Tampilkan postingan dengan label asal-muasal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asal-muasal. Tampilkan semua postingan

PADAMU KU TITIP CINTA.....

Baca Selengkapnya..

nissa_alfarisi@yahoo.com
Entah kenapa dan sejak kapan ada sesuatu yang terasa indah bermain-main dalam hatiku.

Aku sendiri terlambat menyadarinya. Saat rasa itu hadir, terus terang aku menjadi bingung untuk bersikap, aku tak tahu harus bagaimana. Namun kepergianmu membuatku yakin, bahwa ini sudah menjadi keputusanNya.
Aku merasa telah mengotori cintaku padaNya dengan meghadirkan sesuatu yang lain, padahal aku berusaha untuk menjadi orang yang senantiasa hidup dengan kemuliaan dan mati dalam kesyahidan. Maafkanlah aku yang terlalu jujur mengungkapkan ini semua, tapi utuk mengingatkanku sendiri bahwa hanya ada satu cinta, cinta kepada Sang Kholiq, cinta yang indah, cinta abadi, dan bukan sekedar cinta yang semu.
Ku berharap dengan semua rasa ini, tidak menjadikanku orang yang sentimentil, dan meninggalkan semua amanah ini. Aku akan berusaha tegar dan memahami akan hal ini.
Medan dakwah memang menuntutku untuk mempersiapkan diri terutama hati ini dengan lebih baik.
Sesunggunya akupun tak menghendaki dan tak sanggup menghilangkannya. ku hanya mencoba memahami, bagaimana membingkainyaagar tidak menjadi pelanggran dan kefatalan. Aku yakin aku bisa keluar dari kondisi ini, Ada satu untaian yang membekas dan menguatkan dalam hatiku yaitu "dalam hati anak adam, tidak boleh ada dua cinta, Karna Allah akan murka dan cemburu".
Hanya, jika seseorang menetapkan cinta itu untuk Allah, maka Allah akan memberikan balasan kepadanya dengan yang lebih suci. Para malaikat akan senantiasa mendoakan.
darinya Allah memberikan keturunan yang menjadi penghibur baginya di dunia. cinta itu menjadi cahaya baginya di alam kubur dan menjadi kebahagiaan baginya di akhirat kelak.
bukankah itu adalah cita-cita setiap insan?? Semoga aku dapat mengerti.
Sahabat, kepergianmu meninggalkan sejuta rasa, bahagia, duka,dan... aku malu.. malu padamu, aku iri padamu yang kini telah mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Sang Kekasih, dan kau telah mendapatkan kemuliaanNya. Sedangkan aku? menghadapi mautpun aku masih takut. Terimakasih ya Allah, Kau telah tunjukan jalanya. hamba mohon luruskan dan bersihkan 'cinta' itu didalam diri hamba.
Ada pepatah mengatakan "CINTA ITU FITRAH, DAN JANGAN KAU BUNUH CINTA ITU"
Jika demikian, biarkan ini bersemayam demi cintaku padaMu.
Sahabat, kepadamu cinta ini ku titipkan, Cinta suci kepada sang pencipta. Selamat jalan, Semoga Allh menyatukan kita dalam barisan orang-orang yang teguh dalam perjuangan

Kumpulan Alumni

Baca Selengkapnya..

Assalamualaikum Wr.Wb
Sahabat,pa kabar? mudah-mudahan sehat y...
oia saya mendapatkan amanah dari sahabat melalui sms,yang berisi berita akan ada kumpulan di antara anggota Harisma dan Alumni Harisma dan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2008 bertempat di Sekolah SMA Negeri 3 Tasikmalaya, Jl. Letkol Basyir Surya No.89 Telp. 0265-334889 Tasikmalaya
Hasil dari Kumpulan tersebut bisa sahabat kirim ke lembah.alvaras@gmail.com
Insyaallah akan saya tampilkan di blog...

Gambaran Kehidupan Manusia setelah Mati

Baca Selengkapnya..


Sahabat Ma'adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah...terangkan kepadaku tentang makna firman Allah "ketika ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok"". Lalu menangislah Rasulullah SAW. Cucuran air matanya membasahi pakaiannya. Engkau telah menanyakan sesuatu yang dahsyat. Umatku akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam 12 kelompok-kelompok tabiat.

* Kelompok pertama : Dibangkitkan tanpa kaki dan tangan, seraya terdengar suara dari sisiNya,
"Mereka adalah orang-orang yang mengganggu tetangganya. Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok kedua : Dibangkitkan dalam bentuk babi, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah balasan bagi orang-orang yang bermalas-malasan melakukan sholat dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok ketiga : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan perutnya besar menggunung yang dipenuhi ular dan kalajengking, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran orang-orang yang menahan zakat dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok keempat : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan darah mengalir dari mulut, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang berdusta dalam perkara jual beli dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok kelima : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan bau busuk, lebih busuk dari bau bangkai. seraya terdengar suara dari sisiNya, "inilah ganjaran bagi orang-orang yang melakukan maksiat (perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat islam) secara sembunyi karena takut terlihat orang tapi tidak takut dari pengawasan Allah dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok keenam : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan terputus lehernya, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang memberikan kesaksian palsu dan nerakalah tempatnya".

* kelompok ketujuh : Dibangkitkan dari kuburnya tanpa memiliki lidah dan dari mulutnya keluar darah dan nanah. Seraya terdengar suara dari sisiNya, "inilah ganjaran bagi orang-orang yang tidak mau memberikan kesaksian dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok kedelapan : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan tertunduk dan kedua kakinya berada diatas kepala, seraya terdengar suara dari sisiNya, "inilah ganjaran bagi orang-orang yang suka melakukan zina dan terlanjur mati sebelum bertobat dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok kesembilan : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam dan matanya biru serta perutnya penuh api, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang memakan harta dan merampas hak anak-anak yatim secara zalim dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok kesepuluh : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan sakit kusta dan sopak, seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang mendurhakai orang tuanya dfan nerakalah tempatnya".

* Kelompok kesebelas : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan buta hati, buta mata. Giginya seperti tanduk kerbau. Bibir dan lidahnya bergelantungan mencapai dada, perut dan paha. Dan dari perutnya keluar kotoran. Seraya terdengar suara dari sisiNya, "Inilah ganjaran bagi orang-orang yang meminum khamr (yang memabukan/alkohol) dan nerakalah tempatnya".

* Kelompok kedua belas : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan wajah bercahaya, seperti bulan purnama. Melewati Shirath Al-Mustaqim secepat kilat menyambar angin. Seraya terdengar suara dari sisiNya "Mereka adalah orang-orang yang melakukan amal sholeh kebajikan. Menjauhi segala kemaksiatan. Rajin memenuhi panggilan sholat dan mati setelah bertobat. Maka ganjaran mereka adalah Pengampunan, Rahmat, dan Ridho serta Surga dari ALLAH SWT".

"Ya Alllah,,, masukanlah hambaMU ini ke dalam golongan orang-orang yang selalu beriman kepadaMu ya Allah,,, jauhkan panas api neraka dari kami ya Allah....."



___________________
Pengirim : Yarry Anditian

Kisah Nabi Muhammad SAW 1 ( ARAB PRA ISLAM )

Baca Selengkapnya..

Sumber Peradaban Pertama
PENYELIDIKAN mengenai sejarah peradaban manusia dan dari mana pula asal-usulnya, sebenarnya masih ada hubungannya dengan zaman kita sekarang ini. Penyelidikan demikian sudah lama menetapkan, bahwa sumber peradaban itu sejak lebih dari enam ribu tahun yang lalu adalah Mesir. Zaman sebelum itu dimasukkan orang kedalam kategori pra-sejarah. Oleh karena itu sukar sekali akan sampai kepada suatu penemuan yang ilmiah. Sarjana-sarjana ahli purbakala (arkelogi) kini kembali mengadakan penggalian-penggalian di Irak dan Suria dengan maksud mempelajari soal-soal peradaban Asiria dan Funisia serta menentukan zaman permulaan daripada kedua macam peradaban itu: adakah ia mendahului peradaban Mesir masa Firaun dan sekaligus mempengaruhinya, ataukah ia menyusul masa itu dan terpengaruh karenanya?

Apapun juga yang telah diperoleh sarjana-sarjana arkelogi dalam bidang sejarah itu, samasekali tidak akan mengubah sesuatu dari kenyataan yang sebenarnya, yang dalam penggalian benda-benda kuno Tiongkok dan Timur Jauh belum memperlihatkan hasil yang berlawanan. Kenyataan ini ialah bahwa sumber peradaban pertama - baik di Mesir, Funisia atau Asiria - ada hubungannya dengan Laut Tengah; dan bahwa Mesir adalah pusat yang paling menonjol membawa peradaban pertama itu ke Yunani atau Rumawi, dan bahwa peradaban dunia sekarang, masa hidup kita sekarang ini, masih erat sekali hubungannya dengan peradaban pertama itu.

Apa yang pernah diperlihatkan oleh Timur Jauh dalam penyelidikam tentang sejarah peradaban, tidak pernah memberi pengaruh yang jelas terhadap pengembangan peradaban-peradaban Fira'un, Asiria atau Yunani, juga tidak pernah mengubah tujuan dan perkembangan peradaban-peradaban tersebut. Hal ini baru terjadi sesudah ada akulturasi dan saling-hubungan dengan peradaban Islam. Di sinilah proses saling pengaruh-mempengaruhi itu terjadi, proses asimilasi yang sudah sedemikian rupa, sehingga pengaruhnya terdapat pada peradaban dunia yang menjadi pegangan umat manusia dewasa ini.

Laut Tengah dan Laut Merah
Peradaban-peradaban itu sudah begitu berkembang dan tersebar ke pantai-pantai Laut Tengah atau di sekitarnya, di Mesir, di Asiria dan Yunani sejak ribuan tahun yang lalu, yang sampai saat ini perkembangannya tetap dikagumi dunia: perkembangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang pertanian, perdagangan, peperangan dan dalam segala bidang kegiatan manusia. Tetapi, semua peradaban itu, sumber dan pertumbuhannya, selalu berasal dari agama. Memang benar bahwa sumber itu berbeda-beda antara kepercayaan trinitas Mesir Purba yang tergambar dalam Osiris, Isis dan Horus, yang memperlihatkan kesatuan dan penjelmaan hidup kembali di negerinya serta hubungan kekalnya hidup dari bapa kepada anak, dan antara paganisma Yunani dalam melukiskan kebenaran, kebaikan dan keindahan yang bersumber dan tumbuh dari gejala-gejala alam berdasarkan pancaindera; demikian sesudah itu timbul perbedaan-perbedaan yang dengan penggambaran semacam itu dalam pelbagai zaman kemunduran itu telah mengantarkannya ke dalam kehidupan duniawi. Akan tetapi sumber semua peradaban itu tetap membentuk perjalanan sejarah dunia, yang begitu kuat pengaruhnya sampai saat kita sekarang ini, sekalipun peradaban demikian hendak mencoba melepaskan diri dan melawan sumbernya sendiri itu dari zaman ke zaman. Siapa tahu, hal yang serupa kelak akan hidup kembali.

Dalam lingkungan masyarakat ini, yang menyandarkan peradabannya sejak ribuan tahun kepada sumber agama, dalam lingkungan itulah dilahirkan para rasul yang membawa agama-agama yang kita kenal sampai saat ini. Di Mesir dilahirkan Musa, dan dalam pangkuan Firaun ia dibesarkan dan diasuh, dan di tangan para pendeta dan pemuka-pemuka agama kerajaan itu ia mengetahui keesaan Tuhan dan rahasia-rahasia alam.

Agama-agama Kristen dan Majusi
Setelah datang ijin Tuhan kepadanya supaya ia membimbing umat di tengah-tengah Firaun yang berkata kepada rakyatnya: "Akulah tuhanmu yang tertinggi" iapun berhadapan dengan Firaun sendiri dan tukang-tukang sihirnya, sehingga akhirnya terpaksa ia bersama-sama orang-orang Israil yang lain pindah ke Palestina. Dan di Palestina ini pula dilahirkan Isa, Ruh dan Firman Allah yang ditiupkan ke dalam diri Mariam. Setelah Tuhan menarik kembali Isa putera Mariam, murid-muridnya kemudian menyebarkan agama Nasrani yang dianjurkan Isa itu. Mereka dan pengikut-pengikut mereka mengalami bermacam-macam penganiayaan. Kemudian setelah dengan kehendak Tuhan agama ini tersebar, datanglah Maharaja Rumawi yang menguasai dunia ketika itu, membawa panji agama Nasrani. Seluruh Kerajaan Rumawi kini telah menganut agama Isa. Tersebarlah agama ini di Mesir, di Syam (Suria-Libanon dan Palestina) dan Yunani, dan dari Mesir menyebar pula ke Ethiopia. Sesudah itu selama beberapa abad kekuasaan agama ini semakin kuat juga. Semua yang berada di bawah panji Kerajaan Rumawi dan yang ingin mengadakan persahabatan dan hubungan baik dengan Kerajaan ini, berada di bawah panji agama Masehi itu.

Berhadapan dengan agama Masehi yang tersebar di bawah panji dan pengaruh Rumawi itu berdiri pula kekuasaan agama Majusi di Persia yang mendapat dukungan moril di Timur Jauh dan di India. Selama beberapa abad itu Asiria dan Mesir yang membentang sepanjang Funisia, telah merintangi terjadinya suatu pertarungan langsung antara kepercayaan dan peradaban Barat dengan Timur. Tetapi dengan masuknya Mesir dan Funisia ke dalam lingkungan Masehi telah pula menghilangkan rintangan itu. Paham Masehi di Barat dan Majusi di Timur sekarang sudah berhadap-hadapan muka. Selama beberapa abad berturut-turut, baik Barat maupun Timur, dengan hendak menghormati agamanya masing-masing, yang sedianya berhadapan dengan rintangan alam, kini telah berhadapan dengan rintangan moril, masing-masing merasa perlu dengan sekuat tenaga berusaha mempertahankan kepercayaannya, dan satu sama lain tidak saling mempengaruhi kepercayaan atau peradabannya, sekalipun peperangan antara mereka itu berlangsung terus-menerus sampai sekian lama.

