terdahulu barangkali tak punya
firasat bakal adanya penemuan-penemuan pada berabad-abad
kemudian. Mereka hanya bisa memandang ayat-ayat khusus ini
dalam konteks perkembangan embrio, tak ada alternatif lain
pada masa itu.
Kemudian tibalah bom Darwin yang -melalui pemuntiran
terang-terangan teori Darwin oleh para pengikut awalnya-
mengekstrapolasikan pengertian tentang suatu evolusi yang
bisa diterapkan atas manusia, meskipun tingkat evolusinya
belum lagi dibuktikan di dalam dunia hewan. Dalam hal
Darwin, teori tersebut didorong sampai ke tingkat ekstrem
sedemikian sehingga para peneliti mengklaim sebagai telah
memiliki bukti bahwa manusia berasal dari kera -suatu
gagasan yang, bahkan pada masa sekarang, tak seorang ahli
paleontologi terhormat sekalipun mampu membuktikannya. Meski
demikian jelas terdapat satu jurang yang sangat senjang di
antara konsep tentang manusia yang berasal dari kera (suatu
teori yang sepenuhnya tak bisa dipertahankan) dengan gagasan
transformasi-transformasi bentuk manusia di sepanjang waktu
(yang telah sepenuhnya dibuktikan). Kerancuan antara
keduanya telah mencapai puncaknya ketika mereka digabungkan
menjadi satu -dengan hujjah-hujjah yang sangat dicari-cari-
di bawah panji kata EVOLUSI. Kerancuan yang tidak
menguntungkan ini telah menyebabkan beberapa orang secara
salah mengkhayalkan bahwa karena kata tersebut dipergunakan
untuk menunjuk manusia, maka ia mesti berarti bahwa, menurut
kenyataan itu sendiri, asal-usul manusia bisa dilacak hingga
kera.
Adalah amat penting untuk memahami dengan gamblang perbedaan
di antara keduanya; kalau tidak, ada risiko timbulnya
kesalahpahaman tentang makna yang dikaitkan kepada beberapa
ayat Al-Quran tertentu yang akan saya kutip. Di dalam
ayat-ayat ini tak ada satu isyarat yang paling samar-samar
pun berkenaan dengan bukti untuk mendukung teori
materialistis tentang asal-usul manusia yang amat
mengguncangkan kaum Muslim, Yahudi dan Nasrani tersebut.
Makna Spiritual Mendalam Penciptaan Manusia dari Tanah
------------------------------------------------------------
Sebagaimana ditunjukkan oleh kedua ayat berikut ini, manusia
ditampilkan di dalam Al-Quran sebagai suatu wujud yang amat
erat berkaitan dengan tanah (perujukan pertama):
[Tulisan Arab]
"Dan Allah menumbuhkan kamu sebagai suatu tumbuhan dari
tanah, dan kemudian Dia akan mengembalikan kamu kepadanya,
Dia akan mengeluarkan kamu lagi, sebagai suatu keluaran
baru." (QS 71 :17-18)
Ayat berikut ini menyebutkan tentang tanah (perujukan nomor
2):
[Tulisan Arab]
"Dari (tanah) itulah Kami,[5] membentuk kamu dan kepadanya
Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan
mengeluarkan kamu pada kali yang lain. " (QS 20:55)
Aspek spiritual asal manusia dari tanah ini ditekankan oleh
kenyataan bahwa kita mesti kembali ke tanah setelah kematian
dan juga oleh gagasan bahwa Tuhan akan mengeluarkan kita
lagi pada Hari Pengadilan, suatu makna spiritual yang,
sebagaimana telah kita lihat, juga ditegaskan oleh Bibel.
Sehubungan dengan penerjemahan di atas, berkenaan dengan
perujukan nomor 2, saya ingin menunjukkan kepada baik para
pembaca berbahasa Arab maupun yang menguasai bahasa Arab di
Barat, kata bahasa Arab khalaqa biasa diterjemahkan dengan
kata kerja 'menciptakan'. Tetapi, penting untuk diketahui,
bahwa sebagaimana ditunjukkan oleh kamus yang amat baik yang
disusun oleh Kasimirski, arti asli kata tersebut adalah
'memberikan suatu proporsi kepada sesuatu atau membuatnya
memiliki proporsi atau jumlah tertentu.' Bagi Tuhan (saja),
penerjemahan tersebut telah dimudahkan dengan penggunaan
kata 'menciptakan,' yakni mewujudkan sesuatu yang sebelumnya
tidak maujud. Dengan berbuat demikian, orang-orang yang
secara eksklusif menggunakan istilah 'menciptakan' sebagai
merujuk kepada tindakan itu, telah gagal menerjemahkan
gagasan tentang 'proporsi' yang menyertainya. Penerjemahan
yang lebih tepat, barangkali, adalah dengan menggunakan kata
'membentuk' atau 'membentuk dalam proporsi tertentu.' Hal
ini akan membawa kita lebih dekat kepada makna asli kata
bahasa Arabnya. Inilah sebabnya, kenapa saya telah memilih
menggunakan kata 'membentuk' di dalam sebagian besar
terjemahan-terjemahan saya, dengan makna yang disiratkan
oleh kata bahasa Arab primitifnya.
Komponen-Komponen Bumi (Tanah) Dan Pembentukan Manusia
------------------------------------------------------------
Makna spiritual utama asal-usul manusia dari tanah tidak
menyingkirkan pengertian, yang ada di dalam Al-Quran,
tentang apa yang pada masa kini disebut sebagai
'komponen-komponen' kimiawi tubuh manusia yang bisa
ditemukan di tanah[6] agar bisa membawakan pengertian ini
yang pada masa kini diakui sebagai tepat secara saintifik
kepada orang-orang yang hidup ketika Al-Quran diwahyukan,
maka terminologi yang sesuai dengan tingkat pengetahuan pada
masa itu harus digunakan. Manusia dibentuk dari
komponen-komponen yang dikandung di dalam tanah. Gagasan ini
muncul dengan sangat jelas dari berbagai ayat yang di
dalamnya elemen-elemen pembentuk tersebut ditunjukkan dengan
berbagai nama (perujukan nomor 3):
[Tulisan Arab]
"Dia telah menyebabkan kamu tumbuh dari bumi (tanat)." (QS
11.61)
Gagasan tentang tanah (ardh di dalam bahasa Arab) diulangi
pada surah 53 ayat 32.
Tuhan berbicara kepada manusia (perujukan nomor 4):
[Tulisan Arab]
"Maka sesungguhnya Kami telah membentukmu dari tanah gemuk
(soil)." (QS 22 :5)
Asal manusia dari tanah gemuk (thurab di dalam bahasa Arab)
diulangi dalam surah 18 ayat 37, surah 30 ayat 20, surah 35
ayat 11 dan surah 40 ayat 67. Selanjutnya (perujukan nomor
5):
[Tulisan Arab]
"Dialah yang membentuk kamu dari lempung." (QS 6 :2)
Lempung (thin dalam bahasa Arab) dipergunakan dalam beberapa
ayat untuk mendefinisikan komponen-komponen pembentuk
manusia.
Selanjutnya (perujukan nomor 6):
[Tulisan Arab]
"(Tuhan) memulai penciptaan manusia dari lempung." (QS 32:7)
Penting untuk dicatat dalam hal ini bahwa Al-Quran menunjuk
kepada 'awal' suatu penciptaan dari lempung. Hal ini jelas
bermakna bahwa tahap yang lain akan segera mengikuti.
Meskipun tampak tidak memberikan data baru bagi studi masa
kini, kutipan berikut ini diberikan demi kelengkapan. Ayat
ini merujuk kepada manusia (perujukan nomor 7):
[Tulisan Arab]
"Sesungguhnya Kami telah membentuk mereka dari lempung yang
pekat." (QS 37:11)
Selanjutnya (perujukan nomor 8):
[Tulisan Arab]
"Dia membentuk manusia dari lempung, seperti tembikar." (QS
55:14)
Citra di atas menunjukkan bahwa manusia 'dimodelkan',
sebagaimana ditunjukkan dalam ayat berikut ini. Kita juga
bisa menemukan gagasan tentang 'pencetakan' manusia, yang
merupakan subyek sub-bagian berikut (perujukan nomor 9):
[Tulisan Arab]
"Dan sesungguhnya Kami telah membentuk manusia dari lempung,
dari lumpur yang dicetak." (QS 15:26)
Gagasan yang sama diulangi (perujukan nomor 10):
[Tulisan Arab]
"Dan sesungguhnya Kami telah membentuk manusia dari suatu
saripati lempung." (QS 23 :12)
Saya menggunakan kata 'saripati' untuk menerjemahkan istilah
bahasa Arab sulalat yang berarti 'sesuatu yang disarikan
dari sesuatu yang lain' sebagaimana akan kita lihat nanti.
Kata tersebut muncul di bagian lain Al-Quran, yang di
dalamnya dinyatakan bahwa asal-usul manusia adalah sesuatu
yang disarikan dari cairan mani; (pada masa kini diketahui
bahwa komponen aktif cairan mani adalah organisme sel
tunggal yang disebut 'spermatozoon' ).
Saya membayangkan bahwa 'saripati lempung' pasti merujuk
pada berbagai komponen kimiawi yang menyusun lempung yang
disarikan dari air yang dalam hal bobotnya merupakan unsur
utama.
Air yang di dalam Al-Quran dianggap sebagai asal-usul
seluruh kehidupan, disebutkan sebagai unsur penting dalam
ayat berikut (perujukan nomor 11):
[Tulisan Arab]
"Dan Dia (pula) yang membentuk manusia dan air, maka Dia
jadikan pertalian keturunan (oleh laki-laki) dan
kekeluargaan oleh wanita." (QS 25:54)
Sebagaimana di tempat lain dalam Al-Quran, 'manusia' yang
dirujuk di sini adalah Adam.
Beberapa ayat menyinggung penciptaan wanita (perujukan nomor
12):
[Tulisan Arab]
"Tuhanmu sajalah) yang telah membentuk kamu dari setunggal
diri dan darinya menciptakan istrinya." (QS 4:1)
Ayat ini diulangi pada surah 7 ayat 189 dan surah 39 ayat 6.
Topik yang sama dirujuk dalam peristilahan yang kurang lebih
sama dalam surah 30 ayat 21 dan surah 42 ayat 11.
Tak akan timbul keraguan bahwa di dalam kedua belas
perujukan di atas banyak ruang diberikan kepada perenungan
simbolis tentang asal-usul manusia, termasuk suatu isyarat
yang jelas tentang apa yang akan terjadi atasnya setelah
kematiannya, dan mengandung penunjukan-penunjukan kepada
fakta bahwa manusia akan kembali ke bumi demi dimunculkan
kembali pada Hari Pengadilan. Meskipun demikian, di sana
juga tampak adanya perujukan kepada komposisi kimiawi tubuh
manusia.
Transformasi-Transformasi Manusia Sepanjang Berabad-Abad
------------------------------------------------------------
(3/5)
Bertentangan dengan di atas, komentar yang diberikan
terhadap beberapa ayat Al-Quran, yang akan saya kutip di
bawah ini, terutama mengandung pengertian-pengertian
material. Kita di sini berada di dalam lingkungan
transformasi-transformasi morfologis tulen yang terjadi
dalam cara yang selaras dan seimbang berkat adanya suatu
organisasi yang amat terencana, mengingat fenomena-fenomena
tersebut terjadi dalam tahap-tahap yang berturutan. Dengan
demikian, kehendak Tuhan yang terus-menerus memimpin nasib
masyarakat manusia, ditampakkan dalam keseluruhan kekuatan
dan keagungan-Nya melalui peristiwa-peristiwa ini.
Al-Quran, pertama kali, berbicara tentang suatu
'penciptaan', tetapi ia meneruskan dengan menguraikan suatu
tahap kedua, yang di dalamnya Tuhan memberikan bentuk kepada
manusia. Tak syak lagi, penciptaan dan organisasi morfologis
manusia dilihat sebagai peristiwa-peristiwa yang berturutan.
Tuhan berbicara kepada manusia (perujukan nomor 13):
[Tulisan Arab]
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami
memberimu bentuk, kemudian Kami katakan kepada para
Malaikat: 'Bersujudlah kamu kepada Adam'." (QS 7:11)
Karenanya, adalah mungkin untuk membedakan tiga peristiwa
berturutan yang dua di antaranya penting bagi studi kita:
Tuhan menciptakan manusia dan kemudian memberinya suatu
bentuk (Shawwara dalam bahasa Arab).
Di bagian-bagian lain dinyatakan bahwa bentuk manusia akan
bersifat selaras (perujukan nomor 14):
[Tulisan Arab]
"Ketika Tuhan mereka berfirman kepada para malaikat: Aku
hendak membentuk seorang manusia dari lempung, dari lumpur
yang diacu; bila Aku telah membentuknya secara selaras dan
meniupkan ke dalamnya ruh-Ku, maka sujudlah kepadanya." (QS
16 :28-29)
Ungkapan 'membentuk dengan selaras' (sawwai) diulangi dalam
surah 38 ayat 72.
Ayat lain menguraikan bagaimana bentuk selaras manusia
didapat melalui adanya keseimbangan dan kompleksitas
struktur. Kata kerja rakkaba dalam bahasa Arab berarti
'membuat sesuatu dari komponen-komponen' (perujukan nomor
16):
[Tulisan Arab]
"(Tuhanlah) yang telah menciptakan kamu lalu membentukmu
secara selaras dan dalam proporsi yang tepat, dalam bentuk
apa saja yang Dia kehendaki, Dia membuatmu dari
komponen-komponen." (QS 82 :73)
Manusia diciptakan dalam bentuk apa pun yang Tuhan
kehendaki. Ini adalah suatu hal yang amat penting.
Tuhan berbicara kepada manusia (perujukan nomor 16):
[Tulisan Arab]
"Sesungguhnya Kami telah membentuk manusia menurut rencana
organisasional yang sebaik-baiknya." (QS 95 :4)
Kata bahasa Arab taqwim berarti 'mengorganisasikan sesuatu
dengan cara terencana' yang, oleh karena itu, berarti suatu
susunan kemajuan yang telah lebih dahulu didefinisikan
secara cermat. Kebetulan sekali para spesialis evolusi,
ketika menguraikan transformasi-transformasi yang terjadi
sepanjang waktu, menggunakan ungkapan itu pula: perencanaan
organisasional itu sudah benar-benar terbukti dari
studi-studi saintifik mengenai masalah ini.