Bizantium Pewaris Rumawi
Akan tetapi, sekalipun Persia telah dapat mengalahkan Rumawi dan dapat menguasai Syam dan Mesir dan sudah sampai pula di ambang pintu Bizantium, namun tak terpikir oleh raja-raja Persia akan menyebarkan agama Majusi atau menggantikan tempat agama Nasrani. Bahkan pihak yang kini berkuasa itu malahan menghormati kepercayaan orang yang dikuasainya. Rumah-rumah ibadat mereka yang sudah hancur akibat perang dibantu pula membangun kembali dan dibiarkan mereka bebas menjalankan upacara-upacara keagamaannya. Satu-satunya yang diperbuat pihak Persia dalam hal ini hanyalah mengambil Salib Besar dan dibawanya ke negerinya. Bilamana kelak kemenangan itu berganti berada di pihak Rumawi, Salib itupun diambilnya kembali dari tangan Persia. Dengan demikian peperangan rohani di Barat itu tetap di Barat dan di Timur tetap di Timur. Dengan demikian rintangan moril tadi sama pula dengan rintangan alam dan kedua kekuatan itu dari segi rohani tidak saling berbenturan.

Keadaan serupa itu berlangsung terus sampai abad keenam. Dalam pada itu pertentangan antara Rumawi dengan Bizantium makin meruncing. Pihak Rumawi, yang benderanya berkibar di benua Eropa sampai ke Gaul dan Kelt di Inggris selama beberapa generasi dan selama zaman Julius Caesar yang dibanggakan dunia dan tetap dibanggakan, kemegahannya itu berangsur-angsur telah mulai surut, sampai akhirnya Bizantium memisahkan diri dengan kekuasaan sendiri pula, sebagai ahliwaris Kerajaan Rumawi yang menguasai dunia itu. Puncak keruntuhan Kerajaan Rumawi ialah tatkala pasukan Vandal yang buas itu datang menyerbunya dan mengambil kekuasaan pemerintahan di tangannya. Peristiwa ini telah menimbulkan bekas yang dalam pada agama Masehi yang tumbuh dalam pangkuan Kerajaan Rumawi. Mereka yang sudah beriman kepada Isa itu telah mengalami pengorbanan-pengorbanan besar, berada dalam ketakutan di bawah kekuasaan Vandal itu.

Sekta-sekta Kristen dan Pertentangannya
Mazhab-mazhab agama Masehi ini mulai pecah-belah. Dari zaman ke zaman mazhab-mazhab itu telah terbagi-bagi ke dalam sekta-sekta dan golongan-golongan. Setiap golongan mempunyai pandangan dan dasar-dasar agama sendiri yang bertentangan dengan golongan lainnya. Pertentangan-pertentangan antara golongan-golongan satu sama lain karena perbedaan pandangan itu telah mengakibatkan adanya permusuhan pribadi yang terbawa oleh karena moral dan jiwa yang sudah lemah, sehingga cepat sekali ia berada dalam ketakutan, mudah terlibat dalam fanatisma yang buta dan dalam kebekuan. Pada masa-masa itu, di antara golongan-golongan Masehi itu ada yang mengingkari bahwa Isa mempunyai jasad disamping bayangan yang tampak pada manusia; ada pula yang mempertautkan secara rohaniah antara jasad dan ruhnya sedemikian rupa sehingga memerlukan khayal dan pikiran yang begitu rumit untuk dapat menggambarkannya; dan disamping itu ada pula yang mau menyembah Mariam, sementara yang lain menolak pendapat bahwa ia tetap perawan sesudah melahirkan Almasih.

Terjadinya pertentangan antara sesama pengikut-pengikut Isa itu adalah peristiwa yang biasa terjadi pada setiap umat dan zaman, apabila ia sedang mengalami kemunduran: soalnya hanya terbatas pada teori kata-kata dan bilangan saja, dan pada tiap kata dan tiap bilangan itu ditafsirkan pula dengan bermacam-macam arti, ditambah dengan rahasia-rahasia, ditambah dengan warna-warni khayal yang sukar diterima akal dan hanya dapat dikunyah oleh perdebatan-perdebatan sophisma yang kaku saja.

Salah seorang pendeta gereja berkata: "Seluruh penjuru kota itu diliputi oleh perdebatan. Orang dapat melihatnya dalam pasar-pasar, di tempat-tempat penjual pakaian, penukaran uang, pedagang makanan. Jika ada orang bermaksud hendak menukar sekeping emas, ia akan terlibat ke dalam suatu perdebatan tentang apa yang diciptakan dan apa yang bukan diciptakan. Kalau ada orang hendak menawar harga roti maka akan dijawabnya: Bapa lebih besar dari putera dan putera tunduk kepada Bapa. Bila ada orang yang bertanya tentang kolam mandi adakah airnya hangat, maka pelayannya akan segera menjawab: "Putera telah diciptakan dari yang tak ada."

Tetapi kemunduran yang telah menimpa agama Masehi sehingga ia terpecah-belah ke dalam golongan-golongan dan sekta-sekta itu dari segi politik tidak begitu besar pengaruhnya terhadap Kerajaan Rumawi. Kerajaan itu tetap kuat dan kukuh. Golongan-golongan itupun tetap hidup dibawah naungannya dengan tetap adanya semacam pertentangan tapi tidak sampai orang melibatkan diri kedalam polemik teologi atau sampai memasuki pertemuan-pertemuan semacam itu yang pernah diadakan guna memecahkan sesuatu masalah. Suatu keputusan yang pernah diambil oleh suatu golongan tidak sampai mengikat golongan yang lain. Dan Kerajaanpun telah pula melindungi semua golongan itu dan memberi kebebasan kepada mereka mengadakan polemik, yang sebenarnya telah menambah kuatnya kekuasaan Kerajaan dalam bidang administrasi tanpa mengurangi penghormatannya kepada agama. Setiap golongan jadinya bergantung kepada belas kasihan penguasa, bahkan ada dugaan bahwa golongan itu menggantungkan diri kepada adanya pengakuan pihak yang berkuasa itu.

Majusi Persia di Jazirah Arab
Sikap saling menyesuaikan diri di bawah naungan Imperium itu itulah pula yang menyebabkan penyebaran agama Masehi tetap berjalan dan dapat diteruskan dari Mesir dibawah Rumawi sampai ke Ethiopia yang merdeka tapi masih dalam lingkungan persahabatan dengan Rumawi. Dengan demikian ia mempunyai kedudukan yang sama kuat di sepanjang Laut Merah seperti di sekitar Laut Tengah itu. Dari wilayah Syam ia menyeberang ke Palestina. Penduduk Palestina dan penduduk Arab Ghassan yang pindah ke sana telah pula menganut agama itu, sampai ke pantai Furat, penduduk Hira, Lakhmid dan Mundhir yang berpindah dari pedalaman sahara yang tandus ke daerah-daerah subur juga demikian, yang selanjutnya mereka tinggal di daerah itu beberapa lama untuk kemudian hidup di bawah kekuasaan Persia Majusi.

Dalam pada itu kehidupan Majusi di Persia telah pula mengalami kemunduran seperti agama Masehi dalam Imperium Rumawi. Kalau dalam agama Majusi menyembah api itu merupakan gejala yang paling menonjol, maka yang berkenaan dengan dewa kebaikan dan kejahatan pengikut-pengikutnya telah berpecah-belah juga menjadi golongan-golongan dan sekta-sekta pula. Tapi disini bukan tempatnya menguraikan semua itu. Sungguhpun begitu kekuasaan politik Persia tetap kuat juga. Polemik keagamaan tentang lukisan dewa serta adanya pemikiran bebas yang tergambar dibalik lukisan itu, tidaklah mempengaruhinya. Golongan-golongan agama yang berbeda-beda itu semua berlindung di bawah raja Persia. Dan yang lebih memperkuat pertentangan itu ialah karena memang sengaja digunakan sebagai suatu cara supaya satu dengan yang lain saling berpukulan, atas dasar kekuatiran, bila salah satunya menjadi kuat, maka Raja atau salah satu golongan itu akan memikul akibatnya.

Antara Dua Kekuatan
Kedua kekuatan yang sekarang sedang berhadap-hadapan itu ialah: kekuatan Kristen dan kekuatan Majusi, kekuatan Barat berhadapan dengan kekuatan Timur. Bersamaan dengan itu kekuasaan-kekuasaan kecil yang berada di bawah pengaruh kedua kekuatan itu, pada awal abad keenam berada di sekitar jazirah Arab. Kedua kekuatan itu masing-masing mempunyai hasrat ekspansi dan penjajahan. Pemuka-pemuka kedua agama itu masing-masing berusaha sekuat tenaga akan menyebarkan agamanya ke atas kepercayaan agama lain yang sudah dianutnya. Sungguhpun demikian jazirah itu tetap seperti sebuah oasis yang kekar tak sampai terjamah oleh peperangan, kecuali pada beberapa tempat di bagian pinggir saja, juga tak sampai terjamah oleh penyebaran agama-agama Masehi atau Majusi, kecuali sebagian kecil saja pada beberapa kabilah. Gejala demikian ini dalam sejarah kadang tampak aneh kalau tidak kita lihat letak dan iklim jazirah itu serta pengaruh keduanya terhadap kehidupan penduduknya, dalam aneka macam perbedaan dan persamaan serta kecenderungan hidup mereka masing-masing.

Letak Geografis Semenanjung Arab
Jazirah Arab bentuknya memanjang dan tidak parallelogram. Ke sebelah utara Palestina dan padang Syam, ke sebelah timur Hira, Dijla (Tigris), Furat (Euphrates) dan Teluk Persia, ke sebelah selatan Samudera Indonesia dan Teluk Aden, sedang ke sebelah barat Laut Merah. Jadi, dari sebelah barat dan selatan daerah ini dilingkungi lautan, dari utara padang sahara dan dari timur padang sahara dan Teluk Persia. Akan tetapi bukan rintangan itu saja yang telah melindunginya dari serangan dan penyerbuan penjajahan dan penyebaran agama, melainkan juga karena jaraknya yang berjauh-jauhan. Panjang semenanjung itu melebihi seribu kilometer, demikian juga luasnya sampai seribu kilometer pula. Dan yang lebih-lebih lagi melindunginya ialah tandusnya daerah ini yang luar biasa hingga semua penjajah merasa enggan melihatnya. Dalam daerah yang seluas itu sebuah sungaipun tak ada. Musim hujan yang akan dapat dijadikan pegangan dalam mengatur sesuatu usaha juga tidak menentu. Kecuali daerah Yaman yang terletak di sebelah selatan yang sangat subur tanahnya dan cukup banyak hujan turun, wilayah Arab lainnya terdiri dari gunung-gunung, dataran tinggi, lembah-lembah tandus serta alam yang gersang. Tak mudah orang akan dapat tinggal menetap atau akan memperoleh kemajuan. Sama sekali hidup di daerah itu tidak menarik selain hidup mengembara terus-menerus dengan mempergunakan unta sebagai kapalnya di tengah-tengah lautan padang pasir itu, sambil mencari padang hijau untuk makanan ternaknya, beristirahat sebentar sambil menunggu ternak itu menghabiskan makanannya, sesudah itu berangkat lagi mencari padang hijau baru di tempat lain. Tempat-tempat beternak yang dicari oleh orang-orang badwi jazirah biasanya di sekitar mata air yang menyumber dari bekas air hujan, air hujan yang turun dari celah-celah batu di daerah itu. Dari situlah tumbuhnya padang hijau yang terserak di sana-sini dalam wahah-wahah yang berada di sekitar mata air.

Raja Sahara
Sudah wajar sekali dalam wilayah demikian itu, yang seperti Sahara Afrika Raya yang luas, tak ada orang yang dapat hidup menetap, dan cara hidup manusia yang biasapun tidak pula dikenal. Juga sudah biasa bila orang yang tinggal di daerah itu tidak lebih maksudnya hanya sekadar menjelajahinya dan menyelamatkan diri saja, kecuali di tempat-tempat yang tak seberapa, yang masih ditumbuhi rumput dan tempat beternak. Juga sudah sewajarnya pula tempat-tempat itu tetap tak dikenal karena sedikitnya orang yang mau mengembara dan mau menjelajahi daerah itu. Praktis orang zaman dahulu tidak mengenal jazirah Arab, selain Yaman. Hanya saja letaknya itu telah dapat menyelamatkan dari pengasingan dan penghuninyapun dapat bertahan diri.

Lalu-Lintas Kafilah
Pada masa itu orang belum merasa begitu aman mengarungi lautan guna mengangkut barang dagangan atau mengadakan pelayaran. Dari peribahasa Arab yang dapat kita lihat sekarang menunjukkan, bahwa ketakutan orang menghadapi laut sama seperti dalam menghadapi maut. Tetapi, bagaimanapun juga untuk mengangkut barang dagangan itu harus ada jalan lain selain mengarungi bahaya maut itu. Yang paling penting transpor perdagangan masa itu ialah antara Timur dan Barat: antara Rumawi dan sekitarnya, serta India dan sekitarnya. Jazirah Arab masa itu merupakan daerah lalu-lintas perdagangan yang diseberanginya melalui Mesir atau melalui Teluk Persia, lewat terusan yang terletak di mulut Teluk Persia itu. Sudah tentu wajar sekali bilamana penduduk pedalaman jazirah Arab itu menjadi raja sahara, sama halnya seperti pelaut-pelaut pada masa-masa berikutnya yang daerahnya lebih banyak dikuasai air daripada daratan, menjadi raja laut. Dan sudah wajar pula bilamana raja-raja padang pasir itu mengenal seluk-beluk jalan para kafilah sampai ke tempat-tempat yang berbahaya, sama halnya seperti para pelaut, mereka sudah mengenal garis-garis perjalanan kapal sampai sejauh-jauhnya. "Jalan kafilah itu bukan dibiarkan begitu saja," kata Heeren, "tetapi sudah menjadi tempat yang tetap mereka lalui. Di daerah padang pasir yang luas itu, yang biasa dilalui oleh para kafilah, alam telah memberikan tempat-tempat tertentu kepada mereka, terpencar-pencar di daerah tandus, yang kelak menjadi tempat mereka beristirahat. Di tempat itu, di bawah naungan pohon-pohon kurma dan di tepi air tawar yang mengalir di sekitarnya, seorang pedagang dengan binatang bebannya dapat menghilangkan haus dahaga sesudah perjalanan yang melelahkan itu. Tempat-tempat peristirahatan itu juga telah menjadi gudang perdagangan mereka, dan yang sebagian lagi dipakai sebagai tempat penyembahan, tempat ia meminta perlindungan atas barang dagangannya atau meminta pertolongan dari tempat itu."1

Lingkungan jazirah itu penuh dengan jalan kafilah. Yang penting di antaranya ada dua. Yang sebuah berbatasan dengan Teluk Persia, Sungai Dijla, bertemu dengan padang Syam dan Palestina. Pantas jugalah kalau batas daerah-daerah sebelah timur yang berdekatan itu diberi nama Jalan Timur. Sedang yang sebuah lagi berbatasan dengan Laut Merah; dan karena itu diberi nama Jalan Barat. Melalui dua jalan inilah produksi barang-barang di Barat diangkut ke Timur dan barang-barang di Timur diangkut ke Barat. Dengan demikian daerah pedalaman itu mendapatkan kemakmurannya.