Konteks surah 95, yang darinya ayat di atas diambil, adalah
penciptaan manusia secara umum dengan merujuk kepada
kenyataan bahwa begitu manusia telah diberi bentuk yang
sedemikian terorganisasikan oleh kehendak Tuhan, ia terbenam
ke dalam kondisi yang amat buruk (yang berarti jompo dalam
usia tua). Surah tersebut sama sekali tidak menyebut-nyebut
perkembangan embrionik melainkan hanya menguraikan
penciptaan makhluk manusia secara umum. Dalam kerangka
struktur, perencanaan organisasional tersebut jelas merujuk
kepada spesies manusia sebagai suatu keseluruhan.
Penafsiran yang telah saya berikan atas ayat ini
mencerminkan pentingnya konteks sebagai sarana untuk
menyampaikan apa yang dirujuk oleh suatu kata tertentu
(perujukan nomor 17):
[Tulisan Arab]
"Dia sesungguhnya telah membentukmu dalam tahap-tahap
(tingkat-tingkat)." (QS 71:14)
Kata bahasa Arab yang diterjemahkan di sini sebagai
'tahap-tahap' atau 'tingkat-tingkat', adalah athwar (kata
tunggalnya thaur). Inilah satu-satunya ayat di dalam
Al-Quran yang di dalamnya kata tersebut muncul dalam bentuk
majemuknya. Tidak mungkinlah untuk mencari-cari di tempat
lain di dalam teks tersebut kepastian mengenai apakah
'tahap-tahap' atau 'tingkat-tingkat' itu -yang jelas merujuk
kepada manusia- berkenaan dengan perkembangan manusia di
dalam rahim (yakni, seperti yang diduga oleh para pengulas
terdahulu dan yang juga merupakan anggapan saya sendiri di
dalam buku saya terdahulu), ataukah kesemuanya itu menunjuk
kepada transformasi-transformasi yang dialami oleh spesies
manusia di sepanjang waktu. Ini adalah satu masalah yang
patut direnungkan.
Untuk memperoleh jawabannya, sudah pasti pertama sekali kita
mesti membahas tema tersebut sebagaimana diuraikan di dalam
Al-Quran. Demikianlah kita melihat bahwa surah 7l, yang
darinya ayat di atas kita ambil, terutama berhu
"Business Award 2008" Stembi Bandung
SEKOLAH Tinggi Ekonomi Manajemen Bisnis (Stembi) Bandung menganugerahkan "Business Award 2008" dalam acara wisuda sarjana dan diploma Stembi di Grand Pasundan Convention Hotel, Jln. Peta 147-149 Bandung, Senin (4/2).
Penghargaan tersebut diberikan kepada Hj. Enung Nuryanti pengusaha bandrek bajigur My & Me (sebagai wanita pengusaha berprestasi), Koperasi Simpan Pinjam Rukun Ikhtiar (UKM-koperasi berprestasi), Amanda Brownies (most favorite souvenir), Ardan 105,9 FM (radio pilihan dunia bisnis), dan Harian Umum Pikiran Rakyat (media cetak pilihan dunia bisnis). Pada Wisuda tersebut dilantik 140 wisudawan yang terdiri atas Jurusan Manajemen S-1 (65 orang), Akuntansi S-1 (39), Manajemen D-3 (8), Akuntansi D-3 (11), dan Program D-1 (17).
Wisudawan terbaik diraih oleh Nita Siti Rohmah (Akuntansi S-1), dengan IPK 3,88. Pada upacara itu juga dilantik wisudawan tertua, H. Asyad Darwis (79 tahun) dan Winda Melanta (19) menjadi wisudawan termuda.
Sekolah bisnis....
SWA: Survei SWA-MARS menghasilkan peringkat sekolah bisnis terbaik. Siapa saja mereka? Apa yang membuat mereka dipersepsikan terbaik? Apa yang diharapkan seseorang ketika memutuskan meraih gelar Magister Manajemen?
"Pendidikan ini akan menjadi investasi jangka panjang yang bermanfaat untuk pengembangan diri dan karier saya di masa mendatang, termasuk peningkatan pendapatan tentunya," demikian seorang mahasiswa MM Universitas Indonesia angkatan 2003 (sebut saja Eddy) mengungkap alasannya.
Ia optimistis, program yang sedang digelutinya saat ini dapat memperluas cara pandangnya dan wawasan ilmu pengetahuannya. Bahkan, "Saya berharap, pola pikir akan semakin terarah dan realistis.” Hal itu dimungkinkan, lantaran, "Ilmu yang kami pelajari di sini lebih bersifat terapan.” Begitulah pesona MM. Gelarnya dipandang menjadi selembar tiket untuk memperoleh peluang besar bekerja di perusahaan multinasional kelas atas, seperti IBM, General Electric, Ford Motor dan Unilever.
Di Indonesia, lulus sekolah MM juga diyakini menjadi simbol sukses dalam merentas karier. Gaji tinggi, fasilitas menarik dan jabatan bergengsi, seakan-akan terhampar di depan mata. Akibatnya, bukan hanya sekolah MM yang tumbuh subur. Lulusannya pun membanjiri pasar kerja. Sayangnya, kualitas mereka kini dipertanyakan karena banyak sekolah tinggi yang menawarkan program ini, tak jelas kredibilitasnya. Padahal, biaya sekolahnya jauh lebih tinggi daripada program pascasarjana lainnya. Sangat disayangkan bila sudah menguras tabungan, ternyata hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. Berangkat dari alasan menampilkan sekolah bisnis yang bisa dipercaya, SWA bekerja sama dengan lembaga riset independen, MARS, melakukan survei untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang sekolah bisnis yang dianggap terbaik.
Dari persepsi yang terbentuk, selanjutnya dibuat peringkat sekolah bisnis terbaik. Survei ini dilakukan dari pertengahan Mei hingga akhir Juli lalu di tiga kota besar: Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Responden yang terlibat dalam penelitian ini berasal dari kalangan calon mahasiswa, mahasiswa, alumni, user dan recruiter, yang jumlahnya mencapai 656 orang. Untuk memudahkan survei, responden dikelompokkan dalam dua panel. Panel 1, terdiri dari calon mahasiswa, mahasiswa dan alumni. Adapun Panel 2, user dan recruiter. Dalam hal ini, ada 13 sekolah bisnis yang ditanyakan ke para responden. Pengambilan sampel ke-13 sekolah bisnis tersebut didasarkan pada peringkat yang dikeluarkan Badan Akreditasi Nasional (BAN).
Pendekatan yang dilakukan dalam survei ini mencakup tiga hal, brand awareness (top of mind), image study dan satisfaction study. Brand awareness bertujuan mengetahui sekolah bisnis mana yang paling kuat dikenal responden. Image study dilakukan untuk mengenali persepsi responden. Sementara satisfaction study, untuk mengetahui tingkat kepuasan. Hasilnya? Dilihat dari skor total Panel 1 dan 2, MM UI berhasil meraih peringkat teratas dengan perolehan 55,92.
Di peringkat kedua, bertengger STM Prasetiya Mulya dengan total score 48,08. Berikutnya, STM IPMI (41,07), MM Universitas Gadjah Mada (40,87) dan MM Institut Pertanian Bogor (38,96).
Peringkat sekolah bisnis terbaik selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 1. Bila ditelusuri, atribut yang diukur dalam pengukuran skor meliputi: top of mind (TOM), best performance (sekolah bisnis terbaik menurut persepsi responden), image score (jumlah masing-masing image sesuai tingkat kepentingan menurut persepsi responden) dan satisfaction performance (tingkat kepuasan responden terhadap performa/kinerja sekolah bisnis yang dinilai).