Akan tetapi itu tidak menambah pengetahuan pihak Barat tentang negeri-negeri yang telah dilalui perdagangan mereka itu. Karena sukarnya menempuh daerah-daerah itu, baik pihak Barat maupun pihak Timur sedikit sekali yang mau mengarunginya - kecuali bagi mereka yang sudah biasa sejak masa mudanya. Sedang mereka yang berani secara untung-untungan mempertaruhkan nyawa banyak yang hilang secara sia-sia di tengah-tengah padang tandus itu. Bagi orang yang sudah biasa hidup mewah di kota, tidak akan tahan menempuh gunung-gunung tandus yang memisahkan Tihama dari pantai Laut Merah dengan suatu daerah yang sempit itu. Kalaupun pada waktu itu ada juga orang yang sampai ke tempat tersebut - yang hanya mengenal unta sebagai kendaraan - ia akan mendaki celah-celah pegunungan yang akhirnya akan menyeberang sampai ke dataran tinggi Najd yang penuh dengan padang pasir. Orang yang sudah biasa hidup dalam sistem politik yang teratur dan dapat menjamin segala kepuasannya akan terasa berat sekali hidup dalam suasana pedalaman yang tidak mengenal tata-tertib kenegaraan. Setiap kabilah, atau setiap keluarga, bahkan setiap pribadipun tidak mempunyai suatu sistiem hubungan dengan pihak lain selain ikatan keluarga atau kabilah atau ikatan sumpah setia kawan atau sistem jiwar (perlindungan bertetangga) yang biasa diminta oleh pihak yang lemah kepada yang lebih kuat.

Pada setiap zaman tata-hidup bangsa-bangsa pedalaman itu memang berbeda dengan kehidupan di kota-kota. Ia sudah puas dengan cara hidup saling mengadakan pembalasan, melawan permusuhan dengan permusuhan, menindas yang lemah yang tidak mempunyai pelindung. Keadaan semacam ini tidak menarik perhatian orang untuk membuat penyelidikan yang lebih dalam. Oleh karena itu daerah Semenanjung ini tetap tidak dikenal dunia pada waktu itu. Dan barulah kemudian - sesudah Muhammad s.a.w. lahir di tempat tersebut - orang mulai mengenal sejarahnya dari berita-berita yang dibawa orang dari tempat itu, dan daerah yang tadinya sama sekali tertutup itu sekarang sudah mulai dikenal dunia.

Yaman dan Peradabannya
Tak ada yang dikenal dunia tentang negeri-negeri Arab itu selain Yaman dan tetangga-tetangganya yang berbatasan dengan Teluk Persia. Hal ini bukan karena hanya disebabkan oleh adanya perbatasan Teluk Persia dan Samudera Indonesia saja, tetapi lebih-lebih disebabkan oleh - tidak seperti jazirah-jazirah lain - gurun sahara yang tandus. Dunia tidak tertarik, negara yang akan bersahabatpun tidak merasa akan mendapat keuntungan dan pihak penjajah juga tidak punya kepentingan. Sebaliknya, daerah Yaman tanahnya subur, hujan turun secara teratur pada setiap musim. Ia menjadi negeri peradaban yang kuat, dengan kota-kota yang makmur dan tempat-tempat beribadat yang kuat sepanjang masa. Penduduk jazirah ini terdiri dari suku bangsa Himyar, suatu suku bangsa yang cerdas dan berpengetahuan luas. Air hujan yang menyirami bumi ini mengalir habis menyusuri tanah terjal sampai ke laut. Mereka membuat Bendungan Ma'rib yang dapat menampung arus air hujan sesuai dengan syarat-syarat peradaban yang berlaku.

Sebelum di bangunnya bendungan ini , air hujan yang deras terjun dari pegunungan Yaman yang tinggi-tinggi itu, menyusur turun ke lembah-lembah yang terletak di sebelah timur kota Ma'rib. Mula-mula air turun melalui celah-celah dua buah gunung yang terletak di kanan-kiri lembah ini, memisahkan satu sama lain seluas kira-kira 400 meter. Apabila sudah sampai di Ma'rib air itu menyebar ke dalam lembah demikian rupa sehingga hilang terserap seperti di bendungan-bendungan Hulu Sungai Nil. Berkat pengetahuan dan kecerdasan yang ada pada penduduk Yaman itu, mereka membangun sebuah bendungan, yaitu Bendungan Ma'rib. Bendungan ini dibangun daripada batu di ujung lembah yang sempit, lalu dibuatnya celah-celah guna memungkinkan adanya distribusi air ke tempat-tempat yang mereka kehendaki dan dengan demikian tanah mereka bertambah subur.

Peninggalan-peninggalan peradaban Himyar di Yaman yang pernah diselidiki - dan sampai sekarang penyelidikan itu masih diteruskan -menunjukkan, bahwa peradaban mereka pada suatu saat memang telah mencapai tingkat yang tinggi sekali, juga sejarahpun menunjukkan bahwa Yaman pernah pula mengalami bencana.

Judaisma dan Kristen di Yaman
Sungguhpun begitu peradaban yang dihasilkan dari kesuburan negerinya serta penduduknya yang menetap menimbulkan gangguan juga dalam lingkungan jazirah itu. Raja-raja Yaman kadang dari keluarga Himyar yang sudah turun-temurun, kadang juga dari kalangan rakyat Himyar sampai pada waktu Dhu Nuwas al-Himyari berkuasa. Dhu Nuwas sendiri condong sekali kepada agama Musa (Yudaisma), dan tidak menyukai penyembahan berhala yang telah menimpa bangsanya. Ia belajar agama ini dari orang-orang Yahudi yang pindah dan menetap di Yaman. Dhu Nuwas inilah yang disebut-sebut oleh ahli-ahli sejarah, yang termasuk dalam kisah "orang-orang yang membuat parit," dan menyebabkan turunnya ayat: "Binasalah orang-orang yang telah membuat parit. Api yang penuh bahan bakar. Ketika mereka duduk di tempat itu. Dan apa yang dilakukan orang-orang beriman itu mereka menyaksikan. Mereka menyiksa orang-orang itu hanya karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Mulia dan Terpuji." (Qur'an 85:4-8)

Cerita ini ringkasnya ialah bahwa ada seorang pengikut Nabi Isa yang saleh bernama Phemion telah pindah dari Kerajaan Rumawi ke Najran. Karena orang ini baik sekali, penduduk kota itu banyak yang mengikuti jejaknya, sehingga jumlah mereka makin lama makin bertambah juga. Setelah berita itu sampai kepada Dhu Nuwas, ia pergi ke Najran dan dimintanya kepada penduduk supaya mereka masuk agama Yahudi, kalau tidak akan dibunuh. Karena mereka menolak, maka digalilah sebuah parit dan dipasang api di dalamnya. Mereka dimasukkan ke dalam parit itu dan yang tidak mati karena api, dibunuhnya kemudian dengan pedang atau dibikin cacat. Menurut beberapa buku sejarah korban pembunuhan itu mencapai duapuluh ribu orang. Salah seorang di antaranya dapat lolos dari maut dan dari tangan Dhu Nuwas, ia lari ke Rumawi dan meminta bantuan Kaisar Yustinianus atas perbuatan Dhu Nuwas itu. Oleh karena letak Kerajaan Rumawi ini jauh dari Yaman, Kaisar itu menulis surat kepada Najasyi (Negus) supaya mengadakan pembalasan terhadap raja Yaman. Pada waktu itu [abad ke-6] Abisinia yang dipimpin oleh Najasyi sedang berada dalam puncak kemegahannya. Perdagangan yang luas melalui laut disertai oleh armada yang kuat2 dapat menancapkan pengaruhnya sampai sejauh-jauhnya. Pada waktu itu ia menjadi sekutu Imperium Rumawi Timur dan yang memegang panji Kristen di Laut Merah, sedang Kerajaan Rumawi Timur sendiri menguasainya di bagian Laut Tengah.

Setelah surat Kaisar sampai ke tangan Najasyi, ia mengirimkan bersama orang Yaman itu - yang membawa surat - sepasukan tentara di bawah pimpinan Aryat (Harith) dan Abraha al-Asyram salah seorang prajuritnya. Aryat menyerbu Kerajaan Yaman atas nama penguasa Abisinia. Ia memerintah Yaman ini sampai ia dibunuh oleh Abraha yang kemudian menggantikan kedudukannya. Abraha inilah yang memimpin pasukan gajah, dan dia yang kemudian menyerbu Mekah guna menghancurkan Ka'bah tetapi gagal, seperti yang akan terlihat nanti dalam pasal berikut. Anak-anak Abraha kemudian menguasai Yaman dengan tindakan sewenang-wenang. Melihat bencana yang begitu lama menimpa penduduk, Saif bin Dhi Yazan pergi hendak menemui Maharaja Rumawi. Ia mengadukan hal itu kepadanya dan memintanya supaya mengirimkan penguasa lain dan Rumawi ke Yaman. Tetapi karena adanya perjanjian persekutuan antara Kaisar Yustinianus dengan Najasyi tidak mungkin ia dapat memenuhi permintaan Saif bin Dhi Yazan itu. Oleh karena itu Saif meninggalkan Kaisar dan pergi menemui Nu'man bin'l-Mundhir selaku Gubernur yang diangkat oleh Kisra untuk daerah Hira dan sekitarnya di Irak.3

Nu'man dan Saif bin Dhi Yazan bersama-sama datang menghadap Kisra Parvez. Waktu itu ia sedang duduk dalam Ruangan Resepsi (Iwan Kisra) yang megah dihiasi oleh lukisan-lukisan bimasakti pada bagian tahta itu. Di tempat musim dinginnya bagian ini dikelilingi dengan tabir-tabir dari bulu binatang yang mewah sekali. Di tengah-tengah itu bergantungan lampu-lampu kendil terbuat daripada perak dan emas dan diisi penuh dengan air tawar. Di atas tahta itulah terletak mahkotanya yang besar berhiaskan batu delima, kristal dan mutiara bertali emas dan perak, tergantung dengan rantai dari emas pula. Ia sendiri memakai pakaian serba emas. Setiap orang yang memasuki tempat itu akan merasa terpesona oleh kemegahannya. Demikian juga halnya dengan Saif bin Dhi Yazan.

Kisra menanyakan maksud kedatangannya itu dan Saifpun bercerita tentang kekejaman Abisinia di Yaman. Sungguhpun pada mulanya Kisra Parvez ragu-ragu, tetapi kemudian ia mengirimkan juga pasukannya di bawah pimpinan Wahraz (Syahrvaraz?), salah seorang keluarga ningrat Persia yang paling berani. Persia telah mendapat kemenangan dan orang-orang Abisinia dapat diusir dari Yaman yang sudah didudukinya selama 72 tahun itu.

Sejak itulah Yaman berada di bawah kekuasaan Persia, dan ketika Islam lahir seluruh daerah Arab itu berada dalam naungan agama baru ini.

Akan tetapi orang-orang asing yang telah menguasai Yaman itu tidak langsung di bawah kekuasaan Raja Persia. Terutama hal itu terjadi setelah Syirawih (Shiruya Kavadh II) membunuh ayahnya, Kisra Parvez, dan dia sendiri menduduki takhta. Ia membayangkan - dengan pikirannya yang picik itu bahwa dunia dapat dikendalikan sekehendaknya dan bahwa kerajaannya membantu memenuhi kehendaknya yang sudah hanyut dalam hidup kesenangan itu. Masalah-masalah kerajaan banyak sekali yang tidak mendapat perhatian karena dia sudah mengikuti nafsunya sendiri. Ia pergi memburu dalam suatu kemewahan yang belum pernah terjadi Ia berangkat diiringi oleh pemuda-pemuda ningrat berpakaian merah, kuning dan lembayung, dikelilingi oleh pengiring-pengiring yang membawa burung elang dan harimau yang sudah dijinakkan dan ditutup moncongnya; oleh budak-budak yang membawa wangi-wangian, oleh pengusir-pengusir lalat dan pemain-pemain musik. Supaya merasa dirinya dalam suasana musim semi sekalipun sebenarnya dalam musim dingin yang berat, ia beserta rombongannya duduk di atas permadani yang lebar dilukis dengan lorong-lorong, ladang dan kebun yang ditanami bunga-bungaan aneka warna, dan dilatarbelakangi oleh semak-semak, hutan hijau serta sungai-sungai berwarna perak.

Tetapi sungguhpun Syirawih begitu jauh mengikuti kesenangannya, kerajaan Persia tetap dapat mempertahankan kemegahannya, dan tetap merupakan lawan yang kuat terhadap kekuasaan Bizantium dan penyebaran Kristen. Sekalipun dengan naik tahtanya Syirawih ini telah mengurangi kejayaan kerajaannya, ia telah memberi kesempatan kepada kaum Muslimin memasuki negerinya dan menyebarkan Islam.

Yaman yang telah dijadikan gelanggang pertentangan sejak abad ke-4 itu sebenarnya telah meninggalkan bekas yang dalam sekali dalam sejarah Semenanjung Arab dari segi pembagian penduduknya. Disebutkan bahwa Bendungan Ma'rib yang oleh suku-bangsa Himyar telah dimanfaatkan untuk keuntungan negerinya, telah hancur pula dilanda banjir besar. Disebabkan oleh adanya pertentangan yang terus-menerus itu, lalailah mereka yang harus selalu mengawasi dan memeliharanya. Bendungan itu lapuk dan tidak tahan lagi menahan banjir. Dikatakan juga, bahwa setelah Rumawi melihat Yaman menjadi pusat pertentangan antara kerajaannya dengan Persia dan bahwa perdagangannya terancam karena pertentangan itu, iapun menyiapkan armadanya menyeberangi Laut Merah - antara Mesir dengan negeri-negeri Timur yang jauh - guna menarik perdagangan yang dibutuhkan oleh negerinya. Dengan demikian tidak perlu lagi ia menempuh jalan kafilah.

Mengenai peristiwanya, ahli-ahli sejarah sependapat, tetapi mengenai sebab terjadinya peristiwa itu mereka berlainan pendapat. Peristiwanya ialah mengenai pindahnya kabilah Azd di Yaman ke Utara. Semua mereka sependapat tentang kepindahan ini, sekalipun sebagian menghubungkannya dengan sepinya beberapa kota di Yaman karena mundurnya perdagangan yang biasa melalui tempat itu. Yang lain menghubung-hubungkan kepada rusaknya bendungan Ma'rib, sehingga banyak di antara kabilah-kabilah yang pindah karena takut binasa. Tetapi apapun juga kejadiannya, namun adanya imigrasi ini telah menyebabkan Yaman jadi berhubungan dengan negeri-negeri Arab lainnya, suatu hubungan keturunan dan percampuran yang sampai sekarang masih dicoba oleh para sarjana menyelidikinya.

Apabila sistem politik di Yaman sudah menjadi kacau seperti yang dapat kita saksikan, yang disebabkan oleh keadaan yang menimpa negeri itu serta dijadikannya tempat itu medan pertarungan, maka struktur politik serupa itu tidak dikenal pada beberapa negeri Semenanjung Arab lainnya waktu itu. Segala macam sistem yang dapat dianggap sebagai suatu sistem politik seperti pengertian kita sekarang atau seperti pengertian negara-negara yang sudah maju pada masa itu, di daerah-daerah seperti Tihama, Hijaz, Najd dan sepanjang dataran luas yang meliputi negeri-negeri Arab, pengertian demikian itu belum dikenal. Anak negeri pada masa itu bahkan sampai sekarang adalah penduduk pedalaman yang tidak biasa di kota-kota. Mereka tidak betah tinggal menetap di suatu tempat. Yang mereka kenal hanyalah hidup mengembara selalu, berpindah-pindah mencari padang rumput dan menuruti keinginan hatinya. Mereka tidak mengenal hidup cara lain selain pengembaraan itu.

Seperti juga di tempat-tempat lain, di sinipun dasar hidup pengembaraan itu ialah kabilah. Kabilah-kabilah yang selalu pindah dan mengembara itu tidak mengenal suatu peraturan atau tata-cara seperti yang kita kenal. Mereka hanya mengenal kebebasan pribadi, kebebasan keluarga dan kebebasan kabilah yang penuh. Sedang orang kota, atas nama tata-tertib mau mengalah dan membuang sebagian kemerdekaan mereka untuk kepentingan masyarakat dan penguasa, sebagai imbalan atas ketenangan dan kemewahan hidup mereka. Sedang seorang pengembara tidak pedulikan kemewahan, tidak betah dengan ketenangan hidup menetap, juga tidak tertarik kepada apapun - seperti kekayaan yang menjadi harapan orang kota - selain kebebasannya yang mutlak. Ia hanya mau hidup dalam persamaan yang penuh dengan anggota-anggota kabilahnya atau kabilah-kabilah lain sesamanya. Dasar kehidupannya ialah seperti makhluk-makhluk lain, mau survive, mau bertahan terus sehingga sesuai dengan kaidah-kaidah kehormatannya yang sudah ditanamkan dalam hidup mengembara yang serba bebas itu.

Oleh karena itu, kaum pengembara tidak menyukai tindakan ketidak-adilan yang ditimpakan kepada mereka. Mereka mau melawannya mati-matian, dan kalau tidak dapat melawan, ditinggalkannya tempat tinggal mereka itu, dan mereka mengembara lagi ke seluruh jazirah, bila memang terpaksa harus demikian.

Juga itu pula sebabnya, perang adalah jalan yang paling mudah bagi kabilah-kabilah ini bila harus juga timbul perselisihan yang tidak mudah diselesaikan dengan cara yang terhormat. Karena bawaan itu juga, maka tumbuhlah di kalangan sebagian besar kabilah-kabilah itu sifat-sifat harga diri, keberanian, suka tolong-menolong, melindungi tetangga serta sikap memaafkan sedapat mungkin dan semacamnya. Sifat-sifat ini akan makin kuat apabila semakin dekat ia kepada kehidupan pedalaman, dan akan makin hilang apabila semakin dekat ia kepada kehidupan kota.

Seperti kita sebutkan, karena faktor-faktor ekonomi juga, baik Rumawi maupun Persia, hanya merasa tertarik kepada Yaman saja dari antara jazirah lainnya yang memang tidak mau tunduk itu. Mereka lebih suka meninggalkan tanah air daripada tunduk kepada perintah. Baik pribadi-pribadi atau kabilah-kabilah tidak akan taat kepada peraturan apapun yang berlaku atau kepada lembaga apapun yang berkuasa.

Sifat-sifat pengembaraan itu cukup mempengaruhi daerah yang kecil-kecil yang tumbuh di sekitar jazirah karena adanya perdagangan para kafilah, seperti yang sudah kita terangkan. Daerah-daerah ini dipakai oleh para pedagang sebagai tempat beristirahat sesudah perjalanan yang begitu meletihkan. Di situ mereka bertemu dengan tempat-tempat pemujaan sang dewa guna memperoleh keselamatan bagi mereka serta menjauhkan marabahaya gurun sahara serta mengharapkan perdagangan mereka selamat sampai di tempat tujuan.

Kota-kota seperti Mekah, Ta'if, Yathrib dan yang sejenis itu seperti wahah-wahah (oase) yang terserak di celah-celah gunung atau gurun pasir, terpengaruh juga oleh sifat-sifat pengembaraan demikian itu. Dalam susunan kabilah serta cabang-cabangnya, perangai hidup, adat-istiadat serta kebenciannya terhadap segala yang membatasi kebebasannya lebih dekat kepada cara hidup pedalaman daripada kepada cara-cara di kota, sekalipun mereka dipaksa oleh sesuatu cara hidup yang menetap, yang tentunya tidak sama dengan cara-hidup pedalaman. Dalam pembicaraan tentang Mekah dan Yathrib pada pasal berikut ini akan terlihat agak lebih terperinci.

Sebabnya Jazirah Bertahan Pada Paganisma
Lingkungan masyarakat dalam alam demikian ini serta keadaan moral, politik dan sosial yang ada pada mereka, mempunyai pengaruh yang sama terhadap cara beragamanya. Melihat hubungannya dengan agama Kristen Rumawi dan Majusi Persia, adakah Yaman dapat terpengaruh oleh kedua agama itu dan sekaligus mempengaruhi kedua agama tersebut di jazirah Arab lainnya? Ini juga yang terlintas dalam pikiran kita, terutama mengenai agama Kristen. Misi Kristen yang ada pada masa itu sama giatnya seperti yang sekarang dalam mempropagandakan agama. Pengaruh pengertian agama dalam jiwa serta cara hidup kaum pengembara tidak sama dengan orang kota. Dalam kehidupan kaum pengembara manusia berhubungan dengan alam, ia merasakan adanya wujud yang tak terbatas dalam segala bentuknya. Ia merasa perlu mengatur suatu cara hidup antara dirinya dengan alam dengan ketak-terbatasannya itu. Sedang bagi orang kota ketak-terbatasan itu sudah tertutup oleh kesibukannya hari-hari, oleh adanya perlindungan masyarakat terhadap dirinya sebagai imbalan atas kebebasannya yang diberikan sebagian kepada masyarakat, serta kesediaannya tunduk kepada undang-undang penguasa supaya memperoleh jaminan dan hak perlindungan. Hal ini menyebabkannya tidak merasa perlu berhubungan dengan yang di luar penguasa itu, dengan kekuatan alam yang begitu dahsyat terhadap kehidupan manusia. Hubungan jiwa dengan unsur-unsur alam yang di sekitarnya jadi berkurang.

Dalam keadaan serupa ini, apakah yang telah diperoleh Kristen dengan kegiatannya yang begitu besar sejak abad-abad permulaan dalam menyebarkan ajaran agamanya itu? Barangkali soalnya hanya akan sampai di situ saja kalau tidak karena adanya soal-soal lain yang menyebabkan negeri-negeri Arab itu, termasuk Yaman, tetap bertahan pada paganisma agama nenek-moyangnya, dan hanya beberapa kabilah saja yang mau menerima agama Kristen.

Manifestasi peradaban dunia yang paling jelas pada masa itu - seperti yang sudah kita saksikan - berpusat di sekitar Laut Tengah dan Laut Merah. Agama-agama Kristen dan Yahudi bertetangga begitu dekat sekitar tempat itu. Kalau keduanya tidak memperlihatkan permusuhan yang berarti, juga tidak memperlihatkan persahabatan yang berarti pula. Orang-orang Yahudi masa itu dan sampai sekarang juga masih menyebut-nyebut adanya pembangkangan dan perlawanan Nabi Isa kepada agama mereka. Dengan diam-diam mereka bekerja mau membendung arus agama Kristen yang telah mengusir mereka dari Palestina, dan yang masih berlindung dibawah panji Imperium Rumawi yang membentang luas itu.

Orang-orang Yahudi di negeri-negeri Arab merupakan kaum imigran yang besar, kebanyakan mereka tinggal di Yaman dan Yathrib. Di samping itu kemudian agama Majusi (Mazdaisma) Persia tegak menghadapi arus kekuatan Kristen supaya tidak sampai menyeberangi Furat (Euphrates) ke Persia, dan kekuatan moril demikian itu didukung oleh keadaan paganisma di mana saja ia berada. Jatuhnya Rumawi dan hilangnya kekuasaan yang di tangannya, ialah sesudah pindahnya pusat peradaban dunia itu ke Bizantium.

Gejala-gejala kemunduran berikutnya ialah bertambah banyaknya sekta-sekta Kristen yang sampai menimbulkan pertentangan dan peperangan antara sesama mereka. Ini membawa akibat merosotnya martabat iman yang tinggi ke dalam kancah perdebatan tentang bentuk dan ucapan, tentang sampai di mana kesucian Mariam: adakah ia yang lebih utama dari anaknya Isa Almasih atau anak yang lebih utama dari ibu - suatu perdebatan yang terjadi di mana-mana, suatu pertanda yang akan membawa akibat hancurnya apa yang sudah biasa berlaku.

Ini tentu disebabkan oleh karena isi dibuang dan kulit yang diambil, dan terus menimbun kulit itu di atas isi sehingga akhirnya mustahil sekali orang akan dapat melihat isi atau akan menembusi timbunan kulit itu.

Apa yang telah menjadi pokok perdebatan kaum Nasrani Syam, lain lagi dengan yang menjadi perdebatan kaum Nasrani di Hira dan Abisinia. Dan orang-orang Yahudipun, melihat hubungannya dengan orang-orang Nasrani, tidak akan berusaha mengurangi atau menenteramkan perdebatan semacam itu. Oleh karena itu sudah wajar pula orang-orang Arab yang berhubungan dengan kaum Nasrani Syam dan Yaman dalam perjalanan mereka pada musim dingin atau musim panas atau dengan orang-orang Nasrani yang datang dari Abisinia, tetap tidak akan sudi memihak salah satu di antara golongan-golongan itu. Mereka sudah puas dengan kehidupan agama berhala yang ada pada mereka sejak mereka dilahirkan, mengikuti cara hidup nenek-moyang mereka.

Oleh karena itu, kehidupan menyembah berhala itu tetap subur di kalangan mereka, sehingga pengaruh demikian inipun sampai kepada tetangga-tetangga mereka yang beragama Kristen di Najran dan agama Yahudi di Yathrib, yang pada mulanya memberikan kelonggaran kepada mereka, kemudian turut menerimanya. Hubungan mereka dengan orang-orang Arab yang menyembah berhala untuk mendekatkan diri kepada Tuhan itu baik-baik saja.

Yang menyebabkan orang-orang Arab itu tetap bertahan pada paganismanya bukan saja karena ada pertentangan di antara golongan-golongan Kristen. Kepercayaan paganisma itu masih tetap hidup di kalangan bangsa-bangsa yang sudah menerima ajaran Kristen. Paganisma Mesir dan Yunani masih tetap berpengaruh ditengah-tengah pelbagai mazhab yang beraneka macam dan di antara pelbagai sekta-sekta Kristen sendiri. Aliran Alexandria dan filsafat Alexandria masih tetap berpengaruh, meskipun sudah banyak berkurang dibandingkan dengan masa Ptolemies dan masa permulaan agama Masehi. Bagaimanapun juga pengaruh itu tetap merasuk ke dalam hati mereka. Logikanya yang tampak cemerlang sekalipun pada dasarnya masih bersifat sofistik - dapat juga menarik kepercayaan paganisma yang polytheistik, yang dengan kecintaannya itu dapat didekatkan kepada kekuasaan manusia.

Saya kira inilah yang lebih kuat mengikat jiwa yang masih lemah itu pada paganisma, dalam setiap zaman, sampai saat kita sekarang ini. Jiwa yang lemah itu tidak sanggup mencapai tingkat yang lebih tinggi, jiwa yang akan menghubungkannya pada semesta alam sehingga ia dapat memahami adanya kesatuan yang menjelma dalam segala yang lebih tinggi, yang sublim dari semua yang ada dalam wujud ini, menjelma dalam Wujud Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan demikian itu hanya sampai pada suatu manifestasi alam saja seperti matahari, bulan atau api misalnya. Lalu tak berdaya lagi mencapai segala yang lebih tinggi, yang akan memperlihatkan adanya manifestasi alam dalam kesatuannya itu.

Bagi jiwa yang lemah ini cukup hanya dengan berhala saja. Ia akan membawa gambaran yang masih kabur dan rendah tentang pengertian wujud dan kesatuannya. Dalam hubungannya dengan berhala itu lalu dilengkapi lagi dengan segala gambaran kudus, yang sampai sekarang masih dapat kita saksikan di seluruh dunia, sekalipun dunia yang mendakwakan dirinya modern dalam ilmu pengetahuan dan sudah maju pula dalam peradaban. Misalnya mereka yang pernah berziarah ke gereja Santa Petrus di Roma, mereka melihat kaki patung Santa Petrus yang didirikan di tempat itu sudah bergurat-gurat karena diciumi oleh penganut-penganutnya, sehingga setiap waktu terpaksa gereja memperbaiki kembali mana-mana yang rusak.