Berdasarkan persepsi total pada Panel 1 -- meliputi empat atribut di atas -- MM UI menempati urutan pertama, dengan nilai TOM (28,30) dan image (72,54) tertinggi. Untuk kategori best performance dan satisfaction performance, MM UI masih di bawah yang lain. Di kategori best performance, nama yang muncul di peringkat pertama adalah IPMI, dengan skor 90,00. Di bawahnya, MM UI dan Prasetiya Mulya meraih nilai sama: 83,87. Untuk kategori satisfaction performance, Prasetiya Mulya memperoleh skor tertinggi, 73,00. Gambaran lengkap tentang persepsi total Panel 1 dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan data mentah yang diterima, ada beberapa alasan yang membuat responden pada Panel 1 mengatakan sekolah bisnis tersebut terbaik.
Dari puluhan jawaban yang ada, setidak-tidaknya ada lima alasan tertinggi, yaitu kurikulumnya lengkap sesuai tuntutan pasar/zaman (20,13%), dosen/stafnya berkualitas (19,29%), kampusnya terkenal (10,48%), fasilitasnya bagus (10,69%) dan lulusannya banyak yang diterima perusahaan terkenal (9,64%). Hal lain yang juga menarik disimak, dari jawaban terbuka yang dilontarkan responden Panel 1, terdapat beberapa keunggulan spesifik di masing-masing sekolah bisnis. Umpamanya, Prasetiya Mulya, PPM dan IPMI dinilai memiliki kurikulum yang sesuai kebutuhan pasar. Ketiga sekolah bisnis itu -- ditambah MM IPB -- juga diakui telah menerapkan program kerja praktik/magang di perusahaan terkemuka.
Bahkan, Prasetiya Mulya dan PPM dinilai memiliki sistem pendidikan yang seimbang antara teori dan praktik. Di pihak lain, banyak responden melihat sistem pendidikan di MM UI cenderung ke arah akademis. Beberapa sekolah bisnis, diakui responden Panel 1 memiliki spesialisasi tertentu. MM Bina Nusantara, misalnya, dilihat sebagai sekolah bisnis yang khusus menghasilkan magister bidang teknologi informasi.
Sementara itu, MM ITB di manajemen teknik, dan MM IPB di bidang agrobisnis dan pertanian. Dilihat dari persepsi total pada Panel 2, MM UI menempati urutan pertama, dengan nilai TOM tertinggi (37,36). Untuk kategori best performance, MM UGM memperoleh nilai teratas, 18,13. Di kategori satisfaction performance, ada dua sekolah bisnis yang meraih nilai tertinggi, yaitu MM ITB dan STM Bandung -- masing-masing 68,00. Sepertinya, ini terkait langsung dengan tingkat kepuasan yang diterima user dan recruiter dari lulusan kedua sekolah ini.
Dilihat dari keahliannya, kedua sekolah bisnis ini memang lebih implementatif. Adapun untuk image sekolah bisnis terbaik, MM Binus justru memperoleh nilai tertinggi (87,85). Data persepsi total pada Panel 2, selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3. Di luar itu, ada hal menarik yang terungkap dari persepsi responden mengenai best performance sekolah bisnis terbaik. Sebagai contoh, mahasiswa dan alumni MM Trisakti menilai MM UI (43,33) lebih tinggi dari sekolahnya sendiri (33,33).
Demikian pula dengan MM Indonusa Esa Unggul dan MM Atma Jaya Yogya. Sebagaimana MM Trisakti, mahasiswa dan alumni MM Indonusa Esa Unggul melihat MM UI (33,33) lebih tinggi dibanding sekolahnya (29,63). Sementara itu, dalam persepsi mahasiswa dan alumni MM Atma Jaya Yogya, ada tiga sekolah bisnis yang lebih baik dari tempatnya belajar, yakni STM Prasetiya Mulya (25,81), MM UI (22,58) dan MM UGM (19,35). Adapun untuk institusinya sendiri, mahasiswa dan alumni MM Atma Jaya hanya 16,13. Demikian pula untuk kategori satisfaction performance.
Pada Grafik 8 dan 9, Anda dapat melihat perbedaan menarik yang terungkap dari Panel 1 dan 2. Di Panel 1, MM ITB menduduki tempat terbawah dengan nilai 57,20. Sebaliknya, di Panel 2, MM ITB justru menempati urutan teratas dengan skor 68,00. Ada apa gerangan? Perbedaan mencolok ini antara lain disebabkan calon mahasiswa, mahasiswa dan alumni MM ITB memberikan pengharapan tinggi terhadap satisfaction performance sekolahnya. Dilihat dari karakternya, mahasiswa institusi ini secara akademis bisa dikatakan unggul. Biasanya, orang-orang yang masuk kategori ini menuntut kepuasan yang lebih tinggi dibanding kebanyakan orang.
Hasilnya, di mata mereka, MM ITB belum memberi kepuasan sesuai harapan. Di lain pihak, lulusan MM ITB sebenarnya sangat bisa diandalkan. Ini terlihat dari persepsi Panel 2 mengenai satisfaction performance MM ITB di beberapa perusahaan yang disurvei. Hanya saja, di mata Mitra Pengelola Amrop Hever, Pri Notowidigdo, lulusannya kurang dapat berkomunikasi dan bertukar pikiran dalam tim. "Ada persepsi dari klien saya, mereka terlalu matematis dan scientific oriented.
Nah, orang seperti ini lebih sulit diajak diskusi dan bertukar pikiran," ungkap pemilik jasa head hunter ini kalem. "Tapi, mungkin ini hanya kesan," ia buru-buru menambahkan. Yang perlu diketahui, dalam penghitungan akhir untuk menentukan peringkat sekolah bisnis terbaik, terdapat perbedaan pembobotan antara Panel 1 dan 2. Menurut Direktur Riset MARS, Budi Suharjo, bobot untuk Panel 1 lebih tinggi dibanding Panel 2. Alasannya, "Panel 1 memberi informasi yang lebih variatif dan mengarah ke fakta. Jumlah responden yang terjaring juga lebih banyak.” Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Panel 2 tidak selengkap Panel 1.
Pasalnya, responden yang terjaring tidak banyak. Selain itu, "Mereka kurang tahu persis kondisi internal masing-masing sekolah bisnis yang disurvei," ujarnya. Karena kesulitan mencari responden untuk Panel 2, MARS menaikkan bobot untuk Panel 1 menjadi 70% dan 30% untuk Panel 2. Kurang berimbangnya responden pada Panel 1 dan 2, diakui Budi merupakan kelemahan survei ini. "Responden untuk Panel 2 lebih banyak yang menolak diwawancara, dengan alasan sibuk dan tak mau diganggu," jelasnya. Kelemahan lain, selain bobot Panel 2 yang lebih rendah dari Panel 1, survei ini hanya berdasarkan persepsi. "Jadi, tidak terlalu eksak, karena persepsi sangat tergantung pada siapa yang menilainya," jelasnya.
Kendati demikian, Budi berani memastikan, survei ini sudah memenuhi kaidah statistik untuk bisa dikatakan valid. Maksudnya, pihak MARS telah melakukan proses yang lazim dalam penelitian lapangan. "Kuesioner yang kami buat, reliabilitas, dan validitasnya telah diuji," tambahnya.