Melihat semua itu kita dapat memaklumi. Mereka belum nmendapat petunjuk Tuhan kepada iman yang sebenarnya Mereka melihat pertentangan-pertentangan kaum Kristen yang menjadi tetangga mereka serta cara-cara hidup paganisma yang masih ada pada mereka, di tengah-tengah mereka sendiri yang masih menyembah berhala itu sebagai warisan dari nenek-moyang mereka. Betapa kita tak akan memaafkan mereka. Situasi demikian ini sudah begitu berakar di seluruh dunia, tak putus-putusnya sampai saat ini, dan saya kira memang tidak akan pernah berakhir. Kaum Muslimin dewasa inipun membiarkan paganisma itu dalam agama mereka, agama yang datang hendak menghapus paganisma, yang datang hendak menghilangkan segala penyembahan kepada siapa saja selain kepada Allah Yang Maha Esa.

Cara-cara penyembahan berhala orang-orang Arab dahulu itu banyak sekali macamnya. Bagi kita yang mengadakan penyelidikan dewasa ini sukar sekali akan dapat mengetahui seluk-beluknya. Nabi sendiri telah menghancurkan berhala-berhala itu dan menganjurkan para sahabat menghancurkannya di mana saja adanya. Kaum Muslimin sudah tidak lagi bicara tentang itu sesudah semua yang berhubungan dengan pengaruh itu dalam sejarah dan lektur dihilangkan. Tetapi apa yang disebutkan dalam Quran dan yang dibawa oleh ahli-ahli sejarah dalam abad kedua Hijrah - sesudah kaum Muslimin tidak lagi akan tergoda karenanya - menunjukkan, bahwa sebelum Islam paganisma dalam bentuknya yang pelbagai macam, mempunyai tempat yang tinggi.

Di samping itu menunjukkan pula bahwa kekudusan berhala-berhala itu bertingkat-tingkat adanya. Setiap kabilah atau suku mempunyai patung sendiri sebagai pusat penyembahan. Sesembahan-sesembahan zaman jahiliah inipun berbeda-beda pula antara sebutan shanam (patung), wathan (berhala) dan nushub. Shanam ialah dalam bentuk manusia dibuat dari logam atau kayu, Wathan demikian juga dibuat dari batu, sedang nushub adalah batu karang tanpa suatu bentuk tertentu. Beberapa kabilah melakukan cara-cara ibadahnya sendiri-sendiri. Mereka beranggapan batu karang itu berasal dari langit meskipun agaknya itu adalah batu kawah atau yang serupa itu. Di antara berhala-berhala yang baik buatannya agaknya yang berasal dari Yaman. Hal ini tidak mengherankan. Kemajuan peradaban mereka tidak dikenal di Hijaz, Najd atau di Kinda. Sayang sekali, buku-buku tentang berhala ini tidak melukiskan secara terperinci bentuk-bentuk berhala itu, kecuali tentang Hubal yang dibuat dari batu akik dalam bentuk manusia, dan bahwa lengannya pernah rusak dan oleh orang-orang Quraisy diganti dengan lengan dari emas. Hubal ini ialah dewa orang Arab yang paling besar dan diletakkan dalam Ka'bah di Mekah. Orang-orang dari semua penjuru jazirah datang berziarah ke tempat itu.

Tidak cukup dengan berhala-berhala besar itu saja buat orang-orang Arab guna menyampaikan sembahyang dan memberikan kurban-kurban, tetapi kebanyakan mereka itu mempunyai pula patung-patung dan berhala-berhala dalam rumah masing-masing. Mereka mengelilingi patungnya itu ketika akan keluar atau sesudah kembali pulang, dan dibawanya pula dalam perjalanan bila patung itu mengijinkan ia bepergian. Semua patung itu, baik yang ada dalam Ka'bah atau yang ada di sekelilingnya, begitu juga yang ada di semua penjuru negeri Arab atau kabilah-kabilah dianggap sebagai perantara antara penganutnya dengan dewa besar. Mereka beranggapan penyembahannya kepada dewa-dewa itu sebagai pendekatan kepada Tuhan dan menyembah kepada Tuhan sudah mereka lupakan karena telah menyembah berhala-berhala itu.

Meskipun Yaman mempunyai peradaban yang paling tinggi di antara seluruh jazirah Arab, yang disebabkan oleh kesuburan negerinya serta pengaturan pengairannya yang baik, namun ia tidak menjadi pusat perhatian negeri-negeri sahara yang terbentang luas itu, juga tidak menjadi pusat keagamaan mereka. Tetapi yang menjadi pusat adalah Mekah dengan Ka'bah sebagai rumah Ismail. Ke tempat itu orang berkunjung dan ke tempat itu pula orang melepaskan pandang. Bulan-bulan suci sangat dipelihara melebihi tempat lain.

Oleh karena itu, dan sebagai markas perdagangan jazirah Arab yang istimewa, Mekah dianggap sebagai ibukota seluruh jazirah. Kemudian takdirpun menghendaki pula ia menjadi tanah kelahiran Nabi Muhammad, dan dengan demikian ia menjadi sasaran pandangan dunia sepanjang zaman. Ka'bah tetap disucikan dan suku Quraisy masih menempati kedudukan yang tinggi, sekalipun mereka semua tetap sebagai orang-orang Badwi yang kasar sejak berabad-abad lamanya.

Catatan kaki:
[1] Dikutip oleh Sir Muir dalam The Life of Mohammad, p.xc.

[2] Cerita demikian terdapat dalam beberapa buku sejarah. Encylopedia Britannica juga menyebutnya, dan dikutip oleh penulis-penulis buku Historian's History of the World dan juga dijadikan pegangan oleh Emile Derminghem dalam la Vie de Mahomet. Akan tetapi At-Tabari menceritakan melalui Hisyam ibn Muhammad bahwa setelah orang Yaman itu pergi meminta bantuan Najasyi atas perbuatan Dhu Nuwas serta menjelaskan apa yang telah dilakukannya terhadap orang-orang Kristen oleh pembela agama Yahudi itu dan memperlihatkan sebuah Injil yang sudah sebagian dimakan api, Najasyi berkata: "Tenaga manusia di sini banyak, tapi aku tidak punya kapal. Sekarang aku menulis surat kepada Kaisar supaya mengirimkan kapal dan dengan itu akan kukirimkan pasukanku." Lalu ia menulis surat kepada Kaisar dengan melampirkan Injil yang sudah terbakar. Dan menambahkan: "Hisyam ibn Muhammad menduga, bahwa setelah kapal-kapal itu sampai ke tempat Najasyi, pasukannyapun dinaikkan dan berangkat ke pantai Mandab." Lihat Tarikh't-Tabari cetakan Al-Husainia, vol. 2, p. 106 dan 108.

[3] Beberapa keterangan dalam buku-buku sejarah berbeda-beda tentang sebab penyerbuan Abisinia (Habasya) ini ke Yaman. Keterangan itu mengatakan, bahwa hubungan dagang antara Arab Musta'riba di Hijaz dengan Yaman dan Abisinia terus berlangsung. Pada waktu itu pantai-pantai Habasya membentang sepanjang Laut Merah lengkap dengan armada perdagangannya. Karena kekayaan dan kesuburannya, Kerajaan Rumawi ingin sekali menguasai Yaman. Aelius Galius penguasa (prefek) Kaisar Rumawi di Mesir mengadakan persiapan. akan menyerbu Yaman. Pasukannya dikerahkan menyeberangi Laut Merah ke Yaman dan juga menyerang Najran. Tetapi karena adanya penyakit yang menyerang mereka. Orang-orang Yaman mudah sekali mengusir mereka itu dan merekapun kembali ke Mesir. Sesudah itupun Rumawi berturut-turut menyerang jazirah Arab di Yaman dan di luar Yaman, tapi kenyataannya tidak lebih menguntungkan dan yang pernah dilakukan oleh Galius. Saat itu Najasyi di Abisinia merasa perlu mengadakan pembalasan terhadap Yaman yang telah memaksakan agama Yahudi terhadap orang-orang Rumawi yang beragama Kristen. Pasukan Aryat dikerahkan menyerbu Yaman dan berkuasa di tempat itu sampai pada waktu Persia datang mengusir mereka.

Indahnya Meminta Maaf a la si Kecil

Baca Selengkapnya..

Oleh : Bu Tita

Pernah mengajari anak balita untuk meminta maaf? Setelah ‘berantem' dengan temannya, mungkin Anda hanya mengatakan, "Ayo baikkan!", atau "Ayo minta maaf!" Bisakah mereka melakukannya? Mereka pasti tidak mengerti maksud Anda. Saya punya sebuah pengalaman bahwa mengajari meminta maaf kepada si kecil, bisa berhasil.

Suatu hari, seperti biasa saya memandikan putri saya, Syanita (hampir 3 tahun). Dia masih senang menggunakan bak mandi plastik. Selesai mandi, saya bersihkan baknya. Syanita yang sudah memakai handuk, menunggu saya. Biasanya ia masih bermain dengan bebeknya. Tapi pagi itu saya kaget, karena ia bermain dengan sabun. Tangannya disabuni lagi. Wah, saya kesal. Langsung saya rebut sabunnya dengan kasar. Saya pukul tangannya. Saya basuh tangannya dengan air dingin. Ia kaget. Menangis keras. Saya gendong dia masuk ke kamar. Mengeringkan badannya dan mendandani seperti biasa. Ia terus meraung-raung, meronta, membuat saya tambah marah. "Nggak boleh main sabun! Jangan nangis! Diem! Cepet pake baju, dingin!" Kata-kata itulah yang keluar dari mulut saya, sementara puri saya terus menangis. Anak saya juga berteriak, "Ibu nakal! Ibu nakal!" Akhirnya saya mengalah. "Iya, ibu nakal!" Biasanya memang seperti itu. Kalau saya sudah mengaku nakal, nangisnya berhenti.

Kejadian pagi itu sudah hilang dari ingatan saya. Tapi, rupanya tidak begitu bagi putri saya. Ia masih ‘dendam'. Ketika diajak tidur siang, dia menolak. Saya paksa dia tidur, dia malah minta jalan-jalan. Tapi saya tidak marah. Disuapi makan sore, malas-malasan. Saya pun tidak marah. Akhirnya ia mau makan. Tapi seharian itu ia memang terlihat uring-uringan, membuat saya sangat cape. Seharian itu ia tidak tidur siang, sehingga saya ingin cepat membuatnya tidur agar istirahatnya cukup. Rencananya, sehabis sholat Magrib saya akan menidurkannya. Setelah selesai sholat, biasanya anak saya akan mencium tangan saya dan saya mendoakannya. Tapi saat itu, anak saya diam saja. Rupanya ia masih ‘dendam' kepada saya. Ia bahkan tidak ikut sholat bersama. Tiba-tiba saya berinisiatif, saya raih tangan mungilnya. Saya cium tangannya dan saya berkata dengan lembut kepadanya. "Ani, maafin ibu ya..., tadi ibu bikin Ani sedih ya? Ani sedih dipukul tangannya sama ibu?" Dia mengangguk lalu memeluk saya. Hmm... saya merasa benar-benar bersalah.

Karena itu saya ulangi lagi meminta maaf kepada anak saya. "Ani maafin ibu ya!" Kali ini dia menangis. Saya gendong Syanita, membaringkannya di tempat tidur. Setelah membuka mukena, saya ikut berbaring di sebelahnya. Ani yang kecapean karena tidak tidur siang rupanya benar-benar sudah ingin tidur. Tapi hatinya baru terasa nyaman setelah ucapan maaf mengalir dari mulut saya. Saya jadi merasa sangat bersalah. Saya tepuk-tepuk pantatnya. Saya tawarin untuk bercerita. Dia mengangguk. Maka saya pun bercerita, dan ia langsung tertidur sambil memeluk saya.

Keesokan harinya entah kenapa anak saya sulit diatur. Pagi-pagi setelah mandi, ia ingin memakai baju piyama. Ia menangis memaksa saya memakaikan piyama. Setelah berkali-kali dijelaskan bahwa baju piyama untuk dipakai sore sebagai baju tidur akhirnya anak saya menyerah. Tapi ia masih marah-marah. Siang hari Syanita masih membuat saya jengkel karena mau main di luar pada jam tidur siang. Saya tidak memarahinya sama sekali. Saya turuti permintaan ‘aneh'nya hari itu-jalan-jalan di siang hari. Tapi, ia tetap tidur siang, meskipun sudah agak sore. Saya memang menggerutu karena kesal dan mengadu kepada kakeknya soal tingkah laku Syanita. Ketika Maghrib, ia menolak sholat bersama. Tetapi ia memerhatikan sholat saya. Setelah saya selesai sholat, ia lari mendekat dan mencium tangan saya. Lalu ia berkata. "Ibu, maafin Ani ya...!" Saya terperanjat. "Hah, anak sekecil ini meminta maaf dengan cara begini? Dari mana ia belajar bersikap seperti ini?", hati saya bertanya-tanya. Ingatan saya langsung kembali pada peristiwa kemarin. Saya terpana. "Oh, jadi ia ingat kemarin saya meminta maaf dengan cara seperti ini. Dan sekarang ia meminta maaf karena telah membuat saya jengkel sejak pagi sampai sore." Saya tidak bisa menjawab permintaan maaf anak saya. Segera saya peluk Syanita sambil saya ciumi pipinya. "Anak pinter!" Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut saya. Syanita telah belajar meminta maaf dari cara saya meminta maaf yang saya lakukan terhadapnya.*** ( sumber http://www.dudung.net)




Nasihat....

Baca Selengkapnya..


nissa al-farisi
Sahabat, ikhwah HARISMA

Salam rinduku pada antum semua serindu hatiku akan syahid di jalanNya.
Salam suci untuk antum semua sesuci air wudhu yang membasuh semua noda.
Salam hangat untuk antum semua sehangat mentari pagi yang bersinar di waktu duha.