Selanjutnya, dari survei ini pun bisa dipahami bagaimana dimensi dan persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai sekolah bisnis. Last but not least, survei ini juga sangat bagus untuk melengkapi hasil akreditasi yang dikeluarkan BAN. "Saya yakin, hasil survei ini memiliki nuansa tersendiri," ujar doktor lulusan Jerman yang juga aktif di BAN ini mantap. Bila dilihat perkomponen yang disurvei, persepsi sekolah bisnis di setiap panel memiliki keunggulan masing-masing. Budi mencontohkan, di Panel 1, MM UI unggul hampir di semua kategori.
Sementara ITB, unggul di Panel 2 untuk aspek kepuasaan. Ini menandakan, kedua aspek itu bisa ditangkap untuk mencari gambaran menyeluruh. Yang pasti, dari lima besar sekolah bisnis terbaik yang disurvei kali ini, masing-masing mempunyai ciri khas yang menjadi keunggulannya. MM UI, umpamanya, seperti dituturkan Ketua Programnya Ronny K. Muntoro, memiliki keunggulan pada kurikulumnya. "Kurikulum kami yang paling lengkap," klaimnya bangga.
Di samping itu, lembaga ini juga berupaya agar lulusannya menjadi manajer yang memiliki daya analisis yang tajam. Saat ini, jelas Ronny, pihaknya menggelar tiga macam program MM. Pertama, program Reguler, yang terdiri dari Manajemen Internasional, Keuangan, Operasional, Pemasaran dan SDM. Kedua, program khusus bidang keuangan seperti Aktuaria, Manajemen Risiko dan Pasar Modal.
Ketiga, program yang khusus mempelajari Manajemen Internasional. Di program terakhir ini, dijalin kerja sama dengan salah satu universitas di Prancis. Lulusannya akan memperoleh gelar ganda, yakni Magister Manajemen dari UI dan Certificat d`Aptitude a L`Administration des Enterprice dari Prancis. "Tentu saja, para lulusannya harus mampu berbahasa Perancis," katanya. Model kurikulum yang seperti itu, dijelaskan mantan Dirut Aerowisata ini, bertujuan agar semua mahasiswa dapat menjawab segala pertanyaan dasar yang muncul di dunia bisnis. Untuk itu, tiap mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah dasar. Sekalipun bidang studi yang diambil Manajemen Pemasaran, misalnya, mahasiswa tetap harus mengikuti mata kuliah dasar, yang terdiri dari manajemen keuangan, operasi, SDM, hukum dan etika bisnis. "Biar kalau nanti diajak ngomong bisnis bisa nyambung," tandas pria yang ikut membidani lahirnya MM UI pada 1988 ini.
Di lain pihak, ia mengaku sering mendengar penilaian orang yang menyatakan lembaganya terkesan teoretis. "Bagi orang luar, barangkali model kurikulum seperti itu jadi terkesan teoretis," ujarnya. Untuk menghilangkan pandangan seperti itu, pihaknya berusaha menghadirkan dosen dari kalangan praktisi -- yang mengerti seluk-beluk dunia bisnis. "Kami sadar betul di UI banyak pemikir textbook, tapi kurang pengalaman praktis," ujarnya. Dalam hal ini, Ronny beruntung karena banyak praktisi yang mengajukan diri menjadi dosen di tempatnya.
Di Prasetiya Mulya, model kurikulum lebih diarahkan untuk melatih keterampilan dan pengetahuan bisnis, keterampilan kerja sama tim, mengasah intuisi dalam mengantisipasi perubahan iklim bisnis, serta membentuk sikap profesional sebagai bagian dari rencana bisnis yang komprehensif. Tak hanya itu, lulusannya juga diharapkan terampil mengimplementasikan konsep bisnis dan tanggap terhadap berbagai isu sosial, tanpa melupakan kode etik dalam berbisnis.
"Kami ingin alumni memiliki karakter yang kuat, sehingga mereka tough dalam menghadapi kompetisi usaha," tutur A. Suryo Nugroho, Direktur & Chairman Graduate Management Program Prasetiya Mulya. Hal ini, dikatakannya, sangat dimungkinkan lantaran lembaga ini memiliki kurikulum yang terintegrasi antara dunia akademis dan praktis. Program favorit para mahasiswa adalah pemasaran, keuangan, strategi bisnis dan manajemen SDM. Seluruh materi diberikan dalam bahasa Inggris. Hanya, dalam penyampaiannya penggunaan bahasa Indonesia masih dominan.
Namun, "Penggunaan bahasa Inggris kami latih terus-menerus, khususnya saat diskusi kelompok," ujarnya. Cara pengajarannya, seperti diungkapkan Associate Dean for Academic Affairs Prasetiya Mulya Sammy Kristamuljana, lebih bersifat diskusi kelompok. "Kami ingin melatih kemampuan berargumentasi yang disertai alasan yang logis," tandasnya. Manfaat diskusi ini, mahasiswa terlatih mengeluarkan pendapat, bernegosiasi, dan berpikir analitis untuk mencari solusi bisnis.
Di samping itu, Direktur Promosi dan Informasi Prasetiya Mulya Iwan K. Kahfi menambahkan, agar dapat memenuhi kebutuhan user dan recruiter, sekolah bisnis ini juga memiliki program Layanan Pengembangan karier. Dalam program ini, ada pengembangan karier alumni, konsultasi akademis dan karier, layanan informasi korporat serta rekrutmen dan presentasi korporat.
Dengan cara ini, pihak Prasetiya Mulya serta mahasiswa dan alumninya dapat mempersiapkan diri agar memiliki nilai jual lebih di pasar kerja. Juga, untuk mengetahui yang sesungguhnya diinginkan para pelaku usaha dan jasa recruiter, sekolah bisnis yang didirikan pada 1982 ini menerapkan program Career Day, yang digelar dua kali setahun, pada Juni dan November, serta tiga bulan sebelum tes akhir, Business Plan Seminar & Comprehension Exam. Sammy memperkirakan, rata-rata nilai pasar lulusan MM Reguler Prasetiya Mulya tanpa pengalaman kerja, Rp 3,5-5 juta/bulan.
Sementara lulusan dengan pengalaman kerja, rata-rata gajinya Rp 10 juta lebih/bulan. "Tetapi angka ini sangat variatif. Tergantung perusahaannya, juga kompetensi mereka nantinya," tambahnya. Dilihat dari peringkat sekolah bisnis terbaik yang dilakukan SWA dan MARS tahun ini, MM UI dan Prasetiya Mulya berada di tempat yang diinginkan semua orang. Akan tetapi, yang mesti dicermati, peringkat atas bukanlah segalanya untuk menjatuhkan pilihan. Ini tidak bisa dijadikan ukuran dan jaminan mutlak yang bersangkutan unggul dalam segala hal.
Pasalnya, dalam hal kompetensi, boleh jadi, sekolah bisnis di peringkat bawah pun tak kalah dibanding yang menduduki peringkat lima besar. Sekarang, mari kita tengok STM PPM, yang dalam survei ini berada di peringkat ke-7. Sejak awal, sekolah tinggi manajemen yang didirikan pada 1967 ini diarahkan untuk menjadi Harvard Business School-nya Indonesia.
Dalam membuat strategi, Ketua STM PPM Andi Ilham Said mengatakan, pihaknya sangat jelas merumuskan output-nya. Program Widya Wiyata, umpamanya, merupakan jembatan agar lulusan S-1 bisa masuk ke dunia kerja. Biasanya, mahasiswanya adalah fresh graduate. Di luar itu, kelas eksekutif dipersiapkan untuk menjadi public change leader. Kelas ini dibentuk karena adanya kebutuhan, agar SDM yang dihasilkan bisa membawa perubahan yang baik.
Kurikulumnya pun disesuaikan kebutuhan bisnis. "Kurikulum yang kami terapkan adalah kurikulum terbuka. Ini sangat menguntungkan, karena bisa lebih mendekati pasar," katanya. Di sini, ia menjelaskan, lembaganya tidak memberlakukan kurikulum standar. Alasannya, "Di dunia bisnis, masalah yang dihadapi terkait dengan bidang lain". Karena itu, PPM memberi kemudahan kepada mahasiswanya untuk memilih dan meramu kurikulum sendiri. Untuk lebih jelasnya, ada tiga kelompok utama mata kuliah yang diberikan, pertama, mata kuliah dasar yang ditujukan untuk membentuk dan mengadaptasi pola pikir manajemen.
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa diajarkan tentang self development dan team building, terdiri atas 10 SKS. Kedua, mata kuliah inti, yang memiliki kontribusi langsung dalam membentuk output, misalnya leadership, strategic thinking dan change management (24 SKS). Ketiga, mata kuliah pilihan, yang ditujukan untuk menambah pengetahuan mahasiswa terhadap topik tertentu, sesuai minatnya. Mahasiswa dapat memilih 8 SKS dari banyak pilihan yang disediakan.
Dalam proses pembelajarannya, mahasiswa juga diberi materi yang bersifat soft skill, misalnya cara berkomunikasi dan mendengarkan dengan baik. Untuk mengasah kemampuan ini, menurut Andi, pihaknya juga memberikan keleluasaan pada mahasiswanya untuk melakukan kegiatan outbound.
Metode pengajarannya pun lebih banyak membahas kasus. Selanjutnya, mahasiswa diminta berpartisipasi untuk membuat penyelesaian kasus tersebut. Yang menarik, PPM menerapkan pinjaman lunak jangka panjang. Artinya, calon mahasiswa yang memiliki kompetensi, bisa sekolah di institusi ini dengan biaya yang akan dibayarkan secara mencicil setelah yang bersangkutan diterima bekerja. "Tentu saja cicilannya akan progresif, sesuai besaran gaji yang terus meningkat," kata Andi.
Untuk memperoleh pinjaman seperti ini, mahasiswa harus mengikuti proses seleksi yang biasanya dilakukan di empat kota besar di Indonesia. Dari rata-rata 200 peserta, hanya 40-50 orang yang lolos seleksi tersebut. Di MM Trisakti, kompetensinya lain lagi. Sejak didirikan pada 1992, sekolah bisnis ini fokus pada pengembangan kewirausahaan. Dalam kurikulumnya, MM Trisakti yang pada survei ini berada di peringkat ke-9 selalu merangsang mahasiswanya agar mempunyai inisiatif, kreatif, arif dan percaya diri. Pengajarannya menggunakan metode yang didasarkan pada pengetahuan praktik.
"Harapannya, lulusan bisa menjadi wirausahawan," ujar Direktur Program Pascasarjana Universitas Trisakti Thoby Mutis. Diakuinya, situasi bisnis selalu berubah. Sebab itu, Trisakti selalu mencari buku-buku terbaru dan memperbarui modulnya. "Kami tidak percaya dengan modul asing. Berdasarkan pengalaman, malah tidak memecahkan masalah," tandasnya. Ini disebabkan, kasus-kasus yang disuguhkan terkadang tidak dapat dipakai di Indonesia. Pada akhirnya, buku-buku tersebut hanya sebagai referensi dan pendalaman materi. Sekarang, metode pengajarannya lebih diarahkan ke problem-based learning. Dalam metode ini, sebelum kuliah para mahasiswa diberi 100-200 pertanyaan esai.
Modulnya dikerjakan bersama-sama dengan Maastrich School of Business dari Belanda. Kendati demikian, Thoby mengaku tidak menganut content global. "Realitas globalisasi memang tidak dapat dimungkiri. Kami akan mengikutinya dan mempersiapkan diri. Namun, fokus kami adalah melihat pasar lokal dan sublokal," ujarnya tegas. Melihat metode pengajaran dan kompetensi yang dimiliki sejumlah sekolah bisnis, barangkali kita pantas berdecak kagum. Mereka tak hanya "habis-habisan" menawarkan keunggulan dalam hal pengajaran dan kurikulum. Di samping itu, fasilitas yang memadai juga menjadi nilai lebih masing-masing sekolah bisnis.
Semua sekolah bisnis menyediakan perpustakaan dan jaringan Internet, yang dapat diakses secara langsung oleh mahasiswanya. "Bahkan nantinya, di setiap ruang kelas PPM disediakan Internet link," tutur Andi. Selain fasilitas Internet, MM Trisakti pun menyediakan layanan 24 jam Trisakti Online Student Services, antara lain berupa AutoSAn (Automatic SMS Announcer).
Adapun MM UI berupaya membangun fasilitas belajar yang lengkap dengan menggandeng perusahaan atau bank. Tak heran, saat ini ada ruang kuliah yang diberi nama Ruang BRI -- hasil kerja sama dengan Bank BRI. Biaya kuliah barangkali juga menjadi pertimbangan dalam memilih sekolah bisnis.
Saat ini, untuk program reguler yang memiliki masa kuliah 16 bulan untuk 50 SKS, biaya kuliah di Prasetiya Mulya berkisar Rp 49 juta. Sedangkan untuk program eksekutif muda selama dua tahun, mahasiswa mesti menyiapkan dana sekitar Rp 54 juta untuk 48 SKS. Dan, untuk program MM eksekutif -- juga 48 SKS selama 2 tahun -- sekitar Rp 56 juta. "Semua biaya ini sudah all in," ungkap Nugroho. MM Trisakti bisa dikatakan menawarkan biaya kuliah relatif lebih terjangkau, Rp 20-25 juta. Terlepas dari peringkat yang ada dalam survei ini, satu pertanyaan menarik terlontar: apakah lulusan lokal kalah pamor dibanding keluaran mancanegara? Kabar tersiar, lulusan lokal masih sering dipandang sebelah mata -- baik oleh user maupun recruiter.
Beberapa perusahaan kabarnya memberi perlakuan berbeda. Lulusan luar negeri -- biasa disebut MBA -- juga terkesan lebih bergengsi dibanding lokal. Benarkah? Menanggapi hal ini, Thoby balik bertanya, "Ukurannya apa? Apakah ukurannya SDM tersebut bisa bekerja di luar negeri atau lebih mudah diterima di perusahaan multinasional?" Diakuinya, persepsi masyarakat yang lebih mengunggulkan sekolah luar negeri memang masih melekat kuat.
"Tapi, itu tidak selalu benar," bantahnya tegas. Andi menambahkan, kalau ingin menilai lulusan MBA luar negeri, terlebih dulu harus dilihat nama sekolahnya. Maksudnya, kalau sekadar dari sekolah bisnis yang kredibilitasnya tak jelas -- misal peringkatnya di bawah 400 -- bisa dikatakan MM lokal jauh lebih unggul. Bila dilihat dari nilai tambahnya, menurut Andi, kelebihan lulusan luar negeri terletak dalam hal penguasaan bahasa Inggris, international senses dan tidak gagap teknologi. Ihwal bahasa, Direktur PT Metrodata Electronics Sjafril Effendi sependapat.