Sahabat, mari kita jadikan blog ini sebagai media kita untuk tetap berdakwah, Berbagi dan saling mengingatkan serta saling menasehati dalam kebenaran.

Syukran..


Sesungguhnya islam bangga akan para pemudanya.
Maka…
Jadilah engkau pemuda islam yang tatkala orang lain melihatmu, itulah indahnya ISLAM.



Hidup sangat indah jika segalanya karena Allah.
Dalam sakit teruji kesabaran, dalam perjuangan teruji keikhlasan, dalam ukhuwah teruji ketulusan, dan dalam tawakal teruji keyakinan.


Jika ada seribu orang yang berjuang dan berjihad di jalan Allah, maka satu diantaranya adalah aku. Jika ada seratus orang yang berjihad di jalan Allah, maka salah satu diantaranya adalah aku. Jika ada sepuluh orang yang berjuang dan berjihad di jalan Allah, maka salah satunya adalah aku. Jika ada satu orang yang berjihad di jalan Allah, maka itu adalah aku. Jika tak ada seorangpun yang berjuang dan berjihad di jalan Allah, maka aku telah syahid..

Sesungguhnya para pejuang tidak akan pernah merugi:
1. Tiap pelunya akan jadi mutiara,
2. Airmatanya akan jadi cahaya,
3. Lelahnya sebagai penebus dosa,
4. Gugurnya bernilai surga.



Sungguh berbahagialah orang-orang akhir zaman yang terasing demi memegang teguh ajaran islam dan mempertahankan cintanya pada sang Khaliq.


Rasul SAW bersabda:
Tidak sempurna iman seseorang diantara kamu sehingga mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Muslim)


Kebahagiaan seorang muslim adalah dengan mencintai Allah, dan mencintai Allah adalah kebahagian yang sangat dalam, hanya akan dirasakan oleh orang-orang beriman, jujur dalam keimanannya, dan tidak menerima selain itu.


Jenis Hukuman Buat Wanita Di Akhirat

Baca Selengkapnya..

ab doel rahman
Sayidina Ali ra menceritakan suatu
ketika melihat Rasulullah menangis
maka dia datang bersama Fatimah. Lalu
keduanya bertanya mengapa Rasul
menangis.
Baginda menjawab, "Pada malam aku
di-isra'-kan. Aku melihat
perempuan-perempuan yang sedang disiksa
dengan berbagai siksaan. Itulah
sebabnya mengapa aku menangis. Kerana,
menyaksikan mereka yang sangat berat
dan
mengerikan siksanya.

Puteri Rasulullah kemudian menanyakan
apa yang
dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada
perempuan
digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung lidahnya,
tangannya diikat ke belakang dan
timah cair dituangkan ke dalam
tengkoraknya.
Aku lihat perempuan tergantang kedua
kakinya
dengan terikat tangannya sampai ke
ubun-
ubunnya, diulurkan ular dan kala
jengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan
badannya
sendiri, di bawahnya dinyalakan api
neraka. Serta
aku lihat perempuan
yang bermuka hitam, memakan tali
perutnya
sendiri. Aku lihat perempuan yang
telinganya
pekak dan matanya buta, dimasukkan ke
dalam peti yang dibuat dari api neraka,
otaknya
keluar dari lubang hidung, badannya
berbau busuk
karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang kepalanya
seperti bab* dan
badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.
Aku lihat
perempuan yang rupanya seperti anjing,
sedangkan
api masuk melalui mulut dan keluar dari
duburnya
sementara malaikat memukulnya dengan
pentung
dari api neraka," kata Nabi.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan
mengapa
mereka disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai puteriku,
adapun
mereka yang tergantung rambutnya hingga
otaknya mendidih adalah wanita yang
tidak
menutup rambutnya sehingga terlihat
oleh
laki-laki
yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya
adalah
isteri
yang 'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua
kakinya
ialah
perempuan yang tidak taat kepada
suaminya, ia
keluar rumah tanpa izin suaminya, dan
perempuan
yang tidak mahu mandi suci dari haid
dan
nifas.

*Perempuan yang memakan badannya
sendiri
ialah
kerana ia berhias untuk lelaki yang
bukan
muhrimnya dan suka mengumpat orang
lain.

*Perempuan yang memotong badannya
sendiri
dengan gunting api neraka kerana
ia memperkenalkan dirinya kepada orang
yang
kepada orang lain bersolek dan berhias
supaya
kecantikannya dilihat laki-laki yang
bukan
muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan
tangannya
ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan
kala jengking padanya kerana dia
shalat tapi
tidak mengamalkannya dan tidak mahu
mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti bab*
dan
badannya seperti himar ialah tukang
umpat dan
pendusta. Perempuan yang menyerupai
anjing
ialah perempuan yang suka memfitnah dan
membenci suami."

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah
Az-Zahra
pun turut menangis.

Dan inilah peringatan kepada kaum
perempuan.


Kisah ku about you...

Baca Selengkapnya..

Harisma nama organisasinya, berawal dari sana kami semua bisa saling mengenal, saling menyayangi,dulu pas kita semua belum kenal,wah pada jutek tuh semua....bdulu kita di suruh kumpul ma akh Aam ( makasih ilmu nya...)beliaulah yang pertama kali ngajak saya (khususon) buat gabung di sini,dulu yang pertama saya kenal di HARISMA adalah akh M.Farid (maklum sekelas gitu lho...)
wah....ternyata setelah diajak kumpul di ruangan (kan dulu mah mesjidnya dalam tahap perbaikan) udah ada 8 orang yang ikut kumpulan mereka adalah ( mun te lepat mah....)Yusuf,Tria,Yudis,Farik,Farid,Dilal,Tohir,Rona...kalo akhwatna mah ukh mila,rini,yeyet,widi, dan banyak lagi..(lupa....)lalu lanjut bulan berikutnya adam,arif,zam-zam,terakhir angga (gege)
berikut adalah nama-nama ketua umum Harisma dari tahun 2004
1.2004 Akhi Aam
2.2005 Akhi Husein
3.2006 Akhi M.Ridwan Farid.E
4.2007 Akhi Doni
5.2008 Akhi ?
sekarang program alumni adalah mengadakan FSAH (Forum Silaturahmi Anggota Harisma) yang dilakasanakan setiap tanggal 5 Syawal untuk 2 tahun kedepan ketua FSAH adalah akhi Yusuf dari angkatan 2006,dan sebagai koordinatornya adalah akhi Adam...
oks' untuk alumni yang lupa saya ingatkan FSAH bentar lagi,mulai dari sekarang nyusun proposal nyari sponsor...
akh_cakep

SEJARAH KOTA TASIKMALAYA

Baca Selengkapnya..



Sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya sebagai daerah otonomi tidak terlepas dari sejarah berdirinya kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah kabupaten induknya. Maka rangkaian sejarah ini merupakan bagian dari rangakaian perjalanan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sampai terbentuknya Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Pada waktu A. Bunyamin menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya tahun 1976 sampai dengan 1981 tonggak sejarah lahirnya kota Tasikmalaya dimulai dengan diresmikannya Kota Administratif Tasikmalaya melalui peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976 oleh Menteri Dalam Negeri H. Amir Machmud.



Peristiwa ini ditandai dengan penandatangan Prasasti yang sekarang terletak di depan gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Pada waktu yang sama dilantik pula Walikota Administratif Pertama yaitu Drs. H. Oman Roosman oleh Gubernur KDH Tingkat I Jawa Barat H. Aang Kunaefi.

Pada awal pembentukannya, wilayah kota Administratif Tasikmalaya meliputi 3 Kecamatan yaitu Cipedes, Cihideung dan Tawang dengan jumlah desa sebanyak 13 desa.

Berikut ini urtutan pemegang jabatan Walikotatif Tasikmalaya dari terbentuknya kota administratif sampai menjelang terbentuknya pemerintah Kota Tasikmalaya :

Berkat perjuangan unsur Pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang dipimpin Bupati saat itu H. Suljana WH beserta tokoh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dirintislah pembentukan Kota Tasikmalaya dengan lahirnya tim sukses pembentukan Pemerintahan Kota Tasikmalaya yang diketuai oleh H. Yeng Ds. Partawinata SH. bersama tokoh - tokoh masyarakat lainnya. Melalui proses panjang akhirnya dibawah pimpinan Bupati Drs. Tatang Farhanul Hakim, pada tanggal 17 Oktober 2001 melalui Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001, Kota Tasikmalaya diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI di Jakarta bersama-sama dengan kota Lhoksumawe, Langsa, Padangsidempuan, Prabumulih, Lubuk Linggau, Pager Alam, Tanjung Pinang, Cimahi, Batu, Sikawang dan Bau-bau.

Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Tasikmalaya, telah mengantarkan Pemerintah Kota Administratif Tasikmalaya melewati pintu gerbang Daerah Otonomi Kota Tasikmalaya untuk menjadi daerah yang mempunyai kewenangan untuk mengatur rumah tangga sendiri.

Pembentukan Pemerintah Kota Tasikmalaya tak lepas dari peran serta semua pihak maupun berbagai steakholder di daerah Kota Tasikmalaya yang mendukung pembentukan tersebut. Tentunya dengan pembentukan Kota Tasikmalaya harus ditindak lanjuti dengan menyediakan berbagai prasarana maupun sarana guna menunjang penyelenggaraan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Berbagai langkah untuk mempersiapkan prasarana, sarana maupun personil serta komponen-komponen lainnya guna menunjang penyelengaraan Pemerintahan Kota Tasikmalaya telah dilaksanakan sebagai tuntutan dari pembentukan daerah otonom itu sendiri.

Pada tanggal 18 Oktober 2001 pelantikan Drs. H. Wahyu Suradiharja sebagai PJ Walikota Tasikmalaya oleh Gubernur Jawa Barat dilaksanakan di Gedung Sate Bandung. Sesusuai Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 bahwa wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 8 Kecamatan dengan jumlah Kelurahan sebanyak 15 dan Desa sebanyak 54, tetapi dalam perjalanannya melalui Perda No. 30 Tahun 2003 tentang perubahan status Desan menjadi Kelurahan, desa-desa dilingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya berubah statusnya menjadi Kelurahan, oleh karena itu maka jumlah kelurahan menjadi sebanyak 69 kelurahan, sedangkan kedelapan kecamatan tersebut antara lain :

1. Kecamatan Tawang
2. Kecamatan Cihideung
3. Kecamatan Cipedes
4. Kecamatan Indihiang
5. Kecamatan Kawalu
6. Kecamatan Cibeureum
7. Kecamatan Mangkubumi
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO
PDRB merupakan total nilai tambah yang mampu diciptakan akibat adanya aktifitas ekonomi di suatu daerah pada kurun waktu tertentu. PDRB Kota Tasikmalaya tahun 2005 menurut harga berlaku sebesar Rp. 4,617 trilyun atau naik 21,9% dibanding tahun 2004 sedangkan menurut harga konstan sebesar Rp. 2,947 trilyun atau naik sebesar 4,24% dibanding tahun 2004. Lbih jelasnya PDRB Kota Tasikmalaya dari tahun 2001 - 2005 dapat dilihat dalam tabel berikut :



PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN KEPALA KANTOR DEPARTEMEN AGAMA KOTA TASIKMALAYA
Update : 2008-02-02 08:30:00
Jumat (25/1), Kepala Depatemen Agama Provinsi Jawa Barat melantik Kepala Kantor Departemen Agama Kota Tasikmalaya yang baru, yakni Drs H.Yoyo Abdul Aziz, bertempat di Aula Balekota Tasikmalaya.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Kota Tasikmalaya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Sekda kota Tasikmalaya, Kandepag Kabupaten Tasikmalaya, Muspida Tasikmalaya dan para kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Acara pengambilan sumpah dan pelantikan Kandepag Kota Tasikmalaya dilaksanakan dengan tertib, hidmat dan lancar.

Pada kesempatan itu Wakil Walikota Tasikmalaya mengucapkan terima kasih kepada serta penghargaan kepada DR. Drs. H. Muhsin An Syadilie, M.Si selaku Kandepag yang lama atas pengabdian yang telah dilaksanakan selama ini serta mengucapkan selamat atas ditempatkannya beliau menjadi Rektor pada STAIN Cirebon.

”Melalui pelaksanaan mutasi, rotasi, dan promosi pada Departemen Agama ini diharapkan membawa angin segar dan perubahan untuk kemajuan Departeman Agama ke arah yang lebih baik, dalam pembinaan kehidupan kerukunan antar umat beragama maupun pelayanan kepada masyarakat,” tutur Wakil Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya.

Selanjutnya Beliau pun menghimbau untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam, dalam upaya membentuk anak yang beriman dan bertaqwa. ”Terlebih lagi dalam mengantisipasi perkembangan jaman yang cepat berubah,” lanjut Wakil Walikota Tasikmalaya.