"MBA luar negeri lebih baik dalam kemampuan menulis dan penguasaan bahasa Inggris," katanya. Meski begitu, sebagai user ia tidak membeda-bedakan antara lulusan lokal dan luar negeri. "Bagi kami sama saja. Selama yang bersangkutan bisa lulus tes, kami tidak pernah membedakannya," katanya. Untuk MM lokal, yang sering dipakai Metrodata antara lain dari UI, Prasetiya Mulya dan PPM. Khusus TI, dipercayakannya pada Binus. Bahkan, TNT Logistik Indonesia yang perusahaan multinasional pun tidak membeda-bedakan lulusan lokal dan luar negeri.
Di perusahaan ini, jelas Direktur SDM Country-nya, Irvandi Ferizal, yang dilihat adalah kompetensinya. Tambahan pendidikan MM/MBA, diakuinya, akan menambah wawasan karyawan. "Wawasan manajerialnya menjadi lebih matang," ujarnya. Akan tetapi, itu tidak menjamin 100%. "Ini sangat tergantung individunya," katanya. Yang banyak terjadi, Irvandi melanjutkan, tatkala diwawancarai, sejumlah pelamar bergelar MBA merasa sudah tahu semua dan siap menduduki posisi tinggi. "Mau instan. Padahal, banyak yang belum punya pengalaman dan masih butuh pengujian di lapangan," tuturnya.
Sejauh ini, TNT berpengalaman mempekerjakan lulusan STM IPMI dan Prasetiya Mulya. Di matanya, lulusan lokal pun bisa memuaskan (tentang lokal dan asing ini, lihat “Bukan Lagi the Golden Ticket”). Direktur Pengelola Templar International Consultant Dinna Erwinn mengungkapkan, umumnya MM lokal banyak diserap perusahaan-perusahaan besar yang membidangi jasa, consumer goods atau pertambangan minyak.
Bila berpengalaman, mereka akan langsung ditempatkan di posisi manajerial. Biasanya, lulusan lokal yang banyak diserap pasar berasal dari UI, Prasetiya Mulya, IPMI dan PPM. Menanggapi lulusan lokal yang tetap diserap pelaku bisnis, Wakil Kepala Divisi SDM Bank BNI Lies Purwani berpendapat, untuk lebih menggenjot daya saing lulusannya, sekolah bisnis di Tanah Air sebaiknya meningkatkan kualitasnya. Ke depan, ia berharap, sekolah bisnis tidak hanya menyediakan program yang umum dan mendasar, tapi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar (user).
Dengan begitu, lulusan lokal dapat dipastikan berdiri sejajar dengan keluaran luar negeri. Tentu, ini tantangan berat buat para pengelola sekolah bisnis di Indonesia. Akan tetapi, inilah konsekuensi agar sekolah bisnis dalam negeri tetap menjadi pilihan sekaligus jawaban kebutuhan dunia bisnis. Juga, jawaban bagi mereka yang seperti Eddy saat ditanya: apa yang diharapkan ketika memutuskan meraih gelar MM? Di mata mereka, sekolah bisnis adalah investasi untuk pengembangan diri dan karier.
Firdanianty Reportase: A. Mohammad B.S., Abraham Susanto, Dede Suryadi, Farida Nawang Nurini, Herning Banirestu, Tutut Handayani Riset: Vika Octavia. swaNET.com, Indonesia Business Online - 9 November 2003
UN 2008? siapa takut.....
Ujian Nasional (UN) tahun 2008 bakal dipastikan menambah beban belajar bagi siswa Kelas IX (SMP) dan Kelas XII (SMA/SMK) karena melalui Badan StandarisasiNasional Pendidikan (BSNP), Depdiknas berancang-ancang menambah jumlah mata pelajaran dasar yang diujikan antara lain : IPA dan IPS .
Setelah sebelumnya, UN SMP dan SMA hanya memiliki tiga mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika (Jurusan IPA), Ekonomi (Jurusan IPS saja), Bahasa Asing (Jurusan Bahasa).
Untuk tingkat SMP penambahan hanya untuk mata pelajaran IPA.
Untuk tingkat SMA penambahan terjadi pada Jurusan IPA, yaitu : Fisika, Biologi, Kimia
Untuk Jurusan IPS di SMA ditambah dengan mata pelajaran : Sosiologi, Geografi, atau mata pelajaran dasar pada jurusan tersebut.
Sementara untuk SMK tidak luput dari penambahan mata pelajaran, yang disesuaikan dengan program kekhususan pada SMK dimaksud. Dan ini adalah otoritas direktur SMK untuk menambah mata uji nasional di SMK.
Maksud penambahan ini, menurut Sekretaris BSNP, Suharsono, untuk menambah angka kelulusan siswa, karena mata pelajaran yang ditambahkan adalah mata pelajaran khusus jurusan masing-masing dan otomatis diharapkan siswa tentu sudah lebih menguasai pelajaran spesialisasinya itu.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 45 tahun 2006, pemerintah menetapkan angka 5,00 sebagai standar kelulusan. Untuk tahun 2008, secara tidak langsung BSNP menyatakan angka standar kelulusan tersebut bisa saja bertambah.
Bagaimana kesiapan anda menyongsong tahun 2008, terlebih anda yang sekarang duduk di kelas XI IPA dan tahun 2009 menghadang saudara dengan UN seperti uraian di atas ?
Maka persiapkanlah diri anda semenjak sekarang, supaya tahun mendatang tidak menjadi muram !
Ada berita sepotong yang menyedihkan, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah sama sekali belum mengadakan antisipasi dengan alasan surat edaran dari pusat belum sampai ke tangan mereka sehingga itu semua adalah upaya sekolah, nah sekolah-sekolah di Palangka Raya ini rata-rata baru bertindak setelah ada crash programme . Tindakan darurat, memaksa komite dan ortu siswa untuk membayar lebih dengan alasan supaya guru bisa bekerja ekstra keras mempersiapkan siswa kelas XII untuk menghadapi ujian plus plus plus yang lain ???? stw lah …. apa ada lagi ? Nah ini yang menurut ryanpp bisa memicu kembali maraknya kecurangan saat UN, apalagi 2008 ini bener-bener mempertaruhkan harga diri bos-bos mulai dari bawah pusat hingga ke kepala …..
Selamat Berjuang ! Victoria La Siempre !!!
sumber : Kalteng Pos, Minggu, 30 September 2007
Diposting oleh Alumni HARISMA
Label: berita
"Menjadi PNS Bebas Utang" Enak banget ya....
Alasannya, pertama, utang ke banklah yang memungkinkan PNS hidup layak. Orang tahu, gaji PNS itu tidak layak. Golongan III antara Rp 1-2 juta. Golongan IV antara Rp 2-3 juta. Gol I dan II? Jelas, di bawah Rp 1 juta. Di departemen, golongan IV ini adalah para eselon, di militer adalah kolonel sampai jenderal, di perguruan tinggi adalah para doktor dan profesor.
Bila dihitung kebutuhan rumah tangga sekarang, gaji ini sangat tidak cukup untuk memenuhi standar kebutuhan keluarga sejahtera. Apalagi, zaman sekarang yang serbamahal. Tidak mungkin gaji PNS cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup tersebut. Dari mana dan kapan PNS akan punya rumah bila murni mengandalkan gaji yang tidak layak itu? Yang untuk memenuhi kebutuhan dasar saja jauh dari cukup? Harga rumah yang sederhana sekarang di atas Rp 100 juta. Dari mana bisa mendapatkan uang sebanyak itu?
Pinjam ke bank adalah satu-satunya alternatif karena menabung adalah impossible. Bagi PNS, menabung adalah angan-angan, sebuah utopia. Menabung adalah a dream that will never come true. Menabung saja tidak mungkin, bagaimana mungkin bisa memiliki rumah?
Ubah paradigma
Namun, jangan khawatir, PNS tetap bisa menabung dengan cara lain yaitu dengan mengubah paradigma berpikir. Sebetulnya, sebagian besar PNS sudah melakukan ini, tetapi tidak sadar. Karena menabung konvensional yaitu "mengumpulkan uang di akhir" tidak mungkin, maka menabunglah dengan cara "mengumpulkan uang di depan". Mengumpulkan uang di depan tak lain adalah pinjam ke bank. Menabung di akhir bisa disebut sebagai "menabung kesadaran". Ini sulit dan tidak mungkin. Maka, yang bisa dilakukan adalah "menabung paksaan", yaitu menabung di depan.
Bank memaksa PNS untuk "menabung paksaan" agar bisa membangun dan merenovasi rumah atau memenuhi kebutuhan dasar lain. Pemotongan gaji setiap bulan oleh bank adalah paksaan yang layak dan wajar bagi PNS dan itu sebenarnya menabung. Hampir seluruh PNS yang saya kenal, memiliki rumah dari pinjam ke bank.
Dalam konteks "menabung paksaan" yang positif inilah, pinjam ke bank bagi PNS adalah sebuah "keharusan" bahkan "kewajiban". Dari konteks ini pula adalah salah kalau kita mengatakan bahwa PNS yang mengambil kredit ke bank adalah punya utang ke bank. Tidak. Itu bukan utang. Itu tabungan di depan.
Masih ada keuntungan lain dari pinjam ke bank di alam modern ini. Utang itu wajib dibayar dan, dalam ajaran Islam, bila si terutang meninggal dunia harus dibayar atau diselesaikan oleh ahli warisnya (keluarganya). Bila utang tidak dilunasi, akan menjadi beban si terutang di akhirat kelak. Ini pengertian utang dalam paradigma lama. Utang ke lembaga modern seperti bank sekarang tidak seperti itu lagi. Aturan bank sekarang, bila si terutang meninggal dunia, utangnya otomatis lunas. Gaji pensiunnya tidak terganggu dan dosa utang di akhirat tidak membayangi. Ini menjadi keuntungan bagi rakyat kecil seperti PNS agar tidak perlu takut berutang, tentu sepanjang untuk kebutuhan mendasar, positif, dan produktif.
PNS bebas utang
PNS yang punya utang ke bank selama ini umumnya menghayati dan merasakan potongan gajinya yang besar untuk cicilan rumah sebagai beban cukup berat sehingga sering kurang ikhlas atau tidak bersemangat menerima sisanya yang kecil. Ini adalah cara berpikir keliru, negatif, dan harus direvisi. Perasaan beban ini muncul akibat dari cara berpikir konvensional. Misalnya, gaji seorang PNS golongan III/c Rp 2 juta. Gaji ini dipotong cicilan rumah ke bank Rp 1.400.000, 00 (dari kredit Rp 75 juta). Sisanya tinggal Rp 600.000,00.
Bila cara berpikir dan menghayati Anda seperti ini, selama beberapa tahun, Anda akan terus dibebani pikiran dan perasaan bahwa gaji Anda tiap bulan dipotong, dipotong, dan dipotong. Sisanya kecil, sedikit lagi, bahkan habis. Ini tidak sehat. Kalau kita ingin menjadi manusia merdeka, tidak merasa punya utang atau terlepas dari beban utang. Cara berpikir harus diubah.
Mulai saat ini, tancapkan dan nyatakan dalam hati bahwa gaji Anda aslinya Rp 600.000,00, bukan Rp 2 juta. Dengan demikian, Anda jadi merasa tidak punya utang. Potongan yang Rp 1.400.000,00 itu, anggaplah itu urusan negara (unit lembaga PNS Anda dengan bank), bukan urusan Anda.
Utang Rp 75 juta itu sesungguhnya tidak ada, sudah lunas, itu hadiah dari negara. Jadi, buat apa mengingat-ingat yang tidak perlu, yang tidak ada. Dengan gaji Rp 600.000,00 itu, Anda jadi merdeka, tidak punya utang, dan ingat gaji PNS naik terus tidak pernah turun.
Penghayatan ini jauh lebih positif ketimbang berpikir dan menghayati bahwa gaji Anda adalah Rp 2 juta, tetapi tiap bulan dipotong Rp 1.400.000,00. Besar sekali. Anda akan sedih dan jadi tidak semangat bekerja. Pikiran buruk yang merusak diri pun menyelinap, "Ngapain rajin-rajin amat kerja, gaji hanya tinggal 600 ribu perak. Tidak manusiawi!"
Dampak psikologis
Perubahan cara berpikir dan penghayatan seperti ini memiliki dampak positif. Pertama, Anda menjadi tidak merasa punya utang, bebas merdeka, tidak ada beban lagi. Kedua, Anda akan terbebas dari beban yang tidak perlu. Beban itu adalah konsekuensi logis dari keputusan Anda meminjam ke bank untuk urusan penting dan mendasar yaitu kepemilikan rumah dengan keringat sendiri.
Ketiga, dari kesadaran bahwa gaji Anda kecil, kurang, Anda akan terdorong untuk mencari tambahan lain yang halal. Mendingan secara kreatif dan semangat memikirkan mencari tambahan daripada memikirkan yang tidak perlu. Dengan merasa tidak punya utang, energi hidup Anda akan berlipat, Anda akan bersemangat mencari tambahan lain. Keempat, tidak ada alasan menurunnya semangat dan etos kerja sebagai PNS. Apalagi sesungguhnya selama ini pekerjaan sebagai PNS tidak berat, banyak nongkrongnya.
Penutup
Tulisan ini didedikasikan kepada para PNS yang tidak punya pemasukan lain selain gaji, atau para PNS yang kesulitan mendapatkan tambahan lain di luar gaji. PNS kelompok ini jumlahnya banyak, jutaan. Mereka umumnya adalah yang tidak punya peluang dan modal, tidak punya bakat usaha, benar-benar sebagai pekerja dan karyawan. Namun jangan salah, dedikasi mereka justru lebih tinggi sebagai PNS ketimbang yang banyak usaha di luar. Pengabdian mereka lebih terkonsentrasi.
Tulisan ini tidak bertujuan menyebarkan pola hidup konsumtif kepada PNS dengan beramai-ramai meminjam ke bank. Tidak. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengajak kita mengubah cara berpikir, mengubah sikap mental agar lebih positif menghadapi persoalan. Sebuah seruan untuk tetap mempertahankan etos kerja sebagai PNS walaupun selama ini terbebani oleh utang. Jangan takut meminjam ke bank selama untuk kebutuhan pokok dan mendasar. Janganlah takut selama Anda betah menjadi PNS dan selama pemerintah belum mampu menyejahterakan PNS secara layak dan wajar.
Kepada bank, permudahlah kredit kepada PNS terutama para guru. Sebagai abdi negara, hidup mereka pas-pasan. Mudahkanlah persyaratan kredit dan rendahkanlah bunganya serendah-rendahnya, serendah gaji mereka selama ini.(sumber: www.pikiran-rakyat.com)
Diposting oleh Alumni HARISMA
Label: berita