VISI DAN MISI KOTA TASIKMALAYA VISI KOTA TASIKMALAYA Dengan berlandaskan Iman dan Taqwa, Kota Tasikmalaya menjadi pusat perdagangan dan industri termaju di Priangan Timur tahun 2012

MISI KOTA TASIKMALAYA

1. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang beriman dan bertaqwa
2. Meningkatkan kesadaran hukum dan menegakkan supremasi hukum
3. Menumbuhkan kekuatan ekonomi kota
4. Mengembangkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota
5. Mengelola Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup secara berkelanjutan
6. Mengoptimalkan dan membangun sarana dan prasarana kota

Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Rencana Strategis Kota Tasikmalaya Tahun 2002-2007

GEOGRAFI KOTA TASIKMALAYA
A. LUAS WILAYAH

Sesuai dengan Undang-Undang No. 10 Tahun 2001 tentang pembentukan Kota Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya memiliki wilayah seluas 17.156,20 Ha atau 171,56 km2 yang meliputi wilayah 8 Kecamatan, yaitu Kec. Cipedes, Cihideung, Tawang, Tamansari, Mangkubumi, Kawalu, Indihiang dan Cibeureum. Data ke-8 Kecamatan yang mencakup 69 Kelurahan sebagaimana Tabel di bawah ini :

LUAS WILAYAH ADMINISTRATIF KECAMATAN DAN JUMLAH WILAYAH ADMINISTRATIF KELURAHAN

No.
Kecamatan
Luas Wilayah
(km2)
Jumlah
Kelurahan
1. Cihideung
2. Cipedes
3. Tawang
4. Indihiang
5. Kawalu
6. Cibeureum
7. Tamansari
8. Mangkubumi

B. LETAK GEOGRAFIS

Kota Tasikmalaya secara geografis memiliki posisi yang strategis, yaitu berada pada 108o 08' 38" - 108o 24' 02" BT dan 7o 10' - 7o 26' 32" LS di bagian Tenggara wilayah Propinsi Jawa Barat. Kedudukan atau jarak dari Ibukota Propinsi Jawa Barat, Bandung + 105, wilayah Kota Tasikmalaya berbatasan dengan :

Sebelah Utara : Kab. Tasikmalaya dan Kab. Ciamis (dengan batas sungai Citanduy)
Sebelah Barat : Kab. Tasikmalaya
Sebelah Timur : Kab. Tasikmalaya dan Kab. Ciamis
Sebelah Selatan : Kab. Tasikmalaya (batas sungai Ciwulan)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya

EKSEKUTIF
KEPALA DAERAH

WALIKOTA TASIKMALAYA
WAKIL WALIKOTA TASIKMALAYA



Nama Lengkap : Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si.
Tempat dan Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 11-9-1944
Agama : Islam
Alamat : Jl. Perintis Kemerdekaan No. 238 Tasikmalaya
Pendidikan Terakhir : S2 : Administrasi Negara STISIP Garut Tahun 1998
S1 : Administrasi Negara STIA Garut Tahun 1986
Nama Lengkap : Ir. H. Dede Sudrajat, MP
Tempat dan Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 23-3-1963
Agama : Islam
Alamat : Jl. Ir. H. Juanda No. 31 RT 02/06 Panyingkiran-Indihiang, Tasikmalaya
Pendidikan Terakhir : S2 : Magister Pertanian Universitas Siliwangi tahun 2004
S1 : Pertanian Universitas Siliwangi tahun 1991


PERANGKAT DAERAH

Sekretariat Daerah
Sekretariat DPRD
Badan
Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA)
Badan Pengawasan Daerah (BAWASDA)
Dinas
Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Dinas Koperasi dan UKM
Dinas Pendapatan
Dinas Perhubungan
Dinas Pertanian
Dinas Kependudukan, Keluarga Berencana dan Tenaga Kerja
Dinas Kesehatan
Dinas Pekerjaan Umum
Dinas Pendidikan
Dinas Lingkungan Hidup dan Pelayanan Kebersihan
Kantor
Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah
Kantor Pariwisata dan Kebudayaan
Kantor Perlindungan Sosial
Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat
Kantor Polisi Pramong Praja
Kecamatan
Kecamatan Cihideung
Kecamatan Mangkubumi
Kecamatan Cibeureum
Kecamatan Tamansari
Kecamatan Cipedes
Kecamatan Kawalu
Kecamatan Indihiang
Kecamatan Tawang
PERANGKAT DAERAH KOTA TASIKMALAYA


A. KOMPOSISI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

Berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 171/Kep.856-Dekon/2004, tentang peresmian Keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tasikmalaya Hasil Pemilihan Umum Tahun 2004 untuk masa jabatan 2004 - 2009, pada tanggal 3 September 2004 telah dilaksanakan Pelantikan kepada 45 orang Anggota DPRD Kota Tasikmalaya hasil Pemilu 2004. Jumlah Partai Politik peserta Pemilu yang memperoleh kursi di DPRD Kota Tasikmalaya sebanyak 9 Partai yaitu :
Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Partai Golongan Karya (GOLKAR)
Partai Amanat Nasional (PAN)
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Partai Bulan Bintang(PBB)
Partai Bintang Reformasi (PBR)
Partai Demokrat

B. PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

C. ALAT PERLENGKAPAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
Setelah terbentuknya tata tertib DPRD Kota Tasikmalaya yang ditetapkan dalam rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya, kemudin dibentuk Alat-alat kelengkapan DPRDyang terdiri dari :

1. Panitia Musyawarah
Panitia Musyawarah sesuai keputusan DPRD Kota Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 2004 susunan keangotaannya sebagai berikut :

Ketua : Nurul Awalin, S. Sg. M.Si.
Wakil Ketua : KH. Cecep Ridwan, S.Ag.
Wakil Ketua : Thonny T. Easy
Anggota : Drs. H. Yeyen Munawar, RZ.,Pepen Ruspendi, SE., Agus, SH., Drs. Rustama Widya K. S.Pd., Hidayat Wijaya, Drs. Heru Sulaksanan, Ido Garnida, SH., H. Ridwan Rapiun, Drs. H. Didi Hudaya, Didin C. Nurdin, Cahyanto, Drs. Denny Romdhoni, Ade Ruhimat, Agus Subagio, S. Ag., H. Anang Lukman, S.Ag.,Asep Deni Adnan Bumaeri, Zenzen Jaenudin, S.Ag., Drs. Nono Sunardi
2. Panitia Anggaran
Panitia Musyawarah sesuai keputusan DPRD Kota Tasikmalaya Nomor 8 Tahun 2004 susunan keangotaannya sebagai berikut :

Ketua : Nurul Awalin, S. Sg. M.Si.
Wakil Ketua : KH. Cecep Ridwan, S.Ag.
Wakil Ketua : Thonny T. Easy
Anggota : Drs. H. Ahmad Juwaeni, M.Si., Fakhururazi Lubis, A.Md., Hendro Nugraha, SP. MP., Drs. H. Adang Muslih, Sm. Hk., Drs. H. Yeyen Munawar, RZ., Pepen Ruspendi, SE., Tatang, Drs. Heru Sulaksana, Drs. Ate Tachyan, O. Kusmayadi, B.Sc., Ido Garnida, SH., H. Ridwan Rapiun, Didin C. Nurdin, Asep Sizal Asyari, Drs. Deny Romdhoni, Surya Permana, Ade Ruhimat, Tono Wartono, Nurdin Muslim, SE., H. Dindin Kamaludin, H. Enjang Bilawini, SH. S.H.I., Zenzen Jaenudin, S.Ag.
3. Badan Kehormatan
Dengan susunan keanggotaan sebagai berikut :

Ketua : Anang Lukman, S.Ag.
Wakil Ketua : Cahyanto
Anggota : RH. Ruddy Kusumah, Asep Rizal Asyari, Hendro Nugraha, SP, MP.
4. Komisi-komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Komisi A
Bidang Tugas :
Pemerintahan Umum
Kepegawaian
Hukum, Perundang-undangan dan Perijinan
Ketertiban
Pelayanan Pertahanan
Kependudukan Keluarga Berencana, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat
Penerangan / Hubungan Masyarakat
Keanggotaan :


Koordinator : KH. Cecep Ridwan, S.Ag.
Ketua : Drs. Denny Romdhoni
Wakil Ketua : H. Ahmad Djuwaeni
Sekretaris : Asep Deni Adnan Bumaeri, S.HI.
Anggota : Agus Wahyudin, SH., H. Cecep Syahfudin, SH., Hidayat Widjaya, Agus Rudianto, SH., Asep Rizal Asyari, S.Pd.I., A. Agus Subagio, S.Ag., Andi Warsandi
Komisi B
1. Bidang Tugas :
Perindustrian
Perdagangan
Koperasi dan UKM
Perbankan
Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Perkebunan
Ketahan Pangan
Kebudayaan dan Pariwisata
2. Keanggotaan :

Koordinator : Thonny T. Easy
Ketua : Ade Ruhimat
Wakil Ketua : Drs. H. Didi Hudaya
Sekretaris : Fakhurrazi Lubis, A.Md.
Anggota : Tatang, R.H. Ruddy R. Kusumah, SH., Drs. Rustawa Widya K. S.Pd., H. Ridwan Rapiun, Surya Permana, H. Anang Lukman, R. Tom Komarudin
Komisi C
0. Bidang Tugas

Keuangan Daerah
Angaran Sektoral, Dana Perimbangan dan Bantuan Luar Negeri
Perpajakan
Retribusi
Perusahaan Daerah
Perusahaan Patungan
Aset Daerah
Badan Layanan Umum Daerah
Penanaman Modal
Arsip, Dokumentasi dan Perpustakaan
1. Keanggotaan



Koordinator : Thonny T. Easy
Ketua : Enjang Bilawini, SH. SH.I.
Wakil Ketua : Drs. H. Yeyen Munawar RZ.
Sekretaris : Tono Wartono
Anggota : Luki Triana, Drs. Heru Sulaksana, O. Kusmayadi, B.Sc., Hendro Nugraha, Sp. Mp., Abun Sulaeman, S.Ag., Cahyanto, Nurdin Musli, SE.
Komisi D
0. Bidang Tugas


Pekerjaan Umum
Lingkungan Hidup dan Pelayanan Kebersihan
Pertambangan dan Energi
Perhubungan
Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga
Kesehatan
Keagamaan
Peranan Wanita
1. Keanggotaan


Koordinator : KH. Cecep Ridwan S.Ag.
Ketua : Dindin C. Nurdin
Wakil Ketua : IDO Garinda, SH.
Sekretaris : Zenzen Jaenudin, S.Ag.
Anggota : Pepen Ruspendi, SE., Anang Rahmat, Drs. Ate Tachyan, Dra. Ani Nuraeni, Drs. H. Adang Muslih, SM. HK., Herry KN., Yadi Mulyadi, H. Dindin Kawaludin, Drs. Nono Sunardi
PENDUDUK KOTA TASIKMALAYA PENDUDUK

Jumlah penduduk Kota Tasikmalaya Tahun 2006 sebanyak 617.767 orang. Jumlah penduduk ini mengalami pertumbuhan sebesar 1,56% bila dibandingkan dengan jumlah penduduk Tahun 2005. Dilihat dari segi komposisinya, penduduk Kota Tasikmalaya lebih banyak laki-laki dari pada perempuan yaitu terdiri dari 309.842 orang laki-laki dan 307.925 orang perempuan dengan sex ratio sebesar 100,62.

Pertumbuhan penduduk yang tinggi mengakibatkan naiknya kepadatan penduduk pada Tahun 2006 yaitu sebesar 3.601 orang/km2. Kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Cihideung sebesar 13.775 orang/km2 dan terendah terdapat di Kecamatan Kawalu yaitu sebesar 2.028 orang/km2. Kepadatan penduduk juga dapat dilihat dari rata-rata penduduk per rumahtangga yang mencapai 3,71 sehingga secara umum setiap rumahtangga memiliki 3 sampai dengan 4 orang anggota dalam rumahtangga.

TENAGA KERJA

Jumlah pencari kerja yang terdaftar selama Tahun 2006 di Dinas Kependudukan, Keluarga Berencana dan Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya sebanyak 12.213 orang yang terdiri dari 6.675 laki-laki dan 5.538 perempuan. Pencari Kerja tersebut yang sudah ditempatkan sebanyak 934 orang yang terdiri dari 454 laki-laki dan 480 perempuan sedangkan pencari kerja yang belum ditempatkan sebanyak 11.279 orang terdiri dari 6.221 laki-laki dan 5.058 perempuan.

Berdasarkan pendidikan yang ditamatkan pencari kerja tersebut terdiri dari Sarjana sebanyak 2.100 orang, Sarjana Muda sebanyak 1.311 orang, SLTA sebanyak 8.027 orang, SLTP sebanyak 588 orang serta tamat SD dan tidak tamat SD sebanyak 151 orang.

LUAS DAERAH, JUMLAH PENDUDUK DAN RATA-RATA KEPADATAN PENDUDUK TAHUN 2006

Kecamatan
Luas Daerah
(km2)
Jumlah Penduduk
(orang)
Rata-rata Kepadatan Penduduk
Per km2 (orang)

Kawalu
41,12
83.403
2.028

Tamansari
28,52
58.852
2.064

Cibeureum
29,41
95.704
3.254

Tawang
5,33
66.823
12.537

Cihideung
5,30
73.007
13.775

Mangkubumi
23,68
78.506
3.315

Indihiang
30,10
83.955
2.789

Cipedes
8,10
77.517
9.570

Jumah :
171,56
617.767
3.601


SOSIAL BUDAYA

Pendidikan

Peningkatan kualitas sumber daya manusia didukung oleh berbagai fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai serta kesadaran masyarakat.

Sarana pendidikan yang ada di Kota Tasikmalaya pada tahun 2006 terdiri dari 1 Taman Kanak-kanak Negeri dan 62 TK Swasta, 88 sekolah RA Swasta, 253 SD Negeri dan 14 SD Swasta, 1 sekolah MI Negeri dan 47 sekolah MI Swasta, 21 SMP Negeri dan 22 SMP Swasta, 2 sekolah MTs Negeri dan 34 sekolah MTs Swasta, 9 SMA Negeri dan 16 SMA Swasta, 2 sekolah MA Negeri dan 17 sekolah MA Swasta serta 3 SMK Negeri dan 20 SMK Swasta

Tenaga Pengajar yang ada di Kota Tasikmalaya pada tahun 2006 sebanyak 294 Guru TK, 376 Guru RA, 3.061 Guru SD, 403 Guru MI, 1.509 Guru SMP, 666 Guru MTs, 874 Guru SMA, 365 Guru MA dan 661 Guru SMK.

Selain itu terdapat pula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kota Tasikmalaya yang menyelenggarakan kursus-kursus, pembinaan generasi muda, pembinaan keolah-ragaan dan program Dikmas.

Kesehatan

Untuk meningkatkan kesehatan kepada masyarakat diperlukan sarana kesehatan dan tenaga kerja kesehatan. Di Kota Tasikmalaya pada tahun 2006 tersedia rumah sakit umum pemerintah 1 buah, rumah sakit umum swasta 2 buah, rumah sakit bersalin swasta 5 buah, rumah bersalin pemerintah 1 buah , rumah bersalin swasta 2 buah, balai pengobatan tanpa tempat tidur 50 buah, puskesmas dengan tempat tidur 4 buah, puskesmas tanpa tempat tidur 14 buah, puskesmas pembantu (Pustu) 19 buah dan 692 buah Posyandu.

Tenaga kerja kesehatan yang tersedia yaitu 30 dokter umum, 13 dokter gigi, 300 paramedis perawatan dan 9 paramedis non perawatan

Keluarga Berencana

Untuk akseptor KB tersedia 10 klinik KB Departemen Kesehatan, 4 klinik KB TNI/Polri, dan 11 klinik KB Swasta, sedangkan petugas lapangan KB yang tersedia yaitu, 30 PKB dan 4 PLKB

Peserta KB aktif pada Tahun 2006 mengalami kenaikan dibanding Tahun 2005, hal ini terlihat dari tingkat kesertaan ber-KB pada Tahun 2006 sebesar 71,31% sedangkan pada Tahun 2005 hanya 60,62% dan jenis alat kontrasepsi yang paling banyak diminati pada Tahun 2006 adalah suntik sebanyak 43.971 akseptor, kemudian pil 21.931 akseptor dan IUD 7.680 akseptor .

Agama

Mayoritas penduduk Kota Tasikmalaya beragama Islam, ini terlihat dari banyaknya jumlah pemeluk agama Islam di Kota Tasikmalaya yaitu 516.739 orang atau 83,65% dan banyaknya sarana peribadatan diantaranya 937 Mesjid, 1.536 Langgar dan 348 Mushola, sedangkan Gereja ada 14 buah dan Kelenteng 1 buah.

Untuk pembinaan akhlak tidak terlepas dari peran dan fungsi tokoh agama dan masyarakat seperti, Ulama, Mubaligh dan lain-lain. Di Kota Tasikmalaya terdapat 706 Ulama, 467 Mubaligh, 1.956 Khotib, 4 Penyuluh Agama dan 200 Penyuluh Honorer.

Selain itu untuk meningkatkan pendidikan agama Islam di Kota Tasikmalaya terdapat 214 Pondok Pesantren dengan 367 Kyai.

Haji

Kehidupan beragama di Kota Tasikmalaya dapat dilihat pula dari pemberangkatan Jemaah Haji ke Tanah Suci. Pada Tahun 2006 Jemaah Haji yang berangkat ke Tanah Suci sebanyak 918 orang.

Pernikahan

Pernikahan yang terjadi di Kota Tasikmalaya selama Tahun 2006 sebanyak 5.664 pernikahan, sedangkan perceraian yang terjadi selama Tahun 2006 sebanyak 777 atau 13,72%.

Madrasah

Masyarakat Kota Tasikmalaya memiliki kesadaran yang cukup tinggi dibidang pendidikan, hal ini didukung pula oleh fasilitas pendidikan yang ada diantaranya sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan Departemen Agama, yaitu sebanyak 88 Madrasah Raudlatul Athfal, 48 Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Swasta, 36 Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Swasta dan 19 Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta

Kebudayaan

Upaya pelestarian nilai-nilai luhur budaya daerah Perlu dikembangkan untuk menciptakan tradisi masyarakat, khususnya masyarakat Kota Tasikmalaya yang mempunyai nilai jual (marketable). Pembinaan dan pengembangan yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode langsung kepada masyarakat bukan dari sisi pendidikan (edukatif) ke lembaga-lembaga pendidikan formal. Pembinaan dan pengembangan kepada masyarakat saat ini dilakukan oleh kantor pariwisata dan kebudayaan sedangkan pembinaan dan pengembangan ke lembaga-lembaga formal dilakukan oleh dinas pendidikan.

Potensi seni budaya Kota Tasikmalaya diantaranya adalah :

Angklung Badud
Calung
Tembang Sunda Cianjuran
Reog
Degung
Pencak Silat
Kuda Lumping
Bangkolung
Pedalangan/Wayang Golek
Qasidah Rebana dan Modern
Nasid
Teater
AGENDA PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYAAgenda Pertama
5 Februari 2008

Bapeda Kota Tasikmalaya akan menggelar suatu kegiatan dalam rangka sosialisasi dan desiminasi program pengembangan e-Government yang saat ini sedang dilaksanakan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Salah satu rangkaian sosialisasi tersebut adalah dengan diselenggarakannya Lokakarya Pengembangan e-Government Kota Tasikmalaya dengan mengambil tema "IT Governance Pemerintah Daerah". Pada acara lokakarya tersebut diagendakan pula peluncuran Situs Web Resmi Pemerintah Kota Tasikmalaya "www.tasikmalayakota.go.id".
Acara ini direncanakan akan dihadiri Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Depkominfo sebagai keynote speaker sekaligus meresmikan Situs Web Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Walikota Tasikmalaya. Sementara itu pada sesi acara diskusi yang akan menjadi pemateri antara lain Jazi Eko Istiyanto, Ph.D. yang akan menyampaikan makalahnya seputar pemahaman dan manfaat e-Government dan Dr. Suhono Harso Supangkat (Staf Khusus Menkominfo) yang akan menyampaikan makalahnya mengenai peranan Chief Information Officer (CIO) dalam pembangunan Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) pemerintahan daerah.
Lokakarya tersebut akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 5 Februari 2008, bertempat di Bale Panghegar, Hotel Mandalawangi, Tasikmalaya.(Admin)

BERITA KITA PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN KEPALA KANTOR DEPARTEMEN AGAMA KOTA TASIKMALAYA
Update : 2008-02-02 08:30:00





Jumat (25/1), Kepala Depatemen Agama Provinsi Jawa Barat melantik Kepala Kantor Departemen Agama Kota Tasikmalaya yang baru, yakni Drs H.Yoyo Abdul Aziz, bertempat di Aula Balekota Tasikmalaya.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Kota Tasikmalaya, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Sekda kota Tasikmalaya, Kandepag Kabupaten Tasikmalaya, Muspida Tasikmalaya dan para kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Acara pengambilan sumpah dan pelantikan Kandepag Kota Tasikmalaya dilaksanakan dengan tertib, hidmat dan lancar. Pada kesempatan itu Wakil Walikota Tasikmalaya mengucapkan terima kasih kepada serta penghargaan kepada DR. Drs. H. Muhsin An Syadilie, M.Si selaku Kandepag yang lama atas pengabdian yang telah dilaksanakan selama ini serta mengucapkan selamat atas ditempatkannya beliau menjadi Rektor pada STAIN Cirebon.

”Melalui pelaksanaan mutasi, rotasi, dan promosi pada Departemen Agama ini diharapkan membawa angin segar dan perubahan untuk kemajuan Departeman Agama ke arah yang lebih baik, dalam pembinaan kehidupan kerukunan antar umat beragama maupun pelayanan kepada masyarakat,” tutur Wakil Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya.

Selanjutnya Beliau pun menghimbau untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam, dalam upaya membentuk anak yang beriman dan bertaqwa. ”Terlebih lagi dalam mengantisipasi perkembangan jaman yang cepat berubah,” lanjut Wakil Walikota Tasikmalaya.

PENYERAHAN BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI PERKOTAAN
Update : 2008-02-02 10:00:00




Selasa (22/1) Walikota Tasikmalaya, Syarief Hidayat, atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya menyerahkan dilaksanakan penyerahan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) di Aula Kota Tasikmalaya, yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dan para Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.



Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) merupakan upaya pemerintah ntuk membnagun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan. program ini sangat strategis karena mempersiapkan landasan kemandirian masyarakat berupa institusi kepemimpinan masyarakat yang representatif, mengakar, dan menguat bagi perkembangan modal sosial masyarakat, serta menyiapkan kemitraan masyarakat dengan pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat.

Prinsip dasar program yang berbasis nilai ini adalah “Pemberdayaan Manusia Seutuhnya” dengan tujuan untuk menumbuhkan kepedulian, kerelawanan dan perilaku yang berpihak pada masyarakat miskin. Adapun nilai dan prinsip yang melandasi pelaksanaan PNPM – P2KP meliputi nilai-nilai luhur kemanusiaan (yakni jujur, ikhlas, peduli serta dapat dipercaya), nilai-nilai kemasyarakatan (yakni kebersamaan, solidaritas sosial, gotong royong, kekeluargaan, serta kesatuan dalam keragaman), dan prinsip pembangunan berkelanjutan (yakni pelestarian lingkungan, pembangunan ekonomi, dan pembangunan sosial. Masalah utama dalam pembangunan di Kota Tasikmalaya adalah masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, sesuai data PNPM – P2KP angka kemiskinan di 5 kecamatan hingga saat ini tercatat sebanyak 103.134 jiwa atau 26.898 keluarga. Sasaran pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan (PNPM - P2KP) di Kota Tasikmalaya pada Tahun anggaran 2007 dilaksanakan pada 36 kelurahan yang tersebar di 5 Kecamatan yaitu Cihideung, Cipedes, Tawang, Indihiang dan Tamansari, meliputi sasaran kegiatan dalam bidang sosial, ekonomi dan lingkungan/fisik. Sasaran populasi Kecamatan Tawang sebanyak 2.309 KK, Kecamatan Tamansari 5.983 KK, Kecamatan Indihiang 10.539 KK, Kecamatan Cipedes 5.130 KK dan Kecamatan Cihideung 3.580 KK, dengan jumlah keseluruhan 27.541 KK.Pelaksanaan seluruh tahapan kegiatan (siklus PNPM-P2KP, melibatkan unsur masyarakat yang meliputi relawan sosial, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, yang peduli terhadap penanggulangan kemiskinan. Bantuan langsung masyarakat (BLM) yang dialokasikan PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PDRB merupakan total nilai tambah yang mampu diciptakan akibat adanya aktifitas ekonomi di suatu daerah pada kurun waktu tertentu. PDRB Kota Tasikmalaya tahun 2005 menurut harga berlaku sebesar Rp. 4,617 trilyun atau naik 21,9% dibanding tahun 2004 sedangkan menurut harga konstan sebesar Rp. 2,947 trilyun atau naik sebesar 4,24% dibanding tahun 2004. Lbih jelasnya PDRB Kota Tasikmalaya dari tahun 2001 - 2005 dapat dilihat dalam tabel berikut : Tahun PDRB (juta rupiah)ADH Berlaku ADH Konstan2001 2.841.509,20 2.479.073,312002 3.186.100,76 2.584.132,142003 3.439.511,05 2.698.635,232004 3.785.358,27 2.833.366,582005 4.617.521,91PERINDUSTRIAN KOTA TASIKMALAYA
Kota Tasikmalaya merupakan salahsatu kota di Jawa Barat yang memiliki potensi industri cukup besar, khsusunya industri kecil dan kerajinan yang dapat menyerap tenaga kerja cukup banyak (+ 5% dari jumlah pnduduk)ahun ini yaitu 103.968 penumpang dengan nilai pendapatan sebesar 5.395.096.750 rupiah.

Adapaun komoditi unggulan industri kerajinan meliputi : bordir, anyaman mendong, anyaman bambu, alas kaki(kelom geulis, sandal, sepatu), meubel batik, payung geulis, makanan olahan/ringan yang tersebar di 133 sentra industri kecil di 8 kecamatan yang mencakup 69 kelurahan.

1. Potensi Industri a. Bidang Usaha Bordir
Jumlah Usaha : 1.092 unit
Nilai Investasi : Rp. 74.745.595.000
Nilai Produksi : Rp. 405.177.301.000
Tenaga Kerja : 10.380 orang


b. Bidang Usaha Anyaman Mendong
Jumlah Usaha : 162 unit
Nilai Investasi : Rp. 5.857.235.000
Nilai Produksi : Rp. 28.962.874.000
Tenaga Kerja : 1.889 orang

c. Bidang Usaha Anyaman Bambu
Jumlah Usaha : 75 unit
Nilai Investasi : Rp. 1.079.038.000
Nilai Produksi : Rp. 4.983.106.000
Tenaga Kerja : 632 orang

d. Bidang Usaha Ayam Mendong
Jumlah Usaha : 394 unit
Nilai Investasi : Rp. 26.928.928.000
Nilai Produksi : Rp. 131.764.608.000
Tenaga Kerja : 4.335 orang


e. Bidang Usaha Meubel
Jumlah Usaha : 220 unit
Nilai Investasi : Rp. 8.791.378.000
Nilai Produksi : Rp. 40.723.515.000
Tenaga Kerja : 1.408 orang

f. Bidang Usaha Batik
Jumlah Usaha : 30 unit
Nilai Investasi : Rp. 1.854.116.000
Nilai Produksi : Rp. 10.219.620.000
Tenaga Kerja : 4.460 orang

g. Bidang Usaha Kerajinan Payung Geulis
Jumlah Usaha : 4 unit
Nilai Investasi : Rp. 76.940.000
Nilai Produksi : Rp. 332.800.000
Tenaga Kerja : 37 orang

h. Bidang Usaha Makanan Ringan
Jumlah Usaha : 369 unit
Nilai Investasi : Rp. 17.339.685.000
Nilai Produksi : Rp. 80.221.089.000
Tenaga Kerja : 2.696 orang





1. Lain-lain mengenai keberadaan Industri di Kota Tasikmalaya

Dalam mengembangkan industri kecil kerajinan di Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah membuat suatu tempat promosi yang bekerjasama dengan pemerintah Propinsi Jawa Barat yaitu adanya Factory Kerajinan Imah Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Perintis Kemerdekaan Kota Tasikmalaya.

PERKOPERASIAN KOTA TASIKMALAYA
Pada bidang perkoperasian Kota Tasikmalaya tercatat sebagai tempat berdirinya koperasi, dimana pada tanggal 11 s.d 14 Juli 1947 diselenggarakan Konggres Koperasi Indonesia yang pertama di Jl. Dr. Moch. Hatta No.40 Kota Tasikmalaya, dalam konggres itu tepatnya pada tanggal 12 Juli 1947 dibangun tugu koperasi sebagai simbol berdirinya koperasi, untuk mengenang momentum penting tersebut setiap tanggal 12 Juli di peringati hari Koperasi.

Sesuai dengan arah kebijakan pembangunan Kota Tasikmalaya yang salah satunya menitikberatkan pada upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perekonomian masyarakat, maka untuk kewenangan bidang perkoperasian diarahkan untuk meningkatkan fasilitas dalam bentuk pernyataan keseimbangan penguatan SDM regulasi dan penguatan modal usaha kelompok dan meningkatkan peran kelembagaan dan usaha koperasi. Berdasarkan potensi, jumlah dan jenis koperasi di Kota Tasikmalaya terdiri dari :
Produksi : 26 buah
Konsumsi 201 buah
KSP : 32 buah
Kopontra : 38 buah
KSU : 20 buah
Koperasi Wanita : 6 buah
KUD : 9 buah
Koperasi Pasar : 7 buah
Koperasi Fropersi : 2 buah
Koperasi Shunda : 4 buah
Koperasi Lainnya : 3 buah

Comment Please